Tragedi Musala Ambruk di Sidoarjo Renggut Tujuh Nyawa Santri
Tim SAR mencari korban tertimbun puing musala ambruk di ponpes Sidoarjo. f : ist
SIDOARJO, detak24com – Jumlah korban meninggal dunia akibat ambruknya musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo bertambah. Hingga Jumat (03/10/26) pagi, tercatat tujuh orang meninggal dari total 110 korban yang berhasil dievakuasi.
Penambahan korban meninggal terjadi setelah dua jenazah ditemukan dalam reruntuhan pada Jumat (03/10/25) pagi. Jenazah itu berhasil dievakuasi usai petugas mengerahkan alat berat sejak Kamis (2/10) siang, termasuk crane untuk mengangkat puing bangunan dengan hati-hati.
Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo selaku SAR Mission Coordinator (SMC) menyebut, kedua jenazah ditemukan di area wudu musala ponpes.
“Hari Jumat (3/10) tadi sekitar pukul 07.30 WIB kita berhasil mengekstraksi lagi satu santri kita. Kemudian satu lagi berhasil kita ekstraksi juga pada pukul 07.36 WIB. Jadi sepertinya tertimpa pecahan ini di tempat wudu,” ujar Bramantyo, Jumat (03/10/24).
Dua jenazah tersebut sebelumnya sudah terdeteksi keberadaannya, termasuk dalam 15 titik yang dipetakan Basarnas. “Dua yang ditemukan hari ini termasuk di 15 titik,” kata Bramantyo.
Meski sudah berhasil dievakuasi, identitas kedua jenazah itu belum dapat dipastikan. Mereka langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim.
Sementara, Kapolresta Sidoarjo Kombes Christian Tobing menyebut tim DVI Polda Jatim telah siaga untuk proses identifikasi. “Nanti kita akan proaktif untuk menghubungi orangtuanya. Termasuk nanti kita apabila sudah bisa identifikasi identitasnya langsung dirilis. Perlu waktu tentunya,” ucapnya.
Hingga kini, jumlah pasti santri yang masih berada dalam reruntuhan belum diketahui. Petugas gabungan terus melakukan proses evakuasi. (Red)
Editor : Kar
