Security DIC Usir Pedagang Terancam Dipecat, DPRD Dumai Gelar RDP
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
- print Cetak

RDP security DIC usir pedagang di DPRD Dumai. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DUMAI, detak24com – Security DIC usir pedagang yang viral beberapa waktu lalu terancam dipecat. DPRD Dumai ingatkan pengelola lakukan evaluasi total pasca insiden pengusiran PKL tersebut.
DPRD Dumai memanggil sejumlah pihak terkait untuk membahas pengaduan masyarakat mengenai insiden pengusiran pedagang kaki lima (PKL) secara arogan oleh oknum petugas keamanan di kawasan Dumai Islamic Center (DIC).
Rapat Dengar Pendapat (RDP) dipimpin Ketua Komisi II DPRD Dumai, M Douglas Manurung didampingi Ketua DPRD Dumai, Agus Miswandi dan anggota Komisi II, Senin (17/11/25).
Hadir juga perwakilan masyarakat hukum adat yang diketuai Ismunandar, Ketua I Masjid Habiburrahman, Hendra Usman serta pihak UPT Pengamanan Pemanfaatan Aset Daerah BPKAD Dumai bersama sejumlah OPD terkait.
Ia menegaskan perlunya pembenahan menyeluruh oleh pengelola DIC dan UPT pasca insiden tersebut.
Menurutnya, tindakan oknum keamanan itu telah merusak hubungan antara pedagang dan pengelola kawasan.
“Area mana saja yang tidak diperbolehkan untuk berjualan harus dipasangi rambu dengan jelas. Kami juga meminta pihak DIC dan UPT mengarahkan security agar bersikap lebih humanis,” tegas dia.
Ia juga meminta pengelola segera melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Dari pihak masyarakat hukum adat, Ismunandar, mendesak pengelola untuk memberikan kejelasan batas-batas area yang diperbolehkan dan dilarang untuk berdagang.
Ia juga menyoroti oknum petugas keamanan yang mengenakan atribut tanpa mengikuti pendidikan dasar keamanan.
“Kejadian pengusiran secara arogan tidak boleh terulang. Jika memang ada area terlarang, maka aturan harus berlaku untuk semua tanpa tebang pilih,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPT Pengamanan Pemanfaatan Aset Daerah BPKAD Dumai, Mardu Zulmahadira menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi, dan memastikan pihaknya sedang melakukan evaluasi internal.
“Kami yang baru terbentuk pada pertengahan 2025 akan terus berbenah agar kawasan DIC lebih baik. Kami ingin pedagang dan wisatawan bisa sama-sama menghidupkan kawasan ini,” terangnya.
Ia menegaskan, perilaku arogan oknum security menjadi prioritas evaluasi, dan seluruh petugas akan diarahkan bersikap lebih humanis.
“Kami akan terus memperbaiki tata kelola keamanan karena DIC telah menjadi ikon Kota Dumai,” janji dia dikutip dari halloriau. (Red)
Editor : kar











