Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Dumai » Jaksa Tuntut Koruptor Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai 9,5 Tahun 

Jaksa Tuntut Koruptor Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai 9,5 Tahun 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUMAI, detak24com – Seorang terdakwa kasus dugaan korupsi proyek rehabilitasi gedung Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Dumai dituntut 9,5 tahun penjara. Sementara, tuntutan tiga pelaku lainnya masing-masing berbeda.

Para terdakwa adalah Dwi Hertanto selaku Koordinator sekaligus Penanggung Jawab Kegiatan serta Ketua Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) proyek, Bambang Suprakto selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Selanjutnya, Syaifuddin selaku Direktur Utama PT Sahabat Karya Sejati (SKS) yang merupakan rekanan pelaksana proyek. Terdakwa keempat yakni Muhammadyah Djunaid merupakan pemilik modal.

Para terdakwa bersalah sebagaimana Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidama.

Tuntutan tertinggi diberikan JPU Frederic Daniel Tobing dan Dwi Joko Prabowo kepada Muhammadyah Djunaid, pemilik modal yang diduga menerima keuntungan terbesar dari proyek tersebut.

“Menuntut terdakwa Muhammadyah Djunaidi dengan pidana penjara selama 9 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 500 juta atau subsider 5 bulan kurungan,” ujar JPU pada persidangan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Senin (24/11/25) petang.

Selain penjara, Djunaidi diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 4,6 miliar. Jika satu bulan setelah putusan inkrah, terdakwa tidak mengembalikan, harta bendanya disita dan dilelang untuk mengganti.

“Jika tidak mencukupi, terdakwa mengganti dengan penjara selama 5 tahun,” tegas jaksa.

Syaifuddin, Direktur Utama PT Sahabat Karya Sejati (SKS), dituntut 9 tahun penjara, denda Rp 500 juta subsider 3 bulan, serta uang pengganti Rp 127 juta subsider 4,5 tahun penjara.

Kemudian, Dwi Hertanto selaku Koordinator sekaligus Penanggung Jawab Kegiatan dan Ketua PPHP, dan Bambang Suprapto, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dituntut masing-masing 8 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 500 juta subsider 3 bulan.

Atas tuntutan itu, penasehat hukum terdakwa Muhammadyah Djunaid, Husein Rahin menyatakan keberatan terkait tingginya tuntutan. “Kami tidak sependapat dengan tuntutan jaksa penuntut umum. Karena itu, kami akan mengajukan nota pembelaan (pledoi) pada sidang mendatang,” ujarnya.

Perbuatan korupsi berawal ketika Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Badan Riset Sumber Daya Manusia (BRSDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan mendapat anggaran Rp 20.520.574.000 untuk kegiatan Pembangunan Gedung Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Dumai yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2017.

Berdasarkan hasil lelang yang dilakukan oleh Bambang Suprakto, PT Sahabat Karya Sejati (SKS) ditunjuk sebagai pemenangnya. dengan nilai kontrak sebesar Rp18.338.598.000. Dengan masa waktu pelaksanaan kegiatan selama 120 hari kalender.

Namun dalam perjalanannya, proyek ini ternyata tidak dilaksanakan sesuai dengan kontrak kerja yang telah disepakati. Menurut JPU, keempat terdakwa memiliki peran berbeda yang mengakibatkan timbulnya kerugian negara dalam proyek tersebut.

Disebutkan JPU, Dwi Hertanto selaku Koordinator/Penanggung Jawab Kegiatan tidak melakukan monitoring dan kontrol terhadap perkembangan pekerjaan, permasalahan, percepatan pekerjaan, penyelesaian masalah dan tindak lanjut secara benar.

Terdakwa selaku Ketua Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) tidak melakukan pemeriksaan/pengujian atas hasil kegiatan Pembangunan Gedung Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai dengan memperhatikan ketentuan yang tercantum dalam kontrak secara benar dan menerima hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak.

Kemudian Bambang Suprakto selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), tidak mengendalikan pelaksanaan Kontrak, sehingga mengakibatkan kegiatan Pembangunan Gedung Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai tidak dilaksanakan oleh terdakwa Syaifuddin sebagai Direktur Utama PT SKS selaku Penyedia, melainkan dilaksanakan oleh pihak lain.

Bambang juga lalai yang mengakibatkan personel yang melakukan pengawasan kegiatan Pembangunan Gedung Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai bukan merupakan personel Jasa Konsultan Pengawas PT Virama Karya Cabang Kalimantan sebagaimana tercantum dalam Kontrak.

Akibatnya, pelaksanaan proyek Pembangunan Gedung Politeknik Kelautan dan Perikanan tidak sesuai spesifikasi teknis dan volume sebagaimana kontrak kerja.

Bambang juga tidak menguji kebenaran, keabsahan serta akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti mengenai hak tagih kepada negara, sehingga pembayaran dilakukan tidak sesuai dengan pekerjaan yang telah terpasang, dikarenakan pelaporan progres pekerjaan yang diajukan dalam pencairan setiap termin tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Sementara Syaifuddin selaku rekanan dinilai JPU melanggar hukum karena turut memanipulasi agar perusahaan PT Sahabat Karya Sejati seolah-olah memenuhi persyaratan kualifikasi sebagai penyedia.

Syaifuddin mengalihkan seluruh pelaksanaan kegiatan Pembangunan Gedung Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai ke pihak lain yakni kepada Muhammadyah Djunaid, saksi Abdul Rohim Mustafa dan saksi Yuli Isntanto.yang tidak sesuai dengan ketentuan kontrak.

“Terdakwa Syaifuddin menerima keuntungan pembayaran kegiatan per termin yang dilaksanakan tidak sesuai dengan progres pekerjaan yang sebenarnya,” ungkap JPU.

Sementara, Muhammadyah Djunaid dinilai telah memanipulasi agar perusahaan PT Sahabat Karya Sejati seolah-olah memenuhi persyaratan kualifikasi sebagai Penyedia. Kemudian, terdakwa mengalihkan seluruh pelaksanaan kegiatan Pembangunan Gedung dari Syaifuddin kepada Abdul Rohim Mustafa dan saksi Yuli Isntanto.

Muhammadyah Djunaidi juga turut menerima keuntungan pembayaran kegiatan per termin yang dilaksanakan tidak sesuai dengan progres pekerjaan yang sebenarnya.

Akibat perbuatan para terdakwa itu, berdasarkan hasil audit BPKP Provinsi Riau ditemukan kerugian negara sebesar Rp 6.080.234.275, dikutip dari cakaplah. (Red)

Editor : kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pekanbaru Berkabut, Jarak Pandang Berkisar 500 Meter

    Pekanbaru Berkabut, Jarak Pandang Berkisar 500 Meter

    • calendar_month Selasa, 4 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 22Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Kondisi pada Selasa (04/10/22) pagi di Pekanbaru terpantau jarak pandang cukup terbatas. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), jarak pandang hanya 500 meter. Menurut Forecaster on Duty BMKG Stasiun Pekanbaru Bibin Sulianto saat dihubungimengatakan, penyebab jarak pandang terbatas bukan karena asap tapi itu adalah kabut. Kabut ini disebabkan oleh […]

  • BIADAB! Oknum Polisi Perkosa Bocah SMP hingga Pingsan, Korban Dipaksa Tenggak Miras

    BIADAB! Oknum Polisi Perkosa Bocah SMP hingga Pingsan, Korban Dipaksa Tenggak Miras

    • calendar_month Minggu, 9 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • 21Komentar

    MALUKU, detak24com – Satuan Reskrim Polres Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, menetapkan Bripda BJL sebagai tersangka persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Dikutip dari Viva.co.id, Ahad (09/07/23), Kasat Reskrim Polres Kepulauan Tanimbar Iptu Handry Dwi Azhari  mengatakan, kasus pencabulan terhadap siswi SMP ini dilaporkan orang tua korban kepada polisi pada 13 Juni 2023 lalu. “Pada 13 […]

  • Johnny NCT Foto Bareng Gigi Hadid, Netizen Histeris

    Johnny NCT Foto Bareng Gigi Hadid, Netizen Histeris

    • calendar_month Rabu, 4 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    PERSONEL boyband asal Korea Johnny NCT tampil memukau saat menghadiri Met Gala 2022. Memakai setelan jas serba hitam rancangan desainer Peter Do, namanya sontak menjadi perbincangan hingga trending di Twitter. Netizen dibuat histeris saat ia foto bareng dengan supermodel dunia Gigi Hadid. Personel NCT itu memang berada di New York selama beberapa hari terakhir. Kedatangan […]

  • KAPAL Terbakar di Kuala Kampar Pelalawan, Seorang ABK Hilang

    KAPAL Terbakar di Kuala Kampar Pelalawan, Seorang ABK Hilang

    • calendar_month Selasa, 12 Des 2023
    • account_circle Redaksi
    • 3Komentar

    PELALAWAN, detak24com – Satu unit kapal terbakar saat berlayar di perairan Pulau Rusah, Pelalawan. Seorang ABK dinyatakan hilang, 10 orang selamat. Tim SAR gabungan diterjunkan melakukan pencarian ABK kapal terbakar bernama Rusli (47), ABK TB Bina Sarana 82 yang terjun ke perairan Pulau Rusah, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan. Rusli dilaporkan terjun ke laut saat […]

  • Spesialis Maling Bongkar Kedai Harian di Simpang Impah Tanah Putih, Gasak Beras hingga Tabung Gas 

    Spesialis Maling Bongkar Kedai Harian di Simpang Impah Tanah Putih, Gasak Beras hingga Tabung Gas 

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    ROHIL, detak24com – Tim Resmob Sat Reskrim Polres Rohil bekuk spesialis pelaku curat (pencurian dengan pemberatan), yang beraksi di Simpang Impah, Kepenghuluan Teluk Berembun, Kecamatan Tanah Putih, Rohil. Tersangka berinisial ZK ditangkap di daerah Duri, Kabupaten Bengkalis, Senin (25/8/2025) sekitar pukul 10.00 WIB. Ia dibekuk petugas atas aksinya mencuri sejumlah barang berharga di grosir milik […]

  • PENANGKAPAN Narkoba di Bengkalis Terbaru 2023, Polisi Cokok Kurir Sabu di Stadion Duri

    PENANGKAPAN Narkoba di Bengkalis Terbaru 2023, Polisi Cokok Kurir Sabu di Stadion Duri

    • calendar_month Senin, 27 Nov 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DURI, detak24com – Penangkapan narkoba di Bengkalis terbaru 2023 kali ini, polisi menangkap kurir sabu berinisial NTA (22), dekat stadion Duri. Kapolres Bengkalis AKBP Setyo Bimo Anggoro melalui Kasat Res Narkoba Iptu Hasan Basri, Senin (27/11/23), mengatakan tersangka berinisial NTA (21), seorang karyawan swasta. Ditangkap pada Sabtu (18/11/23) sekitar pukul 21.00 WIB. Dikatakannya, informasi dari […]

expand_less