Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mafia BBM dan CPO di Dumai Diduga Kembali Beraktifitas dengan Nyaman

Mafia BBM dan CPO di Dumai Diduga Kembali Beraktifitas dengan Nyaman

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 16 Nov 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUMAI – Meskipun sempat terdengar informasi terkait penutupan penampungan BBM dan CPO ilegal awal-awal bulan ini, namun, kegiatan yang diduga ilegal tersebut kembali beroperasi dengan nyaman dalam minggu ini.

Hasil investigas beberapa awak media, Rabu (3/11) lalu, di sepanjang jalan Soekarno-Hatta, Bagan Besar hingga Bukit Kapur Kota Dumai, kegiatan yang sering disebut ‘kencing minyak’ itu masih beraktifitas.

Aktifitas kencing minyak tersebut dilakukan di tepi-tepi jalan besar, dengan modus berhenti di warung makanan, hal itu dilakukan diduga untuk mengelabui GPS yang sudah dipasang oleh pihak perusahaan.

Masih dari hasil investigasi, jumlah lokasi penampungan BBM dan CPO ilegal di wilayah Bagan Besar – Bukit Kapur Kota Dumai terpantau sekitar puluhan titik.

Diantara puluhan pemilik lokasi penampungan BBM dan CPO yang diduga ilegal tersebut, ketika dikonfirmasi di lokasi masing-masing, didapati nama pemiliknya, diantaranya berinisial Dd, Rd, IL, Pa dan Ep.

Dilansir Detiknews, Minggu (17/10/21) sebelumnya, polisi menangkap truk derek yang diduga mengangkut BBM solar untuk kebutuhan industri di Dumai pada Sabtu (16/10). Penangkapan dilakukan di tengah kelangkaan BBM jenis solar.

Truk derek roda 10 ini berkapasitas tangki 450 liter. Melakukan pengisian di SPBU secara berulang kali.

Penangkapan dilakukan oleh tim Subdit IV Ditreskrimsus Polda Riau. Polisi awalnya mengusut soal dugaan tindak pidana yang memicu antrean panjang di SPBU.

Polisi kemudian mengikuti perjalanan truk derek itu setelah mengisi BBM dari SPBU. Truk kembali ke pool transportir mobil tangki CPO yang diduga milik salah satu perusahaan.

Tidak lama kemudian mobil derek keluar dari pool kembali menuju SPBU yang sama untuk melakukan pengisian BBM.

“Mobil disergap saat melakukan pengisian BBM kembali. Kemudian mengembangkan ke pool transportir mobil tangki CPO yang diduga tempat penimbunan,” kata Direktur Ditreskrimsus Polda Riau, Kombes Ferry.

Polisi menemukan sejumlah jeriken kosong di pool truk tersebut. BBM di dalam jeriken diduga telah dipindah ke tangki truk pengangkut CPO.

Tiga pelaku, yakni JN (52), sopir yang melansir BBM dari SPBU, KS (26) dan AFJ (22), petugas SPBU ditangkap. Ketiganya dibawa ke Polda Riau karena nyata-nyata merugikan masyarakat luas.

Sementara dikutip dari antaranews, Rabu (20/10/2021), praktik truk tangki bahan bakar minyak (BBM) “kencing di jalan” atau dugaan mafia pencurian BBM di jalan, kini masih marak terjadi di Kota Dumai, Provinsi Riau, pada belasan titik lokasi penampungan ilegal.

Belasan titik lokasi penampungan ilegal BBM kencing di jalan itu, mulai dari Jl. Tuanku Tambusai atau Jl. Perwira Kelurahan Bagan Besar, Jl. Soekarno-Hatta Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, dan diduga di PT Pertamina – Integrated Terminal Dumai atau Terminal BBM Dumai di Jl. Soekarno Hatta Bukit Batrem Dumai.

BBM bersubsidi jenis premium dan solar kencing di jalan itu, menurut pengakuan Jainuddin (38) sopir transportasi sebuah perusahaan di Kota Dumai, Rabu, bahwa BBM jenis premium dan solar bersubsidi itu dengan mengambilnya dari truk tangki yang berisi penuh (sesuai tera, atau timbangannya, Red), namun ada jatah untuk “ruang kosong” akibat risiko penguapan sebesar 30 liter.

“Jatah BBM sebesar 30 liter itu atau setara dengan Rp150 ribu itu adalah hak sopir dan boleh tidak dikembalikan. Jatah ruang kosong tangki truk sebesar 30 liter itu adalah bagian dari tambahan uang jalan sopir,” katanya.

Sebab, katanya, uang jalan yang diterima dari perusahaan transportasi dinilai masih kurang mencukupi, sehingga pada saat mengambil jatah sebesar 30 liter itu, berpeluang bisa lebih dari itu.

“Ada pernah saya turunkan hingga 50 liter BBM, yah memang ini salah, tapi apa boleh buat,” katanya pula.

Ketelanjuran itu mengakibatkan Jainuddin justru ‘ketagihan’, begitu pula dilakukan banyak sopir dari perusahaan angkutan (transporter) lainnya yang beroperasi di Dumai.

Sementara untuk menutupi kejahatan mereka, dirinya dan teman-teman seprofesi terpaksa berpandai-pandai dengan petugas di tempat pembongkaran BBM (SPBU, Red), seperti memberi uang rokok agar mereka “tutup mulut”. Yang juga diakui Jainuddin bahwa aksi serupa sudah berjalan dalam 10 tahun terakhir itu.

BBM yang diturunkan tersebut dibeli oleh penadah tentu lebih murah dari harga jual di SPBU, namun diakui Jainuddin penjualan BBM kencing di jalan itu pun masih meraih untung. “Sopir transportasi seperti saya sebagian besar ‘bermain semua’, lebih untuk menambah penghasilan,” katanya lagi.

Ia menjelaskan sebagai sopir perusahaan angkutan (transporter) mengangkut BBM, hanya diberi uang jalan rute perbatasan Jambi Riau sebesar Rp3 juta. Itu cukup untuk beli minyak Rp2 juta, biaya keperluan sopir beli rokok, makan, minum dan akomodasi sebesar Rp1 juta. Lalu uang yang dibawa pulang untuk keluarga sudah tidak ada lagi.

“Karenanya kami terpaksa ‘bermain’ dalam praktik BBM kencing di jalan itu. Praktik BBM kencing di jalan makin mulus terjadi, sebab kalau ada penertiban oleh pihak terkait, atau ada wartawan yang ingin melakukan liputan, di penampungan atau di titik-titik lokasi BBM kencing, maka oknum TNI membocorkan kegiatan razia yang digelar sehingga sopir dan penadah bisa segera kabur.

“Ini sudah menjadi rahasia umum, dan pencurian BBM subsidi pemerintah itu tetap masih saja berjalan dilindungi oknum aparat. Sudahlah jasa sopir dibayar tidak memadai, namun kami butuh pekerjaan daripada menganggur, mirisnya saat masuk bekerja pun harus bayar Rp5 juta,” katanya pula.

Dandim Dumai Letkol Irdhan mengatakan, kasus BBM kencing di jalan bukan menjadi tanggung jawab Kodim Dumai. Sedangkan kerja sama pengamanan yang dilakukan adalah bersama Chevron (yang kini disebut Pertamina Hulu Rokan/HR, Red) itu seperti pengamanan aset.

“Sebagai bagian dari TNI, tugas pokok TNI AD adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara,” katanya.

“Akan tetapi merujuk kasus BBM kencing di jalan itu, dan jika terbukti ada oknum anggota TNI AD yang ‘bermain’, maka tidak akan diberi ampun dan yang bersangkutan akan diproses sesuai prosedur yang berlaku,” katanya.

Wali Kota Dumai Paisal SKM Mars mengakui wilayah yang dipimpinnya masih banyak terjadi praktik mafia di laut atau perairan, bahkan juga di darat seperti kasus BBM kencing di jalan dan kasus pencurian CPO beserta penampungan CPO ilegal.

Dia mengatakan, praktik mafia rawan terjadi di Dumai terkait kota ini merupakan sebuah kota yang berada di pesisir pantai timur Sumatera menghadap ke arah Selat Malaka yang merupakan salah satu lintas pelayaran tersibuk di dunia.

“Dengan kondisi geografis tersebut menjadikan posisi Dumai sangat strategis dan berada pada jalur lintas perdagangan dunia, sehingga aktivitas pelanggaran hukum sangat berpeluang terjadi,” kata dia.

Karena itu, katanya lagi, kasus BBM kencing di jalan, penampungan dan pengolahan CPO ilegal akan menjadi tugas kita bersama untuk menuntaskan, segera kami akan berembuk dengan Muspika Kota Dumai, jumpai Polres Dumai, Dandim, Danlanal, dan lainnya. Dan kasus ini tidak akan dibiarkan lagi, selain sudah cukup lama terjadi, bisa menimbulkan citra buruk,” katanya pula. (tim/red)

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • USAI Bongkar Kasus Suap di Polda Riau, Bripka Andry Jadi Buronan, Ini Sebabnya!

    USAI Bongkar Kasus Suap di Polda Riau, Bripka Andry Jadi Buronan, Ini Sebabnya!

    • calendar_month Sabtu, 10 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Usai membongkar kasus suap di Polda Riau melalui postingan medsos, Bripka Andry Darma justeru jadi buronan polisi. Diberitakan, dari pengembangan postingan Bripka Andry, yakni yang bersangkutan menyetor Rp 650 juta untuk Kompol Petrus agar tak dimutasi, aparat telah memecat serta menahan Kompol Petrus Simamora (Danyon  dan 7 anggota Brimob lainnya. Hanya saja, […]

  • AC Pesawat Super Air Jet Mati Dua Jam, Penumpang Gerah hingga Buka Baju

    AC Pesawat Super Air Jet Mati Dua Jam, Penumpang Gerah hingga Buka Baju

    • calendar_month Kamis, 23 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 11Komentar

    MEDIA sosial heboh dengan postingan penumpang pesawat Super Air Jet mengeluhkan  AC mati selama hampir dua jam. Hal tersebut menjadi bahan perbincangan warganet. Atas kejadian tersebut, Dirut Super Air Jet menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyaman para penumpang pesawat tersebut. Berikut beberapa fakta menariknya, dilansir berbagai sumber: 1. Rute Bali – Soetta Diketahui pesawat Super Air […]

  • Korupsi Hotel Kuansing, Eks Bupati Sukarmis Diganjar 12 Tahun Penjara 

    Korupsi Hotel Kuansing, Eks Bupati Sukarmis Diganjar 12 Tahun Penjara 

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Eks Bupati Sukarmis divonis 12 tahun penjara. Ia dinyatakan bersalah korupsi pembangunan Hotel Kuansing yang merugikan negara Rp 22 miliar. Putusan dibacakan majelis hakim Tipikor pada PN Pekanbaru, yang diketuai Jonsom Parancis, Selasa (19/11/24). Menurut hakim, koruptor itu melanggar Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 […]

  • Polisi Tangkap Dua Warga Kasus Karhutla di TNTN Pelalawan

    Polisi Tangkap Dua Warga Kasus Karhutla di TNTN Pelalawan

    • calendar_month Kamis, 22 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    Pelalawan, detak24.com – Petugas gabungan menangkap dua orang warga tersangkut Karhutla. Tersangka membuka lahan disertai pembakaran di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Rabu (21/09/22).  Kepala Balai TNTN, Heru Sutmantoro, Kamis (22/9/2022) membenarkan penangkapan dua orang warga yang sedang melakukan aktivitas pembukaan lahan disertai pembakaran tersebut. Lokasi persis penangkapan ini, berada tepatnya di daerah Kenayang […]

  • Emak-emak Sikat 4 HP di Toko Ponsel, Terekam Kamera CCTV

    Emak-emak Sikat 4 HP di Toko Ponsel, Terekam Kamera CCTV

    • calendar_month Jumat, 11 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Seorang emak-emak tanpa rasa malu menggasak 4 unit handphone berbagai merk di sebuah toko ponsel. Sayangnya, terekam kamera CCTV, dan polisi pun sudah mengetahui identitas si pengutil. Peristiwa itu terjadi di sebuah toko ponsel di Jalan Delima, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Kamis (10/2/2022). Menurut Ratisya, karyawan toko ponsel mengatakan pelaku datang dan mengaku […]

  • SATU Tewas, Avanza Kecelakaan di Tol Pekanbaru-Bangkinang, Cek Korbannya!

    SATU Tewas, Avanza Kecelakaan di Tol Pekanbaru-Bangkinang, Cek Korbannya!

    • calendar_month Minggu, 24 Des 2023
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Satu unit Avanza kecelakaan di Tol Pekanbaru-Bangkinang, Sabtu (23/12/23) petang. Seorang tewas dan 10 penumpang lainnya luka-luka. Avanza kecelakaan tersebut bernomor polisi BM 1596 LM, membawa 11 penumpang. Kabag Ops Ditlantas Polda Riau, Kompol Irnanda, dikutip Ahad (24/12/23) menyampaikan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 17.15 WIB di KM 33-400 Jalur A. Baca juga […]

expand_less