DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

KORBAN Tewas Capai 10.500 Orang, Warga Gaza Dipaksa Kibarkan Bendera Putih

Ratusan Staf Kongres AS Mogok Minta Gencatan Senjata

Lebih dari 100 staf Kongres AS melakukan aksi mogok kerja untuk menuntut gencatan senjata Para staf berjaga di depan gedung US Capitol dan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka “tidak lagi nyaman untuk berdiam diri”.

“Konstituen kami memohon gencatan senjata, dan kami adalah staf yang menjawab seruan mereka,” kata mereka.

“Sebagian besar bos kami di Capitol Hill tidak mendengarkan orang-orang yang mereka wakili. Kami menuntut para pemimpin kami angkat bicara,” tambahnya.

Jajak pendapat Data for Progress yang dirilis pada 20 Oktober menunjukkan 66% pemilih AS menginginkan Presiden Joe Biden menyerukan gencatan senjata. Diketahui 80% anggota Partai Demokrat mendukung langkah tersebut.

Namun pemerintahan Biden menolak tekanan untuk mendukung seruan gencatan senjata. Ia malah mengatakan pihaknya berupaya untuk mendapatkan “jeda kemanusiaan” dalam pertempuran tersebut.

Hanya segelintir legislator di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS yang menyerukan gencatan senjata meskipun dukungan terhadap jeda kemanusiaan semakin meningkat. Pekan lalu, Dick Durbin menjadi senator AS pertama yang menyerukan gencatan senjata.

Seruan Gencatan Makin Kencang

Bukan hanya di AS, peruan gencatan senjata juga kencang di Inggris. Persatuan Organisasi Muslim (UMO) Walsall mendesak pemerintah Inggris dan para pemimpin dunia untuk memfasilitasi gencatan senjata segera di Gaza setelah lebih dari sebulan serangan Israel ke wilayah tersebut.

“Untuk mendukung seruan gencatan senjata, sejumlah organisasi yang merupakan bagian dari UMO akan mengibarkan bendera Palestina pada 11 November dan berencana untuk mempertahankannya setidaknya selama seminggu, atau sampai gencatan senjata tercapai,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Warga Gaza Kibarkan Bendera Putih

Warga Gaza mengibarkan bendera putih dan memegang kertas identitas. Ini dilakukan saat meraka berbondong-bondong mengikuti perintah Israel untuk pindah dari wilayah utara ke selatan.

Video dari lokasi kejadian, termasuk yang dipublikasikan oleh militer Israel, menunjukkan sejumlah warga Palestina menuju ke selatan sambil mengibarkan bendera putih. Termasuk anak-anak, wanita dan orang lanjut usia.

Berbicara kepada CNN International, para pengungsi mengatakan mereka telah berjalan berjam-jam dengan membawa bendera putih. Beberapa dari mereka tidak membawa apa-apa selain botol air, sementara yang lain membawa bendera putih, menandakan harapan mereka untuk perjalanan yang aman.

“Saya membawa tanda pengenal saya karena saya diberitahu bahwa itu (jalan) akan aman, saya tidak tahu apakah saya akan diizinkan masuk atau tiba di selatan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *