DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Belasan Tewas-Puluhan Orang Tertimbun, Banjarnegara dan Cilacap Dilanda Longsor 

Petugas mengevakuasi korban bencana tanah longsor di Cilacap. f : ist

JAWA TENGAH, detak24com – Sedikitnya 15 orang dilaporkan tewas serta puluhan warga hilang dalam bencana longsor yang melanda Banjarnegara dan Cilacap, Jawa Tengah.

Kepala Kantor SAR/Basarnas Cilacap, Muhammad Abdullah mengatakan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menjadi 13 orang. Sementara, 10 orang korban lainnya masih dalam pencarian hingga Senin (17/11/25).

“Total jumlah korban meninggal dunia yang telah ditemukan hingga hari keempat operasi pencarian sebanyak 13 orang, sehingga masih ada 10 orang yang dalam pencarian,” kata Abdullah dalam keterangan tertulis dikutip dari Antara.

Dia menjelaskan, tim SAR gabungan berhasil menemukan dua korban meninggal dunia yakni Diah Ramadani (17) dan Kasrinah (47).

Pada hari keempat operasi pencarian, tim SAR juga menemukan satu bagian tubuh manusia di Worksite A-1 pada pukul 15.10 WIB dan di Worksite B-1 pada 15.05 WIB.

“Penemuan ini adalah hasil dari kerja keras dan sinergi seluruh unsur tim di lapangan, meskipun medan cukup sulit dan kondisi cuaca tidak menentu,” kata Abdullah.

Guna mempercepat proses pencarian dan evakuasi korban serta penanganan darurat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dilaporkan telah melakukan operasi modifikasi cuaca.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) itu dipusatkan di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, pada Minggu ini.

“Operasi dilaksanakan secara intensif dengan menggunakan satu armada pesawat yang diberangkatkan dari Bandung menuju area yang berpotensi memicu peningkatan curah hujan di wilayah terdampak,” kata Muhari.

Ia menjelaskan, sudah ada tiga sorti penerbangan dengan total penggunaan bahan semai untuk OMC sebanyak 3.000 kilogram.

Peristiwa yang terjadi pada Kamis (13/11/25) sekitar pukul 19.00 WIB tersebut, menimbun sejumlah rumah warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap.

Bencana longsor merusak 12 rumah serta mengancam 16 rumah lainnya di area seluas sekitar 6,5 hektare. Material longsor menimbun permukiman dan menyebabkan penurunan tanah sedalam 2 meter serta retakan sepanjang 25 meter.

Berdasarkan data hingga Minggu (16/11) malam, total korban terdampak longsor berjumlah 46 orang, terdiri atas 23 orang selamat, 13 meninggal dunia, dan 10 lainnya masih dalam pencarian.

Longsor Banjarnegara 

Sementara, Tim SAR gabungan kembali menemukan korban tewas bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada hari kelima.

“Mudah-mudahan cuaca cerah hari ini bisa memaksimalkan pencarian hingga seluruh korban dapat segera ditemukan,” kata Kepala SAR Cilacap Muhammad Abdullah di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, Senin (17/11), dikutip dari Antara.

Tim SAR menemukan dua korban dalam kondisi meninggal dunia di Worksite A-2, yakni Nilna Nur Fauziah (9) yang ditemukan pada pukul 08.57 WIB dan Wafik Nur Aini .

Selain itu, tim SAR juga mengevakuasi dua sepeda motor yang ditemukan di Worksite B-2 pada pukul 09.11 WIB.

Berdasarkan data sementara hingga pukul 10.00 WIB, total korban terdampak longsor berjumlah 46 orang, terdiri atas 23 orang selamat, 15 meninggal dunia, dan delapan orang lainnya masih dalam pencarian.

Abdullah mengatakan pada operasi hari kelima tim SAR gabungan menerapkan tiga metode pencarian, yaitu pemantauan wilayah menggunakan drone thermal untuk mendeteksi titik panas yang diduga sebagai keberadaan korban.

Selanjutnya, pengerahan anjing pelacak untuk menyisir area permukiman yang tertimbun serta pengoperasian alat berat untuk mempercepat proses penggalian material longsor.

Menurut dia, ketiga metode tersebut dijalankan secara paralel untuk memperluas cakupan pencarian sekaligus meningkatkan peluang menemukan korban.

“Pembagian area pencarian masih sama seperti hari sebelumnya, yaitu empat worksite yang meliputi A1 dan A2 di Dusun Cibuyut serta B1 dan B2 di Dusun Tarukahan,” katanya.

Abdullah mengatakan setiap worksite dipimpin oleh koordinator lapangan dengan penyiapan jalur evakuasi yang lebih aman seiring kondisi tanah yang mulai stabil.

Selain itu, kata Abdullah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melakukan modifikasi cuaca sejak hari Minggu (16/11) untuk mengurangi potensi hujan di lokasi bencana.

“Upaya tersebut berdampak positif karena cuaca pada Minggu (16/11) sore hingga Senin (17/11) pagi terpantau cerah, sehingga memudahkan personel SAR dalam melakukan penyisiran,” kata Abdullah.

Bencana tanah longsor terjadi pada Kamis (13/11), sekitar pukul 19.00 WIB, serta menimbun sejumlah rumah warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap.

Longsor tersebut merusak 12 rumah serta mengancam 16 rumah lainnya di area seluas sekitar 6,5 hektare. Material longsor menimbun permukiman dan menyebabkan penurunan tanah sedalam 2 meter serta retakan sepanjang 25 meter. (Red)

Editor : kar