DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Kawanan Gajah Liar Mengamuk di Minas, Mess Security dan Motor Hancur

Kawanan gajah liar masuk perumahan PT Arara Abadi di Minas, Siak. f : ist

SIAK, detak24com – Insiden menegangkan terjadi saat kawanan gajah liar masuk perumahan PT Arara Abadi di Minas, Siak. Mess security hingga motor karyawan hancur diinjak-injak hewan berbelalai panjang itu.

Kawanan gajah liar memasuki kawasan perumahan karyawan PT Arara Abadi di Distrik Tapung, Kampung Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, pada Sabtu (21/02/26) dinihari hari hingga Ahad (22/02/25) pagi.

Peristiwa itu mengakibatkan kerusakan pada bangunan mess keamanan  (security) serta sejumlah kendaraan roda dua milik karyawan.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengatakan, pihak kepolisian langsung melakukan pemantauan serta koordinasi dengan perusahaan dan instansi terkait guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali.

“Berdasarkan laporan dari Polsek Minas, kawanan gajah berjumlah sekitar 11 ekor memasuki area perumahan karyawan sekitar pukul 07.00 WIB. Hewan tersebut sempat mendorong dan merobohkan tembok mess security serta merusak tiga unit sepeda motor yang terparkir,” ujar Kapolres, Ahad (22/02/26).

Ia mengatakan, kejadian sebenarnya telah berlangsung sejak Sabtu dini hari pukul 02.00 WIB, ketika kawanan gajah terdeteksi berada di sekitar area konsesi.

Situasi mulai kondusif setelah pukul 09.30 WIB, saat kawanan gajah kembali memasuki hutan dan meninggalkan permukiman karyawan.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kami tetap mengimbau masyarakat dan pihak perusahaan untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah yang berbatasan langsung dengan habitat satwa liar,” kata Sepuh.

Sepuh menegaskan, fenomena gajah memasuki permukiman bukan sekadar persoalan keamanan, tetapi juga mencerminkan dinamika ekosistem dan ruang jelajah satwa yang semakin beririsan dengan aktivitas manusia.

Oleh karena itu, ucap Sepuh, pendekatan yang diterapkan bersifat preventif dan mitigasi, bukan semata-mata represif. Ia mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat dan perusahaan, untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kepanikan atau membahayakan satwa.

“Jika gajah kembali bergerak mendekati permukiman, segera laporkan kepada pihak berwenang agar penanganannya bisa dilakukan secara terukur,” imbaunya.

Hingga saat ini, jajaran Polsek Minas bersama pihak terkait masih memantau situasi di sekitar lokasi kejadian guna memastikan keamanan warga dan kelancaran aktivitas perusahaan, dikutip dari cakaplah. (*)

Editor : kar