Ribuan Ekor Ayam Mati Terpapar Karhutla di Dumai, BNPB Kerahkan Water Bombing
Kandang ayam potong terbakar di Dumai. f : ist
DUMAI, detak24com – Dampak karhutla mulai merugikan masyarakat. Kali ini sebanyak 1.500 ekor ayam potong kandang Prita Priska dilaporkan mati akibat paparan panas dan asap tebal.
Peristiwa tersebut terjadi pada Ahad (22/03/26), bertepatan dengan hari kedua Idul Fitri 1447 Hijriah, di kawasan Jalan Batu Bintang, Kelurahan Tanjung Palas, Dumai.
Baca juga : Terbanyak di Sumatra, Riau Dikepung 433 Titik Api
Informasi yang dihimpun, api diduga berasal dari arah Jalan Dumai Motor dan dengan cepat merambat hingga mendekati area kandang.
Joni Akmal, salah seorang pemuda tempatan mengatakan kobaran api saat itu cukup besar dengan ketinggian mencapai 3 hingga 4 meter. Sehingga sulit untuk dikendalikan.
“Ketinggian api bisa sampai 3 sampai 4 meter. Kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk melakukan penyelamatan,” ujar Jon Akmal, Selasa (24/03/26).
Ia menuturkan, penjaga kandang bernama Asrudin dan juga pemuda setempat juga berada di lokasi saat kejadian serta berusaha memadamkan api sekitar kandang.
Namun, besarnya api dan tebalnya asap membuat upaya penyelamatan tidak maksimal, apalagi dengan alat seadanya.
Kobaran api yang disertai asap pekat serta suhu panas ekstrem membuat ayam-ayam di dalam kandang tidak dapat diselamatkan.
“Sebanyak 1500 ayam potong diduga mati diduga akibat kepanasan dan kekurangan oksigen,” sambung Jon, sapa akrabnya.
Akibat peristiwa ini, kerugian ditaksir mencapai sekitar 3 ton ayam potong atau setara puluhan juta rupiah.
“Kalau kita taksir kerugian mencapai puluhan juta rupiah,” sebutnya.
Hingga kini, kebakaran lahan di wilayah Dumai masih terjadi di sejumlah titik dan belum sepenuhnya terkendali.
Warga berharap adanya penanganan serius dari pihak terkait agar kebakaran tidak terus meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
“Kita lihat di sekitar sini masih ada terdapat beberapa titik api. Mudah-mudahan cepat dapat teratasi dan tidak terus meluas,” imbuhnya dikutip dari dumaiposnews.
Kerahkan Helikopter Water Bombing
Sementara, diikutip dari sekilasriau, upaya pemadaman karhutla di Kota Dumai terus dilakukan beberapa pekan terakhir. Satu unit helikopter dikerahkan untuk melakukan water bombing guna membantu tim darat yang masih berjibaku di lokasi kebakaran, Selasa (24/03/26).
Helikopter tersebut diketahui merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi Riau. Proses pengeboman air dilakukan di sejumlah titik api yang sulit dijangkau oleh tim darat.
Informasi ini disampaikan oleh Satuan Tugas (Satgas) darat melalui video yang beredar dari lokasi kejadian di Kelurahan Mundam dan Tanjung Palas.
Dalam video itu juga, tim Satgas darat hingga kini masih terus berupaya memadamkan api dengan berbagai peralatan.
Proses pemadaman melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Kota Dumai, Manggala Agni, serta personel TNI dan Polri yang bekerja secara terpadu di lapangan.
Diketahui, karhutla sudah tiga hari melanda dua kecamatan di Dumai. Yakni, Dumai Timur dan Medang Kampai. Hingga kini, petugas dibantu masyarakat terus berjibaku padamkan api. (*)
Editor : kar
