Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ketiga Anak Irjen Sambo harus Dapat Perlindungan

Ketiga Anak Irjen Sambo harus Dapat Perlindungan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 21 Agt 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, detak24.com – Polri telah menetapkan Irjen Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi sebagai tersangka pembunuhan berencana Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
     
Dosen dari Universitas Brawijaya, Maulina Pia Wulandari, menyoroti soal nasib tiga anak Sambo dan Putri. Ia menyebut ketiga anak tersebut pasti mengalami guncangan atas apa yang terjadi pada orang tuanya. Menurutnya, hal ini tentu mengubah kehidupan ketiga anak tersebut secara drastis.
     
“Dapat dibayangkan ketiga anak-anak pasangan FS dan PC pasti mengalami guncangan yang sangat hebat atas tindakan kedua orang tuanya yang telah menjadi sorotan, cercaan, dan cibiran semua warga Indonesia dan netizen sejagad maya,” kata Pia kepada wartawan, Sabtu (20/08/22).

Dia mengatakan ketiga anak Ferdy Sambo mungkin mengalami berbagai perasaan atas kasus yang terjadi. Menurutnya, mereka harus diberi perlindungan.

“Mereka bingung, panik, ketakutan, sedih, malu, dan bercampur aduk semua perasaan yang membuat mereka malu dan tidak kuat menghadapi cobaan yang dahsyat ini,” kata pakar ilmu komunikasi ini.

Pakar Universitas Brawijaya, Maulina Pia Wulandari (dok. pribadi)
Dia meminta hak anak-anak Sambo dan Putri berupa pendidikan tetap dijamin. Pia menduga ketiga anak Sambo dan Putri terdampak dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Meski ada pihak keluarga besar, dia berharap Polri hingga Komnas HAM memberikan perlindungan kepada ketiga anak tersebut.

“Saya merasa bahwa ketiga anak FS dan PS juga harus mendapatkan perlindungan dan bantuan baik dari Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komnas HAM, Komnas Perlindungan Anak Indonesia, dan Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak. Mereka merupakan ekses dari krisis yang terjadi di tubuh Polri yang tidak bisa dihindari,” tambahnya.

Menurutnya, anak-anak Sambo dan Putri tentu masih memiliki hak melanjutkan kehidupannya. Mereka disebut berhak mendapatkan pendampingan psikologis hingga perlindungan dari ancaman publik.

“Mereka tidak bersalah dan tidak boleh dipersalahkan. Mereka harus dihormati dan dilindungi hak asasinya sebagai seorang anak, seorang manusia. Mereka butuh support system yang kondusif agar mereka mampu menghadapi cobaan ini dan melanjutkan kehidupan mereka,” ujarnya.

Kasus tewasnya Brigadir J dipenuhi berbagai kejanggalan sejak awal mencuat. Brigadir J baru diketahui tewas setelah 3 hari terjadinya peristiwa penembakan pada Jumat (8/7) sore.

Pada awal kasus ini diungkap ke publik, disebutkan Brigadir J tewas usai terlibat baku tembak dengan Bharada Richard Eliezer (RE atau E) di rumah dinas Kadiv Propam Polri di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan (Jaksel).

Atas kejanggalan-kejanggalan yang muncul, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk Tim Khusus untuk membuat terangnya kasus ini. Belakangan terungkap, Brigadir J tewas ditembak dan peristiwa meninggalnya direkayasa.

Polri menetapkan lima tersangka pembunuhan berencana Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat. Di antaranya Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf.

Ferdy Sambo berperan memerintah Bharada E menembak Brigadir J dan merekayasa kasus tersebut. Sedangkan Bharada RE berperan menembak Brigadir J. Sementara itu, Bripka RR dan KM berperan ikut membantu dan menyaksikan penembakan korban.

Kelimanya dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan juncto Pasal 55 juncto 56 KUHP. Kelima tersangka juga ditahan.

Dalam kasus ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus dalam mengusut tuntas. Kejadian ini terjadi di Kompleks Polri Duren Tiga Jakarta Selatan, pada Jumat (8/7).(dtc)

Editor : Kar
     
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Komentar (14)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Alih-alih untuk Publik, Duit Pemerintah Ratusan Triliun Mengendap di Bank 

      Alih-alih untuk Publik, Duit Pemerintah Ratusan Triliun Mengendap di Bank 

      • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
      • account_circle Redaksi
      • 0Komentar

      JAKARTA, detak24com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti temuan mengejutkan. Dana milik pemerintah pusat senilai Rp 285,6 triliun diduga disimpan dalam bentuk deposito di berbagai bank nasional. Ia heran mengapa dana sebesar itu tidak digunakan untuk kepentingan publik, dan malah dibiarkan mengendap. “Agak aneh, kalau saya mau kritik-kritik. Pemerintah pusat banyak duitnya, ya. Desember […]

    • PERIHAL 9 Hakim MK Dipolisikan, DPR: Tak Perlu Pidana – Cukup Konfirmasi

      PERIHAL 9 Hakim MK Dipolisikan, DPR: Tak Perlu Pidana – Cukup Konfirmasi

      • calendar_month Jumat, 3 Feb 2023
      • account_circle Redaksi
      • 11Komentar

      JAKARTA, detak24.com – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Gerindra, Habiburokhman mengomentari perihal 9 hakim MK dipolisikan. Menurutnya itu hak warga negara, akan tetapi lebih baik tak dibawa ke ranah pidana. “Membuat laporan polisi tentu hak warga negara, kita persilakan saja. Tapi sebagai orang hukum, terus terang saya bingung apa argumentasi ilmiah laporan terhadap para […]

    • TUNISHA SHARMA Gantung Diri di Lokasi Syuting

      TUNISHA SHARMA Gantung Diri di Lokasi Syuting

      • calendar_month Minggu, 25 Des 2022
      • account_circle Redaksi
      • 13Komentar

      ARTIS Bollywood Tunisha Sharma dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu, 24 Desember 2022 di lokasi syuting acaranya di India. Walau sempat di larikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak terselamatkan. Dilansir dari Bollywoodhungama, Tunisha Sharma meninggal dunia karena bunuh diri dengan cara gantung diri di ruang rias. Dalam serial Ali Baba: Dastan-E-Kabul, Tunisha Sharma berperan sebagai Maryam, sebelumnya […]

    • KORBAN Tewas Akibat Erupsi Marapi Merupakan Mahasiswa UIR

      KORBAN Tewas Akibat Erupsi Marapi Merupakan Mahasiswa UIR

      • calendar_month Selasa, 5 Des 2023
      • account_circle Redaksi
      • 0Komentar

      BUKITTINGGI, detak24com – Muhammad Adan (21) menjadi satu korban tewas akibat erupsi Marapi. Adan merupakan mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) Pekanbaru. Ia dinyatakan meninggal dunia setelah dievakuasi ke RSAM Bukittinggi, Senin (04/12/23) sekitar pukul 17.45 WIB petang. Direktur RSAM Bukittinggi Busril mengatakan, jasad Adan cepat dikenali setelah keluarga mengenali ciri-ciri korban. Sementara itu, Kepala Markas […]

    • TOBAT! Gaek Ubanan di Siakhulu Kampar Obok-obok Bocah 4 Tahun

      TOBAT! Gaek Ubanan di Siakhulu Kampar Obok-obok Bocah 4 Tahun

      • calendar_month Jumat, 9 Des 2022
      • account_circle Redaksi
      • 20Komentar

      SIAKHULU, detak24.com – Polsek Siak Hulu meringkus seorang kakek berusia 67 tahun. Ia diduga melakukan pencabulan terhadap balita 4 tahun.  Pelaku berinisial JF (67) warga Kecamatan Siak Hulu. Tersangka melakukan aksinya di gudang spring bad di Kecamatan Siak Hulu. Sementara, barang bukti yang diamankan baju yang dipakai korban saat kejadian, uang Rp2000 serta foto copy […]

    • Ilustrasi

      Pengungsi Rohingya Kabur Lagi dari Pekanbaru, Diduga ke Malaysia

      • calendar_month Rabu, 13 Jul 2022
      • account_circle Redaksi
      • 12Komentar

      Pekanbaru, detak24.com –  Pengungsi Rohingya yang ditampung di Wisma Tazkia Pekanbaru kembali kabur. Diduga, pencari suaka itu menyeberang ke Malaysia. Menurut Kepala Badan Kesbangpol Kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian, dikutip Rabu (13/07/22) satu keluarga pengungsi Rohingya di Wisma Tazkia meninggalkan tempat pengungsian dan hingga kini belum juga kembali. Diduga mereka kabur mengikuti jejak pengungsi lainnya yang […]

    expand_less