Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Warga Tangerang Rawat Bayi Buaya Hingga Usia 1 Tahun, Alasannya Karena Lucu

Warga Tangerang Rawat Bayi Buaya Hingga Usia 1 Tahun, Alasannya Karena Lucu

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 28 Nov 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

detak24.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, menyerahkan dua buaya rawa yang ditemukan warga Kabupaten Tangerang, di dua lokasi berbeda ke Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta. Buaya itu akan dikarantina sebelum dilepas liarkan di alam bebas.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang, Abdul Munir menjelaskan, buaya yang diserahkan ke BKSDA Jakarta tersebut, merupakan hasil evakuasi dari warga Tigaraksa dan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

“Awalnya kami mendapatkan laporan pengaduan dari masyarakat lewat call center 112 diteruskan ke Posdalops BPBD, yang melaporkan penemuan buaya di rumah warga,” terang Abdul Munir, Minggu (28/11).

Atas laporan itu, tim rescue BPBD kemudian langsung mendatangi lokasi yang dilaporkan warga untuk melakukan evakuasi.

“Ternyata buaya yang dilaporkan warga Tigaraksa, sempat dirawat oleh yang menemukan sejak buaya masih berusia bayi. Setelah setahun dan semakin besar, buaya tersebut dilaporkan ke kami,” katanya.

Menurut Munir, warga yang merawat bayi buaya mengaku tertarik dan dianggap warga lucu. Setelah setahun dirawat, ukuran buaya bertambah besar menjadi kurang lebih 90 centi meter dengan bobot 5 kilogram.

“Buaya itu diketemukan di sungai sekitar kawasan Industri Milenium Tigaraksa usai banjir, selama satu tahun buaya itu hidup di rumah pak Dasuki dengan dibuatkan tempat penampungan berukuran kecil dari kayu, semakin hari buaya itu semakin besar karena itu beliau melaporkan untuk dievakuasi ke habitatnya,” jelasnya.

Sementara buaya kedua yang dievakuasi, berasal dari laporan warga di Jalan Raya Serang KM 15 Cikupa. Ukuran buaya yang di evakuasi kedua ini berukuran besar atau dua kali lipat ukuran buaya yang dilaporkan warga Tigaraksa.

“Selanjutnya dua buaya yang ditangkap warga itu,kami serahkan ke BKSDA DKI Jakarta resort Tangerang. Informasi BKSD DKI Jakarta, buaya – buaya ini akan kami karantina ke pusat penyelamatan satwa Tegal Alur, Jakarta Barat. Nanti buaya ini akan di lepaskan ke habitatnya di Sumatara Selatan di hutan yang jauh dari pemukiman warga. Untuk sementara kami akan bawa ke pusat penyelamatan satwa Tegal Alur Jakarta,” jelasnya. [lia]

Sumber: Merdeka

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • KARHUTLA Dumai-Bengkalis, Polisi Periksa Delapan Saksi

    KARHUTLA Dumai-Bengkalis, Polisi Periksa Delapan Saksi

    • calendar_month Selasa, 25 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    DUMAI, detak24com – Aparat kepolisian telah mengambil langkah menyelidiki kasus karhutla di perbatasan Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis. Diketahui, ada delapan saksi yang diperiksa terkait peristiwa Karhutla di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis dan Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai. Dirreskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Teguh Widodo mengatakan, dari beberapa saksi […]

  • LAKAKERJA Riau, Pekerja PT PAS Inhu Terbakar Air Rebusan TBS Sawit

    LAKAKERJA Riau, Pekerja PT PAS Inhu Terbakar Air Rebusan TBS Sawit

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    INHU, detak24com – Lakakerja di Riau kembali terjadi. Kali ini menimpa pekerja PT Persada Agro Sawit (PAS), Desa Pematang Jaya Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Pria naas bernama Firmansyah Panjaitan terbakar air rebusan sawit di perusahaan tempat ia bekerja. Sebelumnya, pada bulan Juni lalu seorang pekerja jobs description rebusan Tandan Buah Sawit (TBS) […]

  • Sisi Menyebalkan Reza Hardian di “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas”

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Beritapojok.com– Aktor Kawakan, Reza Hardian kali ini harus mengeluarkan sisi menyebalkan dan film bertajuk “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas”. Film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” disutradarai oleh Edwin. Dalam film tersebut Reza memerankan sosok Budi Baik, yang Film menjadi rival Ajo Kawir, sang pemeran utama. Karakter Reza dalam film tersebut memang terlihat berbeda […]

  • Tak Puas, Golkar Gugat Hasil PSU Dapil 3 Rohul untuk DPRD Riau

    Tak Puas, Golkar Gugat Hasil PSU Dapil 3 Rohul untuk DPRD Riau

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Partai Golkar melayangkan gugatan hasil Pemungutan Suara Ulang (PSU) untuk DPRD Riau di Dapil 3 Rohul. Hal ini dilakukan setelah Golkar menolak hasil pleno nasional terhadap PSU yang diselenggarakan oleh Komisi KPU RI. Salah satunya di Dapil 3 Rohul untuk DPRD Riau. Gugatan kedua kalinya ke MK tersebut dibenarkan Wakil Ketua Bidang […]

  • PDIP Bidik AHY untuk Cawapres Ganjar, Begini Kronologinya 

    PDIP Bidik AHY untuk Cawapres Ganjar, Begini Kronologinya 

    • calendar_month Rabu, 7 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 12Komentar

    JAKARTA, detak24com – Ada enam nama yang diungkap Ketua DPP PDIP, Puan Maharani sebagai kandidat Cawapres untuk Ganjar Pranowo. Salah satunya ada Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). “Nama-nama itu ya termasuk dalam peta yang ada di PDI Perjuangan. Kalau boleh saya sebut nama itu dan semuanya tentu punya kelebihan-kelebihan,” ujar Puan di Kantor […]

  • Gubri Syamsuar melepas peserta pawai taaruf MTQ ke 40 Riau di Rohil. F. :. RIAULINK

    ISU Munaslub Golkar Merembet, Gubri Syamsuar ‘Digoyang’ dari Kursi Ketua DPD?

    • calendar_month Rabu, 26 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Isu musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) Partai Golkar ‘menggoyang’ posisi Airlangga Hartarto dari Ketua Umum. Hal itu semakin menguat pasca Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia itu dipanggil Kejagung sebagai saksi korupsi ekspor minyak sawit mentah (CPO) periode 2021-2022 beserta turunannya. Isu Munaslub di tubuh partai berlambang Pohon Beringin itu disinyalir merembet […]

expand_less