DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Info Haji 2026 : Satu Wafat, 3 JCH Riau Batal ke Tanah Suci 

Ilustrasi haji

PEKANBARU, detak24com – Seorang JCH Riau dilaporkan wafat, sedangkan tiga lainnya dalam perawatan intensif di Batam. Sehingga, batal berangkat ke Tanah Suci.

Informasi dirangkum, sebagian JCH Riau yang sebelumnya menjalani perawatan karena sakit di Batam dilaporkan sudah sehat.

Jemaah yang dinyatakan sehat tersebut rencananya akan diberangkatkan bersama Kloter BTH 18 yang dijadwalkan terbang menuju Tanah Suci pada 10 Mei 2026.

Namun, terdapat dua jemaah lainnya dipastikan batal berangkat tahun ini, setelah dinyatakan tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan. Keputusan tersebut diambil demi keselamatan jemaah setelah melalui pemeriksaan medis.

Kedua jemaah tersebut akan dijadwalkan kembali untuk keberangkatan haji pada musim haji tahun depan setelah kondisi kesehatannya memungkinkan.

Selain itu, satu jemaah lainnya yang diketahui dalam kondisi hamil saat berada di Embarkasi Batam juga dipastikan menunda keberangkatan. Jemaah tersebut akan kembali diberangkatkan pada musim haji tahun depan.

Sebelumnya, sejumlah jemaah asal Riau sempat tertunda keberangkatannya karena faktor kesehatan saat proses embarkasi berlangsung di Batam.

Hal itu menjadi perhatian serius petugas demi memastikan seluruh jemaah yang berangkat benar-benar dalam kondisi aman dan layak menjalani rangkaian ibadah haji.

Kakanwil Kemenhaj dan Umrah Riau Defizon, memastikan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jemaah yang sempat dirawat.

Ia berharap, jemaah yang segera diberangkatkan bersama Kloter BTH 18 dapat tetap menjaga kondisi kesehatan selama berada di tanah suci.

“Bagi jemaah yang sudah sehat Insyaallah akan diberangkatkan bersama Kloter 18 pada 10 Mei nanti,” sebutnya, Kamis (07/05/26).

Diketahui, pemberangkatan JCH Riau gelombang pertama resmi tuntas pada 5 Mei 2026. Total sebanyak 4.422 jemaah dan petugas telah tiba atau dalam perjalanan menuju Madinah, terdiri dari 4.357 jemaah haji, 20 Petugas Haji Daerah (PHD), 5 pembimbing KBIHU, dan 40 petugas kloter.

Meski seluruh 10 kloter gelombang pertama sudah diberangkatkan, sejumlah jemaah masih tertunda keberangkatannya karena masalah kesehatan.

Tercatat 10 orang masih dirawat di Batam dengan 8 pendamping dan 1 orang batal berangkat karena hamil saat masuk embarkasi, dan 1 jemaah dilaporkan wafat, dikutip dari cakaplah. (*)

Editor : kar