JEMBATAN Bengkalis-Pakning Diusulkan Masuk Proyek Strategis Nasional
PEKANBARU, detak24com – Selain diminati investor China, Jembatan Bengkalis-Pakning juga diusulkan masuk Proyek Strategis Nasional (PSN).
Pj Gubri SF Hariyanto mengatakan, sebelum jembatan tersebut dibangun investor China, pihaknya akan mengurus izin ke pemerintah pusat, yakni Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Perizinan itu dimaksudkan agar mega proyek tersebut bisa masuk Proyek Strategis Nasional.
“Kami berharap jembatan ini dibangun secepat mungkin. Tetapi kita harus ikuti aturan yang ada. Kami harap bisa dapat izin sebagai Proyek Strategis Nasional,” ujarnya, dirilis detak24com, Kamis (21/03/24).
Baca juga : JEMBATAN Bengkalis-Pakning Dibangun Investor China, Sistem Buka Tutup
Jembatan Bengkalis-Pakning akan dibangun oleh investor China. Semua biaya mega proyek tersebut ditanggung perusahaan pembangun.
Lebih lanjut, SF Hariyanto mengatakan pihaknya sudah mendapatkan calon investor pembangunan jembatan sepanjang 6,1 kilometer (km) tersebut.
Pembangunan infrastruktur yang digadang-gadang akan menjadi jembatan terpanjang di Republik Indonesia (RI) itu akan didesain istimewa dengan sistem buka tutup seperti di luar negeri.
“Semoga mimpi pengembangan infrastruktur fenomenal itu dapat terealisasi seperti yang kita harapkan,” katanya dalam siaran pers.
Hariyanto menjelaskan, pengembangan infrastruktur tersebut akan melibatkan sharing program.
Dalam hal ini, pola yang digunakan adalah pengembangan pola ruas jalan ke Bengkalis menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis. Sementara itu, ruas jalan ke Bukit Batu menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
Kemudian, fisik jembatan akan dibangun investor China State Construction Engineering Corporation (CSCEC), yakni Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari China.
”Investor China ini dari BUMN setempat. Mereka sudah banyak membangun infrastruktur di Indonesia. Jadi nanti mereka sudah memberikan komitmen. Mereka yang akan mengerjakan pembangunan jembatan itu sampai selesai,” ujarnya.
Masih kata SF Hariyanto, semua pendanaan pembangunan berasal dari investor China, tetapi beberapa anggaran yang dibutuhkan sedang mereka hitung.
“Kami sedang menyiapkan Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED)-nya. Yang penting sudah ada peminatnya,” paparnya.
Beberapa proyek proyek yangg sudah dijalani CSCEC, antara lain Shanghai World Financial Center, Shanghai; Kedutaan Besar Malaysia, Beijing; Bandar Udara Internasional Baiyun Guangzhou, Guangzhou hingga Nanyang Technological University, Singapura.
Selain itu, mega proyek internasional yang pernah dibangun mereka, antara lain Jembatan Rama di Bangkok, Thailand; Menara Federation, Moscow; Stadium Jinnah di Islamabad, Pakistan; Cairo International Conference Center, Mesir; hingga Burj Doha, Qatar.
Kemudian, CSCEC juga pernah membangun Trump International Golf Club, Dubai; Jalan Raya Bebas Hambatan, Argentina; hingga renovasi Jembatan Alexander Hamilton, New York, Amerika Serikat, dikutip detak24com. (*/berita)
Editor : Kar
Terima kasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com
