Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » NGERI! AP Hasanuddin Peneliti BRIN Ancam Bunuh Warga Muhammadiyah, Ini Sosoknya

NGERI! AP Hasanuddin Peneliti BRIN Ancam Bunuh Warga Muhammadiyah, Ini Sosoknya

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 24 Apr 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Komentarnya ini menuai reaksi keras dari warga Muhammadiyah. BRIN pun bakal memanggilnya ke Majelis Etik. Andi pun meminta maaf kepada warga Muhammadiyah. Berikut sosok AP Hasanuddin peneliti BRIN tersebut.

Mengutip dari laman resmi BRIN, AP Hasanuddin merupakan civitas BRIN dengan jabatan Peneliti Ahli Pratama. Dia lulusan S1 Teknik Elektro dan tergabung dalam satuan kerja Pusat Riset Antariksa.

Pria yang karib disapa Andi ini memang seorang ‘pemuja langit’. Kecintaannya akan langit muncul sejak kecil. Dia suka memperhatikan langit senja, langit fajar, juga menikmati gerhana menggunakan teropong bintang.

“Saat kecil ada salah satu acara di TVRI Build Night The Science Guy, saat itu membahas fisika dan astronomi. Ada juga acara Pesona Fisika yang menjelaskan juga soal antariksa,” ujar Andi saat berbincang dengan CNNIndonesia.com pertengahan tahun lalu.

Rupanya ketertarikan ini makin mengerucut sewaktu SMA. Dia turut serta dalam olimpiade sains dan astronomi tingkat SMA se-Jawa Tengah mewakili sekolahnya, SMA 1 Semarang. Andi masuk dalam 10 besar kompetisi tersebut.

Hanya saja, dia tidak melanjutkan kuliah di jurusan yang berhubungan dengan antariksa. Andi mengambil S1 Teknik Elektro di Universitas Diponegoro pada 2009. Meski tidak terlalu ‘nyambung’, tapi minatnya akan astronomi tidak surut.

Astronom amatir

Andi tetap menghidupkan minatnya lewat komunitas astronomi. Berkat rasa ingin tahu, ketekunan belajar dan suntikan pengetahuan dari pembimbing, dia mampu menciptakan platform perhitungan arah kiblat, waktu salat, gerhana dan hisab awal bulan Hijriah.

“Saat itu saya mulai dikenal oleh kalangan astronom amatir di Indonesia pada 2014 di Semarang. Dibina langsung oleh Widya Sawitar,” ungkap dia.

Widya Sawitar adalah penceramah senior di Planetarium Jakarta. Pentolan astronom di Indonesia ini juga dijuluki ‘bapak’ komunitas astronomi amatir.

Kemudian lepas dari bangku kuliah, ia sempat mengajar di beberapa tempat bimbingan belajar (bimbel). Lagi-lagi, ia tetap berjodoh dengan astronomi sebab ada astrofisika sebagai bagian dari kurikulum internasional.

Baru pada 2018, ia menemukan ‘jiwanya’ saat bergabung dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) yang kini dilebur ke BRIN.

“Saya ingin memberikan ilmu astronomi ini kepada masyarakat agar bisa berfikir lebih ilmiah dan lebih saintifik,” ucap dia.

MABIMS

Menurutnya, salah satu kegunaan ilmu astronomi adalah penentuan hari besar Islam di Indonesia.

Sejak Orde Baru tumbang, ada perbedaan awal bulan Hijriyah antara Muhammadiyah dan pemerintah. Di masa Orde Baru, jabatan menteri agama banyak dipegang oleh kader Muhammadiyah.

Yakni, Menteri Agama Abdul Mukti Ali (Kabinet Pembangunan I, 1971-1973; Kabinet Pembangunan II, 1973-1978), Munawir Sjadzali (Kabinet Pembangunan IV, 1983-1988; Kabinet Pembangunan V 1988-1993), dan Tarmidzi Taher (Kabinet Pembangunan VI, 1993-1998).

Di masa reformasi, jabatan ini diisi kader Nahdlatul Ulama (NU) yang menganut kriteria penentuan awal bulan Hijriah sama dengan pemerintah.

Andi menyebut Thomas Djamaluddin, yang merupakan mantan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), sudah merumuskan kriteria hilal yang mulai disederhanakan memakai selisih ketinggian Bulan (hilal) 4 derajat dan elongasi (jarak Bulan-Matahari) minimal 6,4 derajat.

Hal ini pun disepakati Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS), dengan penyesuaian .

Buat Andi, penentuan hari besar tidak perlu dibuat jadi polemik. Saat Indonesia sudah kompak dengan kriteria yang sama, metode ini bisa digunakan hingga ke tingkat global.

Dia menjelaskan keterlambatan hari raya memang alami terjadi. Kalau hilal terlihat lebih dulu di Arab Saudi, maka wilayah sebelah timur Saudi bakal paling lambat merayakan.

“Jadi sudah sesuai kodrat, kalau Bumi berputar dari barat ke timur, jadi semakin ke barat semakin besar hilalnya, semakin jauh dari Matahari sehingga kita bisa menentukan hari raya tanpa ada perbedaan baik itu tanggal atau penentuannya,” tambah Andi.(cnnindonesia)

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ditabrak Truk, Pengendara Scoopy Meregang Nyawa di Jalan Siak II Pekanbaru 

    Ditabrak Truk, Pengendara Scoopy Meregang Nyawa di Jalan Siak II Pekanbaru 

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Kecelakaan lalu lintas di Jalan Siak II, tepatnya depan Pergudangan Siak II, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru menewaskan seorang pengendara sepeda motor, Kamis (29/10/26) siang, Korban, Darja Sagilang (19), meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) setelah sepeda motor Honda Scoopy BM 2710 OZ yang dikendarainya bertabrakan dengan Mitsubishi Truck BM 9486 AA. Kasat […]

  • TINGGALKAN Muzdalifah, Seluruh Jemaah Haji Indonesia Sudah di Mina

    TINGGALKAN Muzdalifah, Seluruh Jemaah Haji Indonesia Sudah di Mina

    • calendar_month Rabu, 28 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 12Komentar

    MEKKAH, detak24com – Seluruh jemaah haji Indonesia telah meninggalkan Muzdalifah dan tiba di Mina untuk persiapan lontar Jumroh. Proses ini sempat terhambat lantaran kemacetan parah yang membuat bus terlambat menjemput. Hal ini disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Dengan adanya kabar ini, bus yang membawa jemaah dapat […]

  • DIRESMIKAN PRESIDEN, Tol Pekanbaru – Bangkinang Tutup 24 Jam

    DIRESMIKAN PRESIDEN, Tol Pekanbaru – Bangkinang Tutup 24 Jam

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang pada Rabu (4/1/23) besok akan ditutup sementara. Hal ini bertepatan dengan peresmiannya oleh Presiden Joko Widodo. Namun, pengelola Jalan Tol PT Hutama Karya beralasan penutupan jalan tol tersebut karena adanya penyempurnaan sistem transaksi pada mesin bayar Uang Elektronik (UE). “Iya, jalan tol Pekanbaru – Bangkinang dan sebaliknya ditutup sementara […]

  • SATU Tewas, Mobil Bawa Sekeluarga Terjun ke Jurang Sedalam 60 Meter

    SATU Tewas, Mobil Bawa Sekeluarga Terjun ke Jurang Sedalam 60 Meter

    • calendar_month Selasa, 8 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    TOBA, detak24com – Satu unit mobil membawa satu keluarga terjatuh ke jurang sedalam 60 meter di Jalan Umum Medan-Tarutung, Desa Jangga Dolok, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba, Sumut. Akibat kejadian itu, seorang penumpang mobil tersebut dilaporkan tewas. Kasat Lantas Polres Toba Iptu Revindo Taufik Gunawan dikutip Selasa (08/08/23) mengatakan peristiwa itu terjadi pada Ahad (06/08/23) […]

  • APES! Jatuh dari Lantai Tiga, Buruh Bangunan Meregang Nyawa di Kampus Unri

    APES! Jatuh dari Lantai Tiga, Buruh Bangunan Meregang Nyawa di Kampus Unri

    • calendar_month Selasa, 25 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Seorang buruh bangunan bernama Rudianto tewas usai terjatuh dari lantai tiga kampus Unri. Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Berry Juana, Selasa (25/07/23) mengatakan, Rudianto meregang nyawa setelah terjatuh dari lantai tiga gedung Universitas Main Lab (UML) Unri, Senin (24/07/23) siang. Korban jatuh saat melepas papan mal cor di gedung tersebut. “Cantolan body […]

  • Tragis, Dua Balita Adik Beradik Tercebur di Kolam Minyak PT PHR Rantau Kopar Rohil

    Tragis, Dua Balita Adik Beradik Tercebur di Kolam Minyak PT PHR Rantau Kopar Rohil

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    ROHIL, detak24com – Dua balita meninggal setelah tenggelam di kolam bekas aktivitas pengeboran minyak milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Dusun Mekar Sari, Kecamatan Rantau Kopar, Rohil. Informasi dirangkum Kamis (24/04/25), peristiwa naas itu terjadi pada Selasa 22 April 2026 sekitar pukul 14.00 WIB siang. Lokasinya di lokasi kolam lumpur bekas rig pengeboran PT PHR […]

expand_less