DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Link Video Bokep Bu Guru dan 2 Murid Viral, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan!

Screenshot video bokep bu guru dan dua murid. f : ist

DETAK24COM – Media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah link video bokep yang disebut-sebut memperlihatkan sosok guru PNS bersama dua murid.

Video bokep Bu guru dan dua murid berdurasi sekitar 2 menit lebih itu ramai diperbincangkan warganet setelah tersebar di platform X (dulu Twitter).

Baca juga : Viral Bokep Sahroni dengan Nafa Urbach, Fakta atau Akal-akalan Netizen?

Dikutip Selasa (30/09/25), link video. bokep Bu guru dan 2 murid itu bahkan dikaitkan dengan nama “Andini Permata dan adiknya” yang disebut-sebut terlibat dalam adegan bokep.

Namun, hingga kini kebenaran identitas tersebut masih diragukan. Pihak kepolisian menegaskan bahwa sosok bernama Andini Permata diduga fiktif.

Baca juga : Akun Instagram Diuber, Link Video Bokep Jaksa Tasya Durasi 5 Menit Diburu Netizen

Video yang beredar kuat diduga digunakan sebagai modus penipuan online.

Saat link video bokep dibagikan dan di-klik, pengguna diarahkan ke sebuah situs yang meminta untuk membuat akun hingga mengisi informasi rekening pribadi.

Hal ini jelas berbahaya karena berpotensi menguras data dan dana korban.

Hingga 8 Juli 2025, tidak ada data yang memverifikasi identitas “Andini Permata” sebagai sosok nyata.

Berbagai unggahan yang mengatasnamakan Andini Permata umumnya hanya menampilkan potongan video atau gambar buram tanpa konteks jelas.

Tak ditemukan akun resmi media sosial maupun klarifikasi dari pihak yang mengaku sebagai Andini.

Tak hanya itu, penyebaran video juga disertai dengan tawaran tautan ke situs seperti Mediafire dan grup Telegram, yang diduga sebagai bagian dari mod.us penipuan.

Banyak netizen melaporkan bahwa link video bokep Bu guru dan 2 murid tersebut justru mengarah ke situs mencurigakan, membuka potensi penyebaran malware atau pencurian data pribadi.

“Warganet diimbau untuk tidak menyebarkan atau mengklik tautan yang mencurigakan, mengingat risiko hukum berdasarkan UU ITE dan potensi bahaya digital seperti malware,” tulis laporan yang sama.

Kepolisian dalam hal ini lebih mengedepankan edukasi digital daripada penindakan, karena tidak ada individu atau korban nyata yang dapat diverifikasi.

Sementara, pakar media sosial juga menekankan pentingnya verifikasi sebelum menyebarkan konten yang sensasional.

Fenomena ini menjadi pengingat pentingnya literasi digital, serta kewaspadaan terhadap tren viral yang tidak jelas asal-usul dan tujuannya.

Publik diimbau untuk berhati-hati agar tidak menjadi korban penipuan berbasis tautan jebakan atau ikut menyebarkan konten yang berpotensi melanggar hukum, seperti dikutip dari Tribunnews. (Red)

Editor : Kar