Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Bengkalis » Nyaris Keracunan MBG Massal di Bengkalis, Menu Busuk dan Berbelatung-Siswa Tak Mau Makan!

Nyaris Keracunan MBG Massal di Bengkalis, Menu Busuk dan Berbelatung-Siswa Tak Mau Makan!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BENGKALIS, detak24com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bengkalis nyaris menimbulkan keracunan massal. Beruntung, tak satu pun siswa memakannya.

Dikutip dari iniriau.com, sejumlah orangtua murid di Bengkalis mengeluhkan menu yang dibagikan kepada siswa dalam kondisi tidak layak konsumsi. Bahkan ada yang basi berbau busuk serta berbelatung.

Seorang wali murid SDN 04 Bengkalis mengungkapkan, anaknya yang duduk di kelas IV mengadu bahwa makanan MBG yang diterima pada Senin (29/09/25) berbau tidak sedap. Menu berupa kuah sate, sayur toge, kacang panjang, serta potongan semangka didapati sebagian sudah busuk.

“Selama ini tidak pernah ada masalah, tapi hari ini anak saya bilang makanan yang dibagikan basi. Semangkanya pun banyak yang busuk,” ujarnya dengan nada kecewa.

Hal serupa juga terjadi di MTsN Bengkalis. Seorang wali murid menyebutkan, anaknya melaporkan satu kelas penuh menerima menu MBG yang sudah berbelatung.

“Hanya satu kelas saja yang menemukan belatung, dan sepakat seluruh siswa tidak memakannya,” ungkapnya.

Ia menyayangkan pihak sekolah yang dianggap kurang transparan menanggapi laporan tersebut.

“Seharusnya pihak sekolah atau kepala sekolah mencicipi lebih dulu menu MBG sebelum dibagikan. Ini penting agar makanan yang dikonsumsi siswa benar-benar layak,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, pelaksana lapangan SPPG, Ikmal membenarkan bahwa menu kuah sate, sayur, telur, dan semangka hari tersebut berasal dari pihaknya. Ia menjelaskan pihaknya mengelola lebih dari 3.600 paket MBG yang tersebar di 16 sekolah di Kecamatan Bengkalis.

Namun, Ikmal mengaku belum menerima laporan resmi dari pihak sekolah terkait temuan makanan basi.

“Saya sudah cek ke sekolah-sekolah, tidak ada laporan soal menu basi. Tapi kalau memang benar ada, tentu akan kami evaluasi. Ke depan, menu seperti ini mungkin tidak bisa lagi diberikan,” ujarnya.

Ikmal menambahkan, pihaknya biasanya mulai menyiapkan menu sejak pukul 03.00 WIB dini hari sebelum diantar ke sekolah-sekolah pada pagi harinya.

Kasus ini menjadi pukulan serius bagi pelaksanaan program MBG di Bengkalis. Para wali murid berharap pemerintah daerah turun tangan agar kejadian serupa tidak terulang. Mengingat, banyaknya keracunan MBG di sejumlah daerah hingga status KLB di Jawab Barat.

Gubri Mengaku Rutin Cek SPPG 

Sementara, dilansir dari GoRiau, Gubernur Riau, Abdul Wahid mengakui telah mengetahui keadaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bengkalis. Dimana, MBG di SDN 4 Bengkalis memiliki makanan basi dan bahkan di salah satu MTSN didapati menu yang telah berbelatung pada Senin (29/09/25).

“Udah, sudah saya dengar kabarnya. Ya di daerah-daerah banyak seperti itu,” ujar Wahid saat ditanyai wartawan setelah menghadiri ranperda APBD tahun 2025 di DPRD Provinsi Riau, Selasa (30/09/25).

Menyikapi situasi ini, Gubri mengaku rutin ke sekolah-sekolah dan SPPG mengecek MBG. Ia mengaku hampir seminggu sekali melakukan hal tersebut.

Menurut Gubri Wahid, beberapa SPPG acap melebihi kapasitas produksinya. Sehingga hal tersebut menyebabkan kesalahan fatal.

“Memang saya lihat karena dia dapurnya itu terlalu besar, menampung 3.000 (MBG) lebih satu dapur. Sehingga mereka butuh waktu mempersiapkan. Kadang-kadang mereka masak jam 7, harus sampai ke sekolah kan sebelum siang. Anak-anak makan siang. Kadang-kadang mereka jam 7 masak, masih panas-panas, ditutup, kan itu kadang-kadang basi. Jadi saya bilang coba nanti kita lihat, kalau tidak terlalu jauh mengantarnya mungkin bisa dengan dapur yang besar seperti itu,” papar Wahid.

Ia berjanji akan terus mengevaluasi program unggulan Presiden Prabowo ini. Baginya kekurangan-kekurangan yang dialami setiap SPPG akan menjadi catatan-catatan untuk diperbaiki.

“Terus dievaluasi lah, saya memberikan masukan juga kepada pengurus MBG, bagaimana program Pak Presiden ini berjalan dengan maksimal,” tegasnya dikutip dari goriau. (Red)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • SANDIAGA Uno Harus Jadi Cawapres Ganjar, Jika Tak Ingin Suara Kader Pecah

    SANDIAGA Uno Harus Jadi Cawapres Ganjar, Jika Tak Ingin Suara Kader Pecah

    • calendar_month Selasa, 15 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 21Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Ketua DPW PPP Riau, Syamsurizal mengatakan sosok Ketua Bappilu DPP PPP Sandiaga Salahuddin Uno sangat tepat untuk mendampingi Ganjar Pranowo. Sebelumya, PPP telah resmi mendukung kader PDI P Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden pilihan PPP. Saat ini dari partai parlemen Ganjar diusung oleh PDI P dan PPP. Sementara dari partai non parlemen, […]

  • SEMPENA HARI PAHLAWAN, Gubri Syansuar Ajak Isi Pembangunan dengan Kebersamaan

    SEMPENA HARI PAHLAWAN, Gubri Syansuar Ajak Isi Pembangunan dengan Kebersamaan

    • calendar_month Kamis, 10 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 11Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Gubri Syamsuar dan Forkopimda Riau melaksanakan upacara di TMP Kusuma Dharma,  lKamis  (10/11/22) sempena peringatan Hari Pahlawan Nasional 2022. Pelaksanaan upacara ini dilaksanakan dengan penuh hikmat. Adapun yang menjadi inspektur upacara yaitu Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, sebagai komandan upacaranya dari Dandebekang I/4.A Pekanbaru Letkol CBA Amos Pedro Sipahutar. Sementara, untuk perwira upacaranya […]

  • Korupsi BOS Rp 2,8 M, Kepsek SMAN 1 Ujung Batu Diganjar Setahun 8 Bulan 

    Korupsi BOS Rp 2,8 M, Kepsek SMAN 1 Ujung Batu Diganjar Setahun 8 Bulan 

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Kepala SMAN 1 Ujung Batu Rohul Leni Aswita, dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun 8 bulan. Terdakwa terbukti melakukan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Rp 2,8 miliar. Vonis dibacakan pada persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru dengan majelis hakim yang diketuai Yofistian, Jumat (08/05/26). Selain Leni, […]

  • Andre Pascal, kader PDIP Provinsi Babel. (: ist)

    Perihal KDRT Libatkan Pengurus DPD PDIP Babel, Komnas Perempuan Jangan Bikin Gaduh

    • calendar_month Sabtu, 19 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BANGKABELITUNG, detak24com – Komisioner Komnas Perempuan diminta tak melibatkan kasus KDRT pengurus DPD PDIP Babel atas nama Imam Wahyudi dengan partai politik. Hal itu disampaikan Andre Pascal Posshumah atau dikenal Andre Politik yang juga aktivis pemuda sekaligus kader PDIP Provinsi Babel, Sabtu (29/10/24). “Kasus KDRT Imam Wahyudi murni bersifat pribadi, tak ada hubungan dengan PDIP. […]

  • Siswa SMA di Rohul Riau menumpang belajar di kantin warga akibat sekolah banjir. F : CAKAPLAH

    MIRIS! Sekolah Banjir, Siswa Rohul Menumpang Belajar di Kantin

    • calendar_month Jumat, 10 Nov 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    ROHUL, detak24com – Sebanyak 35 siswa kelas X di SMAN 2 Bonai Darussalam, Rohul terpaksa menumpang belajar di kantin warga, karena ruang kelas digenangi banjir. Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 10 Kunto Darussalam Kodim 0313/KPR Peltu M Sitepu mengatakan kondisi banjir tersebut sudah berlangsung sejak Selasa (31/10/23) lalu. “Kondisi ruang kelas telah digenangi banjir sejak […]

  • Arab Saudi Usir 46 Jemaah Haji Indonesia, Gunakan Visa Luar

    Arab Saudi Usir 46 Jemaah Haji Indonesia, Gunakan Visa Luar

    • calendar_month Minggu, 3 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    Makkah, detak24.com- Pemerintah Arab Saudi mengusir 46 Jemaah haji asal Indonesia yang ketahuan  menggunakan visa luar. Padahal, para jemaah sudah mengeluarkan uang hingga Rp300 juta untuk melaksanakan Rukun Islam kelima itu.       Sebanyak 46 warga negara Indonesia atau WNI gagal beribadah haji lantaran ketahuan menggunakan visa furoda tidak resmi dari Malaysia dan Singapura. Sehingga, […]

expand_less