Astronot Minang Kenalkan Cara Salat di Luar Angkasa
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 12 Jun 2022
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kualalumpur, detak24.com – Tanggal 10 Oktober 2007 merupakan hari yang sangat istimewa buat masyarakat Minang dan Malaysia secara umum. Tapi juga jadi hari yang sangat spesial buat pemeluk agama Islam.
Dikutip Ahad (12/06/22), di hari itu Sheikh Muszaphar Shukor terbang ke luar angkasa dengan mengendarai pesawat Soyuz buatan Rusia. Saat itu pria berdarah Minangkabau itu pergi jauh meninggalkam bumi untuk melakukan berbagai penelitian.
Mulai dari penelitian pengaruh mikro gravitasi dan radiasi ruang angkasa terhadap sel dan mikrop, tes protein terhadap HIV untuk pengembangan vaksin AIDS hingga yang paling istimewa tata cara ibadah sholat ketika berada di luar angkasa.
Ya, sebagai penganut Islam yang taat, kesempatan berangkat ke luar angkasa justru dijadikan momen buat Sheikh Muszaphar Shukor untuk mencari tahu tata cara pelaksanaan sholat yang baik saat berada di luar angkasa.
Keinginan itu memang sudah tertanam di benak Sheikh Muszaphar Shukor saat terbang pada 10 Oktober 2007. Pasalnya dia berangkat ke luar angkasa di bulan yang sangat istimewa.
Semua orang yang berangkat ke luar angkasa pasti akan merasakan keajaiban. Saya berangkat ke sana saat bulan suci Ramadhan,” terang Sheikh Muszaphar Shukor dikutip Hurriyet Daily News.
Sebelum berangkat Sheikh Muszaphar Shukor mengaku tidak ingin meninggalkan sholat dan puasa bulan Ramadhan meski berada di luar angkasa.
Untuk waktu salat, seorang astronot muslim harus menggunakan waktu sholat dimana pertama kali dia berangkat ke luar angkasa. Sheikh Muszaphar Shukor saat itu menggunakan waktu shalat Kazakhstan.
Pasalnya pesawat Soyuz yang dia tumpangi memang meluncur di Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan. Gerakan sholat pun sama seperti sholat yang kita ketahui pada umumnya (lihat video-red).
“Beruntung saya ditempatkan di International Space Station (ISS) karena posisinya yang tepat berada di dekat bumi. Jadi saya bisa melihat langsung bumi,” ucap Sheikh Muszaphar Shukor.











