Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Dumai » Kemplang Pajak, DPW ALUN Riau Desak Pemko Dumai Tindak Pengusaha Galian C Nakal

Kemplang Pajak, DPW ALUN Riau Desak Pemko Dumai Tindak Pengusaha Galian C Nakal

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUMAI, detak24com – Aktivitas Galian C di Kota Dumai, tampaknya makin leluasa pasca mengantongi izin pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).

Informasi terangkum, ada 5 perusahaan galian C di Kota Dumai yang aktif. Yakni, PT Mitra Bandar Bertuah, CV Putra Juang Abadi, CV Bumi Tambang Gemilang, PT Primadona Ulirideafry dan terakhir PT Bento Jaya Persada, telah memiliki perizinan yang lengkap untuk operasi dengan ketentuan peraturan berlaku, yang dikeluarkan dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau.

Hasil investigasi Dewan Pimpinan Kota (DPK) Apresiasi Lingkungan & Hutan Indonesia (ALUN) Dumai, pemerintah masih kurang optimal dalam penarikan pajak daerah terhadap sektor tambang non logam seperti galian C. Bahkan dikabarkan dari 5 perusahaan Galian C di Kota Dumai ini, diduga ada 3 perusahaan tak pernah membayar pajak daerah.

Fenomena aktivitas Galian C di Kota Dumai ini, sebelumnya acap menjadi ‘bulan-bulanan’ pemberitaan media massa. Diketahui bahwa izin pertambangan MBLB, sebelumnya dikeluarkan kementerian di pusat dan baru dilimpahkan ke provinsi sejak tahun 2022.

“Informasi yang kami terima, ada beberapa pemilik izin Galian C di Kota Dumai ini tak membayarkan pajak MBLB ke pemerintah daerah. Dalam waktu dekat, kami akan menyurati Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) selaku instansi berwewang terkait pajak daerah Kota Dumai,” kata Ketua DPK ALUN Dumai Edriwan, dalam siaran persnya, Jumat (07/02/25).

Di tempat terpisah, Ketua DPW ALUN Provinsi Riau Ir Ferdinand, menambahkan bahwa pemerintah pusat telah menerbitkan Undang-Undang Nomor 1 tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dengan Daerah (UU HKPD).

Adapun dalam aturan tersebut, Ferdinan juga menyebutkan bahwa Pemerintah Kota Dumai sudah memiliki Perda tentang Pajak Daerah dan Perda tentang Retribusi Daerah dan juga sanksi.

“Sanksi atas ketidakpatuhan pembayaran Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) yakni berupa denda administratif, denda keterlambatan dan hingga sanksi pidana,” ujar Ketua DPW ALUN Riau menjelaskan.

Dijelaskannya, sanksi administratif merupakan denda administratif berupa kenaikan sebesar 25% dari pokok pajak yang terutang. Selanjutnya, denda administratif berupa bunga sebesar 2% per bulan dari pajak yang kurang atau terlambat dibayar.

Terkait sanksi keterlambatan, yakni denda berupa denda tambahan bunga dan denda sesuai peraturan yang berlaku. Terakhir, sanksi pidana yakni pemerintah dapat menjatuhkan sanksi pidana bagi pengemplang pajak yaitu para pemilik izin yang abai dalam menjalankan kewajiban.

“Kami berharap agar pemerintah daerah tegas dalam mengambil tindakan, apalagi ini terkait PAD. Mereka (pengusaha Galian C, red) itu telah meraup keuntungan dari kegiatan pengambilan mineral bukan logam dan batuan dimanfaatkan secara komersial,” harapnya.

Terkait pajak MBLB yang notabene menjadi kewajiban pemilik izin Galian C ini di Kota Dumai ini, menggunakan sistem self assessment.

“Artinya mereka memiliki wewenang menghitung sendiri besaran pajak terutang yang perlu dibayarkan. Jika benar hal ini diabaikan para pengusaha Galian C, kami minta Pemko Dumai untuk menutup operasi sementara sebelum pajak ini dibayarkan,” tukas Ferdinan.

Hasil investigasi dan informasi terangkum DPK ALUN, besaran pajak MBLB ini berkisar ratusan juta perbulan dari salah satu pemilik izin Galian C di Kota Dumai. Terkait informasi ada 3 perusahaan pemilik Galian C di Dumai, tak pernah membayar pajak dan bahkan sejak beroperasi, Ferdinan tampak berang.

“Kami mendesak Pemko Dumai melalui Bapenda untuk menghitung ulang besaran pajak MBLB. Bagi pengusaha Galian C pengemplang pajak, jika perlu laporkan ke Dinas ESDM Provinsi Riau untuk dibekukan perizinannya,” tegas Ferdinan.

Diketahui, pajak MBLB terutang ini saat kegiatan pengambilan mineral bukan logam dan batuan dimanfaatkan secara komersial. Wajib pajak yang tidak menyampaikan SPTPD atau mengisi dengan tidak benar dapat dipidana kurungan paling lama 1 tahun.

Selanjutnya, tim investigasi DPK ALUN Dumai ini juga menemukan adanya dugaan lokasi Galian C ilegal dan penyalahgunaan izin. Kurangnya pengawasan dan wewenang instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup di Kota Dumai, diduga menjadi indikator dikarenakan pengawasan ini berada di bawah naungan instansi Pemerintah di Provinsi Riau.

Terakhir, salah satu pemilik Galian C di Kota Dumai, dari informasi terangkum diduga telah melakukan pegemplangan pajak hingga miliaran rupiah. Parahnya lagi, salah satu pengemplang pajak MBLB ini diduga seorang pemuka masyarakat di Kota Dumai.

“Kami mendesak agar pemerintah maupun aparat penegak hukum tak pandang bulu. Semua orang sama di hadapan hukum,” pungkas Ferdinan.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Dumai Fahmi Rizal belum dapat dimintai keterangan. Dugaan kontak WhatsApp +62 853-6333-xxx milik calon kuat Sekdako Dumai ini sudah berganti nomor. (*)

Sumber : Rilis DPK ALUN Dumai

Editor : Kar 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nyeleneh, Pikap Durian Lawan Arus di Tol Permai 

    Nyeleneh, Pikap Durian Lawan Arus di Tol Permai 

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Supir mobil pickup durian berjenis L300 dengan nomor polisi D8927 DF melawan arus di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (Permai), Jumat (21/02/25). Peristiwa tersebut terjadi di pintu gerbang tol Pekanbaru dan sempat terekam oleh pengemudi kendaraan yang melaju dari arah Dumai menuju Pekanbaru. Video rekaman tersebut kemudian diunggah ke media sosial dan viral. “Ini […]

  • Tol Padang-Sicincin Dibuka Selama Mudik Lebaran 2025, Ini Kriterianya 

    Tol Padang-Sicincin Dibuka Selama Mudik Lebaran 2025, Ini Kriterianya 

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – PT Hutama Karya mengoperasikan tiga ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), mulai 24 Maret hingga 10 April 2025, setiap hari pada pukul 08.00-17.00 WIB. Hal tersebut sebagai langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang diprediksi akan meningkat signifikan, selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2025. Adapun tiga ruas tol yang […]

  • HASIL Sidang Isbat Puasa Ramadhan Diumumkan Rabu Petang

    HASIL Sidang Isbat Puasa Ramadhan Diumumkan Rabu Petang

    • calendar_month Rabu, 22 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    detak24com – Kapan awal puasa Ramadhan di Indonesia kerap jadi pertanyaan yang seringkali diperbincangkan di antara umat Muslim. Untuk menjawabnya, Kementerian Agama menggelar hasil sidang Isbat puasa Ramadhan 1444 H yang diselenggarakan pada Rabu (22/03/23) sore. Penentuan awal puasa 2023 di Indonesia didasarkan pada pengamatan hilal atau bulan sabit. Pada 2023 ini, Kementerian Agama melakukan […]

  • DPK ALUN Dumai Support Sanksi Tegas Perusahaan Kelapa Sawit Tanpa HGU

    DPK ALUN Dumai Support Sanksi Tegas Perusahaan Kelapa Sawit Tanpa HGU

    • calendar_month Kamis, 31 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid fokus menertibkan 537 perusahaan perkebunan sawit tanpa HGU. Hal tersebut dapat support penuh dari ALUN Dumai. Disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Kota Apresiasi Lingkungan & Hutan Indonesia (DPK ALUN) Dumai, Edriwan, pihaknya mengapresiasi inisiasi Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid atas langkah penertiban perusahaan perkebunan sawit tanpa izin. Menurutnya, Kota […]

  • BAHAYA! Sepanjang 482 Km Pantai Riau Terdampak Abrasi, Terparah di Bengkalis dan Meranti

    BAHAYA! Sepanjang 482 Km Pantai Riau Terdampak Abrasi, Terparah di Bengkalis dan Meranti

    • calendar_month Selasa, 27 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 12Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau Makmun Murod menyebut hilangnya ekosistem mangrove di kawasan pesisir timur pulau Sumatra, menyebabkan abrasi parah. Kondisi abrasi terparah di wilayah Riau,  di antaranya terjadi di pesisir pantai Kabupaten Bengkalis, serta  dan Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.  “Abrasi yang terjadi sudah menggerus ekosistem gambut yang ada. […]

  • Sampan Tenggelam, Pemancing Hilang di Pasir Penyu Inhu

    Sampan Tenggelam, Pemancing Hilang di Pasir Penyu Inhu

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    INHU, detak24com –  Seorang pemancing, Septian (23) hilang setelah sampannya tenggelam di Sungai Indragiri, Kamis (18/07/24).  Kondisi membahayakan manusia kembali terjadi di Sungai Indragiri, Kecamatan Pasir Penyu, Inhu. Kepala Basarnas Pekanbaru Budi Cahyadi mengatakan, pihaknya awalnya mendapatkan laporan bahwa telah terjadi sampan tenggelam di lokasi kejadian. “Berdasarkan laporan tersebut, tim SAR langsung diturunkan ke lokasi […]

expand_less