Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial » BUKAN Anies, Ganjar atau Prabowo, Ini yang Disorot Media Asing Tentang Pilpres 2024

BUKAN Anies, Ganjar atau Prabowo, Ini yang Disorot Media Asing Tentang Pilpres 2024

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 14 Agt 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24com – Pelaksanaan Pilpres 2024 dapat sorotan media asing. Hanya saja, kali ini bukan tentang para calon presiden (capres), baik Anies Baswedan, Ganjar Pranowo ataupun Prabowo Subianto.

Media asing menyoroti perihal usulan amendemen Undang-Undang Dasar (UUD) untuk membuat aturan penundaan Pemilu di masa darura. Hal ini dimuat Reuters, melalui artikel berjudul ‘Indonesia parliament seeks to change rules to allow election delays’.

“Indonesia, negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, harus mengadakan pemilihan nasional setiap lima tahun, dengan pemungutan suara berikutnya dijadwalkan pada 14 Februari 2024. Saat ini tidak ada aturan untuk penundaan apa pun,” tulis Reuters dikutip dari cnbc, Senin (14/08/23).

“Tetapi beberapa sekutu Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah secara terbuka mendukung penundaan pemilihan untuk memperpanjang masa jabatan kedua dan terakhir presiden guna memberinya waktu untuk menyelesaikan proyek yang tertunda akibat pandemi Covid,” tulis media itu lagi.

Mengutip peneliti pemilu dari Universitas Indonesia Titi Anggraini, tidak ada urgensi untuk mengusulkan amandemen tersebut. Sementara Ketua MPR Bambang Soesatyo juga telah mengatakan itu akan diusulkan hanya setelah pemilihan Februari 2024.Reuters pun menyebut bagaimana masalah perpanjangan masa jabatan presiden telah memicu perdebatan sengit di Indonesia. Para kritikus khawatir hal itu dapat membatalkan reformasi demokrasi selama bertahun-tahun setelah berakhirnya pemerintahan otoriter Presiden Suharto pada tahun 1998.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan 14 Februari 2024 sebagai hari dilaksanakan pemungutan suara Pemilihan Umum (Pemilu). Meski tiga nama bakal capres muncul, ketiga calon belum resmi menunjuk calon bakal wakil presiden.(cnbc)

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Komentar (13)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Angkut Kayu Ilegal, KKM dan Nahkoda KM Putri Diana Terciduk di Mengkikip Meranti

      Angkut Kayu Ilegal, KKM dan Nahkoda KM Putri Diana Terciduk di Mengkikip Meranti

      • calendar_month Sabtu, 15 Jun 2024
      • account_circle Redaksi
      • 0Komentar

      MERANTI, detak24com – Polda Riau tangkap nahkoda KM Putri Diana, Syahlan dan Kepala Kamar Mesin (KKM) Farid Harja, perairan Desa Mengkikip, Kepulauan Meranti. Dirrekrimsus Polda Riau Kombes Pol Nasriadi mengatakan, kedua tersangka mengangkut kayu olahan 70 ton dengan KM Putri Diana. “Ketika dirazia kapal tersebut mengangkut muatan 70 ton kayu olahan berupa balok tim jenis […]

    • CATAT! Ini Perintah Panglima TNI Pasca Tewasnya Prada Indra

      CATAT! Ini Perintah Panglima TNI Pasca Tewasnya Prada Indra

      • calendar_month Sabtu, 26 Nov 2022
      • account_circle Redaksi
      • 17Komentar

      Jakarta, detak24.com – Anggota TNI AU Prada Indra Wijaya yang bertugas di Sekretariat Makoopsud III Biak, meninggal dunia akibat dianiaya senior. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memberikan instruksi agar semua pelaku tindak pidana yang menyebabkan Prada Indra tewas diproses hukum. Prada Indra meninggal dunia pada Sabtu (19/11/2022). Laporan awal disampaikan bahwa Prada Indra meninggal karena dehidrasi […]

    • SSST! Ada Dua Somel dan Kayu Ilog Tak Bertuan di Desa Siabu Kampar

      SSST! Ada Dua Somel dan Kayu Ilog Tak Bertuan di Desa Siabu Kampar

      • calendar_month Sabtu, 18 Feb 2023
      • account_circle Redaksi
      • 16Komentar

      KAMPAR, detak24.com – Polres Kampar bersama tim gabungan Ditkrimsus Polda Riau mengecek dua somel di Desa Siabu Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar. Kapolres Kampar, AKBP Didik Priyo Sambodo SIK, Sabtu (18/02)23)  mengatakan bahwa kedua TKP tersebut sudah dipasang police line. “Ditemukan dua somel yang sudah tidak bertuan, Kamis (16/2/2023) sekira pukul 23.00 WIB. Yaitu di TKP […]

    • TERPERGOK, Maling Gas di Pekanbaru Babak Belur Dipelasah

      TERPERGOK, Maling Gas di Pekanbaru Babak Belur Dipelasah

      • calendar_month Selasa, 4 Jun 2024
      • account_circle Redaksi
      • 0Komentar

      PEKANBARU, detak24com – Pria berinisial RE (28) babak belur dihajar oleh massa lantaran maling gas di Jalan Lintas Timur Km 15, Tenayan Raya, Pekanbaru. Kanit Reskrim Polsek Tenayan Raya Iptu Dodi Vivino mengatakan, peristiwa tersebut berawal saat security mendengar ada suara yang mencurigakan di dalam gudang LPG tersebut. Kemudian, security tersebut menuju gudang dan mengintipnya. […]

    • BRK Dililit Kasus Kredit Fiktif Rp1,8 Miliar

      BRK Dililit Kasus Kredit Fiktif Rp1,8 Miliar

      • calendar_month Rabu, 12 Okt 2022
      • account_circle Redaksi
      • 13Komentar

      PEKANBARU, detak24.com – Ditreskrimsus Polda Riau mengusut dugaan korupsi kredit fiktif di Bank Riau Kepri (BRK) sebesar Rp1,8 miliar. Dugaan tindak pidana ini terjadi di cabang di Kota Duri, Kabupaten Bengkalis. Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Ferry Irawan, mengatakan penanganan kasus sudah masuk tahap penyidikan. “Sedang proses, saat ini sudah tahap penyidikan,” ujar Ferry, Rabu […]

    • Donasi ACT Dibisniskan Dulu hingga Transfer ke Negara Terafiliasi Teroris, Fakta Mengejutkan

      Donasi ACT Dibisniskan Dulu hingga Transfer ke Negara Terafiliasi Teroris, Fakta Mengejutkan

      • calendar_month Kamis, 7 Jul 2022
      • account_circle Redaksi
      • 15Komentar

      Jakarta, detak24.com – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) beber fakta mengejutkan perihal donasi ACT. Uang dibisniskan terlebih dahulu, serta tingginya aktifitas transaksi ke negara terafiliasi teroris. PPATK menghentikan sementara 60 rekening atas nama Yayasan Aksi Cepat TanggapCT). Rekening itu terdapat di 33 penyedia jasa keuangan. “Per hari ini PPATK menghentikan sementara transaksi atas […]

    expand_less