Truk Pelangsir Terkesan Diprioritaskan, Pengemudi Antri Berjam-jam Tak Kebagian Solar di SPBU Hangtuah Duri
- account_circle Yusrizal Sikumbang
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Ilustrasi SPBU. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DURI, detak24.com – Syahrul (42) mendadak menelpon beberapa hari lalu. Ia kesal tak kebagian minyak solar subsidi saat antri di SPBU Hangtuah Duri. Menurut dia, itu bukan hanya sekali terjadi.
Syahrul menilai pihak SPBU terkesan lebih memprioritaskan truk-truk pelangsir ketimbang warga (pengemudi) yang antri berjam-jam. Acap kali warga harus gigit jari tak dapat BBM, karena solar sudah lebih dahulu disedot truk pelangsir yang diduga tangki kendaraannya sudah dimodifikasi. Sehingga bisa mengisi dalam jumlah banyak melebihi batas maksimal.
Warga Sebanga ini melihat sendiri, truk pelangsir bolak balik mengisi solar dengan leluasanya. Bahkan truk yang rata-rata jenis colt diesel warna kuning, bisa muncul dari depan sambil mundur, langsung dilayani petugas SPBU.
Sedangkan mobil masyarakat yang antri berjam-jam, bahkan sebelum minyak datang dari Dumai, sopir hanya bisa mengurut dada tak tahu harus berbuat apa. Mentang-mentang hanya warga biasa mereka diperlakukan seenaknya, tanpa ada rasa keadilan.
“Kami sering tak kebagian solar bang, sementara truk-truk pelangsir dengan gampang. Mereka dibantu dipandu untuk mengisi, kami ditahan tak boleh maju, padahal antri sudah panjang. Kadang pas giliran kami tiba-tiba mereka bilang solar habis. Kan aneh. BBM Subsidi ini sebenarnya untuk masyarakat atau untuk mobil pelangsir yang kita duga dijual lagi,” ungkap Syahrul.
Bukan Syahrul sendiri, ia bersama teman-temannya yang berprofesi supir truk merasa dirugikan. Gara-gara tak kebagian solar, mereka sering batal berangkat, orderan pengantaran jadi hilang.
“Kadang kami antri dari malam, juga tak dapat-dapat minyak. Jadi kami menilai SPBU ini sudah menyalahgunakan peruntukan BBM Bersubsidi. Mereka lebih memprioritaskan truk pelangsir. Apakah karena mereka membeli di atas harga normal atau ada permainan lain, ini tentu jadi kecurigaan kami,” paparnya.
Syahrul berharap SPBU Hangtuah khususnya bersikap adil, lebih memprioritaskan BBM bersubsidi kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan pemerintah. Aparat hukum diminta bertindak apabila ada penyalahgunaan BBM Bersubsidi.
Pihak pengelola SPBU Hangtuah Duri yang dihubungi Jumat (10/07/26), Aril terkait keluhan warga yang kesulitan mendapatkan solar bersubsidi di tempatnya, dikarenakan ada kesan memprioritaskan truk-truk pelangsir mengatakan pihaknya telah melakukan penyaluran sesuai ketentuan.
“BBM yang disalurkan sebanyak 8kl, Supaya tidak terjadi antrian panjang di ruas jalan makanya kami melakukan penyaluran/penjualan di pagi hari jam 7 sampai selesai,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar SIK MSi yang dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Jumat (10/07/26) terkait SPBU Hangtuah Duri yang terkesan lebih memprioritaskan truk pelangsir solar ketimbang warga mengantri, belum berhasil dimintai keterangan.
Hal ini juga sudah menjadi pemandangan sehari-hari di SPBU Hangtuah, dan dikeluhkan banyak warga (pengemudi). Karena menurut warga BBM subsidi adalah hak mereka, bukan truk pelangsir yang diduga akan dijual kembali ke pihak lain (perusahaan). Secara tidak langsung ini merugikan negara. Sampai berita ini diturunkan, Kapolres belum memberikan tanggapan.(*)
- Penulis: Yusrizal Sikumbang











