Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Nasional » GUGATAN Batas Usia Capres Cawapres Tak Bertanda Tangan, Temuan Ganjil MKMK

GUGATAN Batas Usia Capres Cawapres Tak Bertanda Tangan, Temuan Ganjil MKMK

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 3 Nov 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24com – MKMK terus memeriksa dugaan pelanggaran kode etik menyeret sembilan hakim konstitusi terkait Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023.

Putusan itu mengabulkan sebagian uji materi syarat usia capres dan cawapres yang termaktub dalam Pasal 169 huruf q UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Atas putusan tersebut, seseorang yang belum berusia 40 tahun bisa maju sebagai capres atau cawapres jika punya pengalaman sebagai kepala daerah atau pejabat lain yang dipilih melalui Pemilu.

Berkat putusan MK ini, putra sulung Presiden Joko Widodo yang juga Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka ayang baru berusia 36 tahun dapat maju sebagai cawapres Pemilu 2024.

Putusan ini pun menuai polemik dan dianggap memuat konflik kepentingan lantaran diketuk oleh Ketua MK Anwar Usman yang merupakan adik ipar Jokowi sekaligus paman dari Gibran.

Sedikitnya, ada 20 aduan yang masuk ke MK buntut putusan tersebut. Ada yang melaporkan Anwar Usman dan memintanya mengundurkan diri, ada yang melaporkan semua hakim konstitusi. Namun, ada pula yang melaporkan hakim yang menyampaikan pendapat berbeda (dissenting opinion) dalam putusan nomor 90/PUU-XXI/2023.

Sejak Selasa (31/10/2023), MKMK terus melakukan pemeriksaan terhadap aduan ini, baik ke para pelapor maupun hakim konstitusi. Meski putusan MKMK baru akan dibacakan pada 7 November 2023, telah ditemukan sejumlah hal ganjil dari pemeriksaan tersebut.

Gugatan tak bertanda tangan perkara nomor 90/PUU-XXI/2023 yang pada akhirnya dikabulkan oleh MK dimohonkan oleh seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Surakarta (Unsa) bernama Almas Tsaqibbirru.

Ternyata, baru-baru ini terungkap bahwa dokumen perbaikan permohonan tersebut tak ditandatangani kuasa hukum ataupun Almas sendiri. Temuan ini diungkap oleh Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI), salah satu pelapor dugaan pelanggaran kode etik hakim konstitusi. PBHI mendapatkan dokumen tersebut langsung dari situs resmi MK dan dipaparkan dalam persidangan.

“Kami berharap ini juga diperiksa. Kami khawatir apabila dokumen ini tidak pernah ditandatangani sama sekali, maka seharusnya dianggap tidak pernah ada perbaikan permohonan atau bahkan batal permohonannya,” ungkap Ketua PBHI Julius Ibrani yang terhubung secara daring dalam sidang di Gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (02/11/23), dikutip dari kompas.com. ***

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • POLISI Mabuk Tabrak Pagar Kantor Pemda, Ditahan di Polres Pelalawan

    POLISI Mabuk Tabrak Pagar Kantor Pemda, Ditahan di Polres Pelalawan

    • calendar_month Rabu, 17 Apr 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PELALAWAN, detak24com  – Seorang polisi mabuk diamankan Propam Polda Riau usai menabrak pagar Kantor Dinas Peternakan, Jalan Diponegoro, Pekanbaru. Mobil tersebut ternyata milik Kasat Narkoba Polres Pelalawan yang dikendarai oleh oknum polisi mabuk berinisial Bripda YI (29). Diketahui kecelakaan tersebut terjadi pada Selasa (16/04/24) sekitar pukul 04.00 WIB dinihari. Mobil Toyota Fortuner BK 1345 BI […]

  • Polisi Temukan Belasan Ribu SPPD Fiktif di Setwan DPRD Riau

    Polisi Temukan Belasan Ribu SPPD Fiktif di Setwan DPRD Riau

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Polisi menemukan belasan ribu SPPD fiktif di Setwan DPRD Riau. Fakta mengejutkan itu terungkap usai kasus naik ke tahap penyidikan. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Nasriadi mengatakan hingga kini pihaknya telah memeriksa 128 orang saksi dari kasus tersebut. Dimana 102 diperiksa saat penyelidikan dan 26 saksi lainnya diperiksa di tahap […]

  • Janda Cantik ‘Digaruk’ Saat Tidur, Ketahuan Jual Pil Setan di Kosan Jalan Pepaya Dumai 

    Janda Cantik ‘Digaruk’ Saat Tidur, Ketahuan Jual Pil Setan di Kosan Jalan Pepaya Dumai 

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Seorang janda cantik pasrah saat didatangi polisi. Begitu bangun tidur, borgol langsung dipasang di tangannya. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Dumai mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika jenis pil ekstasi di wilayah hukum Polres Dumai. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menggaruk seorang perempuan berinisial NC alias E (29) beserta 16 butir pil yang […]

  • Terpaksa Masuk Lokap, Pria di Kandis Siak Hamili Anak Gadis Orang

    Terpaksa Masuk Lokap, Pria di Kandis Siak Hamili Anak Gadis Orang

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SIAK, detak24com – Kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur terjadi di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. Pelaku FA (24) terpaksa menghuni lokap karena menghamili anak gadis orang. Kapolsek Kandis Kompol David Richardo kepada wartawan di Mapolsek Kandis membenarkan tindakan tersebut. Setelah menerima laporan dari orangtua korban, pihaknya langsung menangkap tersangka. “Benar, ada tindak pidana persetubuhan […]

  • PARTAI UMMAT DPD Riau Optimis Jadi Peserta Pemilu 2024, Gugatan Dikabulkan KPU

    PARTAI UMMAT DPD Riau Optimis Jadi Peserta Pemilu 2024, Gugatan Dikabulkan KPU

    • calendar_month Rabu, 21 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Gugatan Partai Ummat akhirnya dikabulkan oleh KPU. Artinya, gugatan yang dilayangkan agar Partai Ummat besutan Amien Rais itu memungkinkan bisa menjadi peserta Pemilu 2024. Sebelumnya, Partai Ummat disebut tak memenuhi syarat di beberapa kabupaten kota di Sulawesi Utara (Sulut) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Dengan dikabulkan gugatan itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) […]

  • 1 Syawal 1443 H Jatuh pada 2 Mei 2022, Sidang Isbat

    1 Syawal 1443 H Jatuh pada 2 Mei 2022, Sidang Isbat

    • calendar_month Minggu, 1 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    Jakarta, detak24.com — Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1443 H/2022 M jatuh pada, Senin (02/05/22). Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, di Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin No. 6, Jakarta, Ahad (01/05/22). “Sidang isbat secara bulat menetapkan 1 Syawal 1443 H jatuh pada hari Senin, 2 Mei […]

expand_less