banner

PASAR Lepin Diresmikan, Pedagang Kewalahan Layani Pembeli

DUMAI, detak24com – Setelah sekian lama ditunggu, akhirnya pasar rakyat Pasar Lepin resmi difungsikan sebagai tempat transaksi jual beli antara pedagang dan pembeli, Sabtu (16/12/23) pagi.

Peresmian pasar yang berada di RT 018 Kelurahan Bintan Kecamatan Dumai Kota dilakukan Sekda H Indra Gunawan, usai Gowes Sabtu pagi.

Menurut Sekda, Pasar Lepin dibangun dengan konsep pasar tradisional modern. Sebagai pasar bersih dan higienis, serta memberikan kenyamanan bagi warga yang ingin berbelanja.

“Pembangunan Pasar Lepin menelan anggaran Rp 3,2 miliar yang bersumber dari Dana Tugas Pembatuan (TP) Kementerian Perindustrian dan Perdagangan,” ujarnya.

Semoga dengan dibukanya ini, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan usaha mikro dan kecil.

Pada pembukaan Pasar Lepin ini juga dibagikan voucher berbelanja untuk warga. Sementara, blok pedangang Pasar memiliki 104 lapak dan 4 blok. Terdiri dari pedagang ikan, ayam, daging sapi, bumbu dan santan kelapa dsn lainnya.

Dipadati Warga

Pengoperasian pasar aset Pemko Dumai tersebut disambut antusias warga dan pedagang. Sebelumnya, pasar telah mulai ditempati pedagang sejak Sabtu (09/12/23) pekan lalu.

Pantauan, usai diresmikan pengunjung yang kebanyakan kaum ibu langsung menyerbu lapak pedagang untuk berbelanja.

Sedemikian besarnya antusias pembeli, pedagang pun kewalahan melayani transaksi. apalyagi pedagang hanya sendirian berjualan di lapaknya, tanpa ada anggota.

“Kami kaum ibu tentu senang dengan beroperasinya Pasar Lepin ini. Dekat dari rumah dan harganya pun sama dengan belanja di pasar lainnya,” ucap Lina, warga Jalan Bintan..

Hal sama juga diungkap seorang ibu dari Kelurahan Bumiayu Kecamatan Dumai Selatan. Menurutnya, keberadaan Pasar Lepin menyediakan kebutuhan bahan masak dengan harga yang sama dengan pasar lainnya merupakan daya tarik kaum ibu untuk berbelanja.

“Sayangnya di sini tak ada jualan sembako kering, seperti beras, gula dan minyak goreng. Kalau ada, pastinya lebih ramai lagi,” tutur Wati, warga Bumi Ayu.

Menanggapi hal tersebut, Kadis Perdagangan Kota Dumai, Fridarson mengatakan pihaknya tidak lagi mencampuri urusan siapa pedagang yang ingin berjualan di Pasar Lepin.

“Setelah diresmikan Pak Sekda, selanjutnya pengelolaan pasar diserahkan ke Koperasi Pasar Rakyat Lepin. Silahkan pedagang berjualan, dengan catatan sesuai peruntukan bloknya,” ungkap Kadis Fridarson didampingi Kabid Pasar Billy Syahputra.

Diakui mantan Sekwan DPRD Dumai tersebut, sambil Pasar Lepin berjalan, Dinas Perdagangan juga akan anggarkan pembenahan lahan parkir. “Mudah-mudahan tahun depan bisa dianggarkan untuk pengerasan,” imbuhnya.

Sementara, Ketua Koperasi Pasar Rakyat Marasoki Nasution pun mengakui ketidaklengkapan bahan jualan di pasar tersebut.

“Itulah kekurangan pasar ini. Saat ini kami sedang menjajaki siapa pedagang sembako yang mau berjualan di kios kosong ini. Demikian pula lapak yang kosong, bagi pedagang yang minat menempati kami berikan kesempatan,” ucap Marasoki Nasution kepada Jurnalis. Dari 104 lapak yang tersedia, baru sebagian lapak ditempati pedagang. Sebagian lagi masih kosong.

Namun menurut keterangan pria asli kelahiran Lepin tersebut, untuk sarana prasarana lainnya di pasar tersebut sudah disediakan Disdag dengan memadai.

“Musala, jaringan pipa air bersih, listrik, penerangan dan toilet sudah tak masalah,” pungkas pria berbadan tegap  itu

Diketahui kawasan Pasar Lepin berdiri di atas bekas lahan perusahaan perorangan bergerak di bidang pencetakan atap gentengm Perusahaan itu bernama Lembaga Perindustrian, yang disingkat menjadi Lepin. Sejak saat itu (tahun 60an) kawasan tersebut dikenal sebagai daerah Lepin. (*/berita)

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com