WARGA Tempatan Kotogasib Melongo, PT KTU Beri Bantuan ke Pihak Jauh dan Misterius
“Kalau seperti ini berarti mereka beranggapan kami sebagai warga yang berada di lingkungan perusahaan sudah mati,” kata warga lain.
Terlihat diskriminatif dalam memberikan bantuan, meskipun tujuannya baik. Akan tetapi cara yang dilakukan menyinggung perasaan masyarakat. “Pertanyaannya apakah memang begini caranya,” sebut sumber lain.
Sedangkan di Kecamatan Kotogasib saja ada sekolah swasta berbentuk pondok pesantren masih aktif, bahkan salah satu pondok pesantren tertua berada di sekitar lingkungan perusahaan.
“Tapi kenapa yang dapat setoran justru yang jauh, ada apa?,” kata sumber lagi.
Kalau benar adanya pihak Pemerintah Daerah yang juga nama orang nomor satu dan nomor dua terbawa-bawa, agar bisa menjelaskan secara transparan ke masyarakat. Khususnya warga Kecamatan Kotogasib juga Kabupaten Siak umumnya.
“Ini terlihat tidak adil, mana letak keadilannya. Kalau begini, apakah memang sudah diatur sedemikian,” sebut sumber lain kecewa.
Di lain sisi, sejak berdiri perusahaan ada satu janji yang belum ditepati. Bahkan sudah sampai puluhan tahun belum ada tanda-tanda terealisasi terhadap warga asli yang disebut Kelompok 117.
Dalam surat perjanjian yang berhasil diterima media ini ditanda tangani Bupati kala itu Arwin As, DPRD Siak dan Penghulu Pangkalan Pisang. Dalam isinya bahwa perusahaan akan memberikan masing-masing 2 hektar untuk pecahan Kepala Keluarga dari kelompok 117 tersebut.(lintas10.com)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com
Pages: 1 2

13 thoughts on “WARGA Tempatan Kotogasib Melongo, PT KTU Beri Bantuan ke Pihak Jauh dan Misterius”