Goro Massal, Dua Ribuan Warga Pekanbaru Sulap Parit Jadi Bebas Banjir
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 20 Jun 2024
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PEKANBARU, detak24com – Lebih dari 2000 wargamengikuti goro massal Pemko Pekanbaru bersama Pemprov Riau dalam rangka hari jadi Kota Pekanbaru ke-240.
Terdapat enam lokasi utama yang menjadi fokus goro massal kali ini. Yang mana tiap lokasi tersebut merupakan daerah rawan banjir.
Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution mengatakan, enam lokasi yang menjadi titik utama dalam goro massal kali ini merupakan daerah yang sering dikeluhkan oleh masyarakat terkait genangan air maupun drainase yang tersumbat.
“Gotong royong ini kan ada di beberapa titik, yang besar itu ada 6 titik yaitu di pasar pagi Arengka, Jalan HR Soebrantas, kemudian ada di Arifin Ahmad, Jalan Riau, Kaharudin Nasution dan ada juga di Rumbai, nah itu titik-titik besar yang biasa dikeluhkan oleh masyarakat tentang genangan air, maupun gorong-gorong yang tersumbat. Makanya kita tetapkan di situ,” ujar Indra usai melaksanakan apel persiapan bakti sosial antara Pemko Pekanbaru dan Pemprov Riau, Kamis (20/6/2024).
Lebih lanjut dikatakan Indra, peserta gotong royong kali ini tidak hanya di enam lokasi itu saja tetapi di setiap kecamatan dan kelurahan yang ada di Kota Pekanbaru juga mengadakan kegiatan gotong royong bersama.
“Peserta gotong royong kita itu bukan hanya itu, disetiap kecamatan juga melakukan gotong royong, kecamatan, kelurahan dan lain-lain itu ada,” ungkapnya.
Sementara untuk jumlah peserta yang mengikuti kegiatan aksi gotong royong massal ini, diungkapkan Indra lebih dari 2000 peserta terlibat dalam gotong royong di enam titik besar yang telah di tetapkan.
“Kalau dilihat dari jumlahnya itu tadi yang 6 titik besar itu ada sekitar 2000 orang karena rata-rata setiap titik itu lebih kurang 300 sampai 350 orang yang melakukan gotong royong. Kemudian yang di kecamatan dan kelurahan saya kira lebih banyak lagi tidak akan kurang dari 10 ribu masyarakat yang mungkin ikut gotong royong di kota Pekanbaru ini,” jelasnya.
Dirinya ingin apa yang selama ini menjadi keluhan masyarakat terkait genangan air dan drainase yang tersumbat dapat terjawab melalui kegiatan gotong royong ini. Sebab menurut Indra jika hanya mengharapkan pemerintah tentu akan sulit mengatasi permasalahan yang ada.
“Intinya tentu kita ingin apa yang dikeluhkan masyarakat ini kita jawab dengan kebersamaan karena tanpa keperdulian masyarakat itu pemerintah tidak bisa apa-apa, pemerintah itu tidak super power untuk bisa menyelesaikan semua permasalahan yang ada tanpa dukungan dari masyarakat itu sendiri,” tutupnya, dikutip detak24com dari halloriau. (“)
Editor : Kar
Terima kasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com











