Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Peternak Riau Ogah Urus Ganti-Rugi PMK, Syaratnya Ribet

Peternak Riau Ogah Urus Ganti-Rugi PMK, Syaratnya Ribet

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 12 Okt 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24.com- Setakat ini terdapat 24 ekor sapi yang mati dan 28 ekor dilakukan pemotongan paksa akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Riau. Namun, belum ada peternak yang mendapatkan ganti rugi.

seperti yang dijanjikan pemerintah pusat sebelumnya.

Beberapa waktu lalu, pemerintah mengaku siap memberikan ganti rugi bagi peternak yang hewannya mati akibat terkena wabah PMK sebesar Rp10 juta per ekor.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ganti rugi diberikan kepada peternak UMKM yang hewan ternaknya dimusnahkan secara paksa akibat tertular PMK.

Terhadap hal itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau, Herman, mengatakan, sampai saat ini belum ada ganti rugi terhadap peternak yang hewan ternak yang mati dan potong paksa akibat PMK di Riau.

Ia mengatakan, hal ini dikarenakan terkendala persyaratan. Para peternak tidak bisa memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

“Rata-rata kawan di kabupaten itu tidak sanggup untuk memenuhi syarat yang sudah ditentukan, jadi tak ada yang mau,” kata Herman.

Adapun dokumen yang harus disiapkan untuk pengajuan ganti rugi tersebut adalah hasil diagnosa yang menyatakan bahwa ternak tersebut terpapar wabah PMK.

“Jadi yang pertama itu, hewannya harus divisum dan harus ada pejabat otoritas veteriner di kabupaten kota masing-masing,” ujarnya.

Kemudian hewan harus dilakukan pemotongan bersyarat yang telah disetujui oleh pejabat yang berwenang serta KTP peternak dan semua dokumen tersebut akan diinput ke dalam Sistem Informasi Kesehatan Hewan Indonesia (iSIKHNAS).

“Kemudian, peternak menunggu hasil verifikasi yang dilakukan oleh pemerintah pusat, jka pengajuan tersebut lolos verifikasi maka akan mendapatkan ganti rugi jika memenuhi syarat dan dianggap layak oleh pusat. Namun sejauh ini di Riau belum ada peternak yang sanggup untuk memenuhi persyaratan tersebut. Penyebabnya karena pada umumnya peternak di Riau keberatan saat hewan ternaknya dilakukan pemotongan bersyarat,” kata Herman lagi.

Selain itu, kata Herman, saat petugas akan melakukan pemotongan bersyarat, para peternak tidak bersedia. Sebab peternak berfikir sapinya akan sehat sehingga keberatan jika harus dipotong paksa. Padahal untuk pemberian ganti rugi ini hewan harus dilakukan pemotongan bersyarat.

“Saat mau dilakukan pemotongan paksa mereka menolak, alasannya peternak ini katanya nanti sembuh, tak bisa juga kita paksa,” tukasnya.

Saat ini, dari data Satgas PMK di Riau, sejak kasus pertama pada Mei lalu, hingga saat ini sudah terdapat total 4.554 kasus PMK di Riau. Dari total tersebut adalah milik dari 551 orang peternak. Di 9 Kabupaten/ kota, dengan rincian 73 kecamatan, dan 230 desa. Kemudian, terdapat 24 ekor hewan ternak yang mati, 28 ekor potong paksa, dan dan kabar baiknya 4.177 diantaranya sembuh.

Untuk diketahui, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut tidak semua sapi yang terkena wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) mendapatkan ganti rugi.

Ganti rugi hanya akan diberikan kepada peternak yang sapinya mati karena wabah PMK atau terpaksa harus dimusnahkan agar tidak menyebarkan penyakit.

Sedangkan sapi yang terkena wabah PMK tapi masih bisa dipotong dan dijual dagingnya tak akan dapat ganti rugi dari negara.

“Jadi kan tidak semua yang dimusnahkan itu (diganti), kalau yang dipaksa potong kan dagingnya masih bisa dijual dengan protokol tertentu,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Adapun ganti rugi direncanakan sebesar Rp10 juta per ekor sapi. Ganti rugi terutama diberikan kepada peternak UMKM yang terdampak wabah PMK.

“Jadi ada penggantian itu maksimal Rp10 juta,” kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono mengatakan anggaran untuk ganti rugi ini akan diambil dari program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Untuk besarannya masih dalam pembahasan.

“Secara umum, sudah disetujui akan menggunakan anggaran PC-PEN 2022 dan disetujui pokok-pokok anggaran nya. Namun detail rincian teknis nya masih akan direview,” jelasnya.(CAKAPLAH)

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diintai Malam Jumat, Polisi Tangkap Sepasang Pencuri Gerobak di Dumai 

    Diintai Malam Jumat, Polisi Tangkap Sepasang Pencuri Gerobak di Dumai 

    • calendar_month Jumat, 20 Des 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Polsek Dumai Timur mengungkap kasus pencurian gerobak sorong di Jalan Swadaya, Kelurahan Bukit Batrem, Kamis (19/12/24) malam Jumat. Dua pelaku masing-masing berinisial RAH alias Kadek (33) dan IA Br Sitohang alias Ica (27) ditangkap petugas di Jalan Perintis, Kelurahan Bumi Ayu, Dumai Selatan. Kapolres Dumai, AKBP Dhovan Oktavianton melalui Kapolsek Dumai Timur […]

  • Tebar Sembako Peduli Duafa Ramadan 1447 H, HMP PKDP Mandau Bagikan 360 Paket 

    Tebar Sembako Peduli Duafa Ramadan 1447 H, HMP PKDP Mandau Bagikan 360 Paket 

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    DURI, detak24.com – Himpunan Mande Piaman (HMP) PKDP Kecamatan Mandau membagikan sebanyak 360 paket sembako untuk kaum duafa warganya di Jalan Kayangan Ujung, Kelurahan Air Jamban, Sabtu (14/03/26), Kegiatan yang bertajuk ‘Tebar Sembako Peduli Duafa’ tersebut, tahun 2026 ini memasuki tahun yang ke 9, dilaksanakan setiap bulan Ramadhan, menjelang Idul Fitri. Paket sembako berupa beras […]

  • Jadi Sumber Ekonomi Baru Masyarakat, Waka DPRD Bengkalis Hendrik Firnanda Dorong Program MBG Dilanjutkan

    Jadi Sumber Ekonomi Baru Masyarakat, Waka DPRD Bengkalis Hendrik Firnanda Dorong Program MBG Dilanjutkan

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    BENGKALIS, detak24.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto dinilai telah memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi peningkatan kualitas gizi anak-anak, tetapi juga dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bengkalis, Hendrik Firnanda, P mengatakan, […]

  • Atalia Bagikan Video Putra Sulung Semasa dalam Kandungan, Ultah Eril

    Atalia Bagikan Video Putra Sulung Semasa dalam Kandungan, Ultah Eril

    • calendar_month Sabtu, 25 Jun 2022
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    Jakarta, detak24.com – Atalia Kamil membuat unggahan spesial untuk merayakan momen ulang tahun anak pertamanya Emmeril Kahn Mumtadz pada tanggal 25 Juni 2022. Atalia membagikan sederet potret kenangan Eril sejak masih berada di dalam kandungan Atalia, hingga beberapa saat sebelum tutup usia pada 26 Mei 2022. Tampak semasa hidupnya Eril begitu senang berbagi dengan sesamanya yang membutuhkan. […]

  • Pelindo Dumai Hadir di Upacara Penurunan Bendera Sempena HUT RI ke-80 

    Pelindo Dumai Hadir di Upacara Penurunan Bendera Sempena HUT RI ke-80 

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Wakil Walikota Dumai, Sugiyarto didampingi istri tercinta, Anik Sulastri menghadiri upacara penurunan bendera Merah Putih sempena HUT RI ke-80 di Taman Bukit Gelanggang, Ahad (17/08/25) petang. Pasangan ini tampil mencuri perhatian dengan busana adat Minangkabau. Sugiyarto mengenakan setelan adat berwarna gelap, lengkap dengan destar dan kain songket, sementara Anik Sulastri tampil anggun […]

  • TANPA Pembuahan, Ilmuwan Berhasil Ciptakan Jabang Bayi Manusia Sintetis

    TANPA Pembuahan, Ilmuwan Berhasil Ciptakan Jabang Bayi Manusia Sintetis

    • calendar_month Sabtu, 17 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 11Komentar

    CALIFORNIA, detak24com – Dalam sebuah penelitian baru, para ilmuwan berhasil menciptakan embrio manusia atau jabang bayi sintetik dari sel induk tanpa proses pembuahan. Embrio ini dibuat mirip sekali dengan aslinya yang ada di tahap perkembangan awal manusia. Walaupun begitu, embrio sintetis ini tidak memiliki jantung atau otak awal. Tiruan jabang bayi ini hanya mengandung sel […]

expand_less