Kabut Asap Makin Tebal, Sekolah di Dumai Pulangkan Murid Lebih Awal
- account_circle Redaksi
- calendar_month 5 menit yang lalu
- print Cetak

Kabut asap di Dumai terpantau semakin parah. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DUMAI, detak24.com — Dumai dan kawasan sekitar kembali diselimuti kabut asap. Bahkan, kondisinya semakin pekat sejak tadi pagi sampai siang, Kamis (15/10/26).
Pantauan detak24com, kondisi kabut asap lebih pekat dari hari kemarin. Seluruh arah relatif dibatasi pandangan yang memutih. Meski begitu, saat bersamaan aktivitas tetap padat. Kepadatan jalan raya memuncak seperti biasa jelang sekitar pukul 07.00 WIB.
Dihampiri seluruh ruas jalan protokol pengguna jalan baik yang berkendara sepedamotor maupun kendaraan roda empat, berangkat sekolah atau yang berangkat kerja bergegas menembus kabut.
Menyikapi kondisi udara hari ini yang relatif sama dengan kemarin, pihak sekolah mengeluarkan imbauan kepada murid-muridnya untuk memakai masker.
Kabut yang makin tebal berdampak langsung pada sekolah. Dinas Pendidikan Kebudayaan Dumai menginstruksikan sekolah mempersingkat kegiatan belajar mengajar tatap muka.
Memedomani kebijakan Disdikbud, sejumlah sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka hanya beberapa jam, baik sekolah pagi maupun sore, memulangkan murid lebih awal.
Sebelumnya intrusi Kepala Disdikbud Dumai Mukhlis Suzantri, memerintahkan sekolah jenjang TK, SD hingga SMP mengurangi pembelajaran tatap muka, sebagai langkah melindungi peserta didik dari paparan kabut asap.
Keterangan diperoleh, untuk hari ini dilaksanakan pembatasan jam belajar di sekolah, baik pagi maupun sore. SMPN 02 Dumai melaksanakan pembelajaran tatap muka sampai pukul 10.00 WIB.
“Iya, hari ini kami cepat pulang. Tadi jam sepuluh sudah pulang, sama kemarin juga,” sebut seorang murid SMPN 02 Dumai. Untuk besok disebutkan akan belajar secara daring namun masih menunggu arahan lebih lanjut.
Guru SDN 10 Flamboyan Jayamukti Dumai Timur juga menyampaikan pemberitahuan arahan resmi Disdikbud menyikapi kondisi udara dan sebaran kabut asap yang makin meningkat sampai siang Kamis ini.
Salah-satu poinnya pemberitahuan seluruh murid dipulangkan ke rumah masing-masing segera setelah menyantap menu program MBG. SDN yang sedang naik daun ini kemarin sore mempercepat pemulangan murid pukul 16.00 WIB karena hal yang sama.
Tak hanya mempersingkat pembelajaran pada Rabu, Disdikbud Dumai juga menyebarkan penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai Jum’at sampai Sabtu (16-17/10/2026) dialihkan penuh menjadi pembelajaran jarak jauh.
Peningkatan ketebalan kabut asap berakibat jarak pandang semakin sore semakin terbatas. Saat bersamaan udara terasa kian berdampak bagi kesehatan. Kondisi ini mengganggu aktivitas warga.
Saat bersamaan tidak turun hujan. Matahari bersinar tidak terik. Sebagian warga mengira mendukung pertanda segera turun hujan. Namun, perubahan dan harapan itu tidak terjadi.
“Seperti mendung sejak tadi pagi. Tapi hujan tidak kunjung turun. Kabutnya kini makin bertambah, membatasi pandangan mata,” sebut Eko warga Pangkalan Sesai.
Menanggapi kondisi udara yang kian memburuk, warga diimbau agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, memperbanyak konsumsi air putih guna menjaga kesehatan pernapasan.
Masyarakat Dumai berharap ada tindakan nyata dan kolaborasi lintas sektor. Warga meminta Pemko Dumai, TNI, Polri, serta dinas pemadam kebakaran untuk saling bahu-membahu bersama warga dalam menanggulangi dan memadamkan titik api.
Selain itu, warga menuntut tindakan tegas dari aparat penegak hukum agar para pelaku pembakaran lahan, baik pekerja lapangan maupun aktor intelektual di belakangnya, dijatuhi sanksi berat sesuai undang-undang berlaku.
Reporter: ery
Editor : Kar















