Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ekonomi Bisnis » Kelas Menengah Makin Terjepit : Gaji Pas-pasan-Utang Kian Menumpuk, Apalagi Warga Kurang Mampu 

Kelas Menengah Makin Terjepit : Gaji Pas-pasan-Utang Kian Menumpuk, Apalagi Warga Kurang Mampu 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DETAK24COM – Kelompok kelas menengah kini berada di posisi serba salah. Banyak dari mereka bergaji pas-pasan, namun dianggap “tidak cukup miskin” untuk mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.

Akibatnya, tak sedikit masyarakat kelas menengah yang terpaksa menguras tabungan atau berutang demi memenuhi kebutuhan hidup. Pada akhirnya, gaji yang stagnan habis hanya untuk membayar cicilan dan biaya sehari-hari.

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad menilai fenomena meningkatnya utang di kalangan kelas menengah terlihat dari melonjaknya jumlah pinjaman online (pinjol) serta pengeluaran konsumsi masyarakat.

Jumlah masyarakat yang mengakses pinjaman online semakin tinggi, begitu pula total utang mereka. Sementara pertumbuhan kredit UMKM justru menurun,” kata Tauhid, Senin (6/10/2025).

Menurutnya, tren ini menunjukkan bahwa banyak kelas menengah kini bergantung pada pembiayaan hanya untuk konsumsi, bukan untuk investasi atau usaha.

“Kredit UMKM trennya berkebalikan dengan pinjol. Walau rasio kredit macet (NPL) pinjol di bawah 3%, trennya terus naik. Ini menandakan kelas kelas menengah makin sulit,” ujarnya.

Tauhid juga mengutip data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang memperlihatkan perlambatan pertumbuhan tabungan masyarakat. Tabungan di bawah Rp100 juta hanya tumbuh 11,9% pada periode Juli 2021–Juli 2024, turun dibandingkan pertumbuhan 26,3% pada Juli 2016–Juli 2019.

Begitu pula dengan tabungan Rp100 juta–Rp200 juta yang pertumbuhannya merosot dari 29,4% menjadi 13,3% di periode yang sama.

“Simpanan di bawah Rp100 juta makin lama makin turun. Artinya kemampuan daya tahan mereka terhadap kenaikan biaya hidup semakin melemah,” papar Tauhid.

Fenomena lain yang mencerminkan tekanan kelas menengah adalah meningkatnya porsi pengeluaran untuk makanan.

“Kalau konsumsi makanan semakin tinggi, berarti pengeluaran untuk non-makanan makin kecil. Itu tanda daya beli menurun, karena kelas menengah sehat justru punya porsi lebih besar untuk non-makanan,” jelasnya.

Pandangan serupa disampaikan Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira. Ia menilai lonjakan industri pinjol dan meningkatnya jumlah masyarakat yang menggadaikan barang menunjukkan betapa terdesaknya kelas menengah.

“Data OJK mencatat outstanding pinjol naik 651% dalam periode 2020–2025. Sementara masyarakat yang menggadaikan barang meningkat 66% dalam lima tahun terakhir. Kalau tidak ke pegadaian ya ke pinjol se-desperate itu kelas menengah,” ungkap Bhima.

Fenomena ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk memperhatikan kembali daya beli dan kesejahteraan masyarakat. Sebab, kelompok ini menjadi penopang utama konsumsi.

Jika kelas menengah makin terjepit, alhasil warga kurang mampu kian sengsara. Tentunya, tidak semua warga yang mau menerima bantuan dan memilih hidup apa adanya, dikutip dari detikcom. (Red)

Editor : kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tersangka pemilik 11 gram sabu di Kubu, Rohil

    Pria Paruhbaya di Rohil Ditangkap Polisi, Apo Pasal?

    • calendar_month Sabtu, 16 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    Rohil, detak24.com – Seorang pria paruhbaya bernama Mahdianto Nasution alias Anto (51) diringkus pihak berwajib saat berada di jalan lintas PU Pesisir, Kepenghuluan Teluk Piyai, Kubu Rokanhilir. Ia kedapatan menyimpan 11 gram sabu di dapur rumahnya. Penangkapan tersangka dilakukan oleh Tim Opsnal Polsek Kubu Polres Rohil, Jumat 22/ 2022 sekitar ukul 20.00 WIB. Bersamaan dengan […]

  • Ciduk Tiga Pengedar, Polisi Bongkar Sindikat Narkotika di Buluhala Dumai 

    Ciduk Tiga Pengedar, Polisi Bongkar Sindikat Narkotika di Buluhala Dumai 

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Satresnarkoba Polres Dumai ringkus tiga pengedar sabu di Jalan Salam, Buluhala, Kelurahan Sungai Giniot Dumai. Informasi dirangkum Rabu (19/02/25), aparat mengungkap sindikat narkotika jenis sabu di Jalan Salam, Buluhala pada Minggu (16/02/25) malam. Dalam operasi ini, polisi mengamankan tiga tersangka dengan sejumlah barang bukti. Kapolres Dumai AKBP Hardi Dinata H SIK melalui […]

  • Habib Bahar Bin Smith Jadi Tersangka Lagi!

    Habib Bahar Bin Smith Jadi Tersangka Lagi!

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    Bandung (DETAK24.com) – Polda Jawa Barat (Jabar) resmi menetapkan Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka kasus penyebaran berita bohong. Bahar jadi tersangka usai diperiksa penyidik. Polisipun mengantongi dua alat bukti untuk menjeratnya “Fakta penyidikan dan pemeriksaan hari ini penyidik mendapatkan dua alat bukti yang sah serta didukung barang bukti. Sehingga penyidik meningkatkan status hukum BS […]

  • Banjir dan Longsor Aceh Renggut 14 Nyawa, Puluhan Ribu Orang Mengungsi 

    Banjir dan Longsor Aceh Renggut 14 Nyawa, Puluhan Ribu Orang Mengungsi 

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    ACEH, detak24com – Bencana banjir dan tanah longsor di Aceh meluas membuat 119.998 jiwa terdampak dan 20.759 orang mengungsi. Sementara, 14 orang meninggal dunia. Data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), bencana banjir kini menerjang 16 kabupaten/kota. Baca juga : Terus Bertambah, Banjir dan Longsor Sumut Renggut 43 Nyawa  Masing-masing di Kabupaten Pidie, […]

  • GEMPA CIANJUR : 46 Tewas, 700 Lebih Kritis

    GEMPA CIANJUR : 46 Tewas, 700 Lebih Kritis

    • calendar_month Senin, 21 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    JAKARTA, detak24.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan data terkini korban meninggal imbas gempa bumi magnitudo (M) 5,6 di Cianjur. Total sampai saat ini ada 46 orang meninggal dunia dan 700-an orang terluka. “Sekarang sudah ada 46 orang yang meninggal dunia dan sudah ada di RSUD Kabupaten Cianjur, dan kurang lebih 700-an orang luka-luka,” kata Kepala […]

  • VIRAL TWITTER : Anak Pejabat Pajak Berharta Rp 56 M Aniaya Warga 

    VIRAL TWITTER : Anak Pejabat Pajak Berharta Rp 56 M Aniaya Warga 

    • calendar_month Kamis, 23 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    JAKARTA, detak24.com – Warga Jakarta Selatan berinisial D  menjadi korban penganiayaan oleh pengemudi mobil Rubicon dan teman-temannya jadi viral Twitter. Pasalnya, pelaku anak pejabat pajak Kemenkeu yang punya harta Rp 56 M. Identitas pelaku bernama Mario Dandy Satriyo anak pejabat Pajak berharta Rp 56 M itu viral di media sosial. Dalam utas yang dibuat akun twitter […]

expand_less