Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » VIRAL » HEBOH! Pria Tapteng Tebar Uang 350 Juta di Tengah Jalan

HEBOH! Pria Tapteng Tebar Uang 350 Juta di Tengah Jalan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 9 Nov 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIBOLGA, detak24com – Sebuah video viral memperlihatkan aksi pria tebar uang 350 juta di tengah jalan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Peristiwa tebar uang 350 juta ini terjadi di Jalan Kartini, Kelurahan Aek Tolang, Kecamatan Pandan. Salah satu videonya dibagikan oleh akun Instagram @info.negri.

“PRIA TELANJANG DADA TANTANG SI PALING KAYA PAMER UANG RATUSAN JUTA DITENGAH JALAN,” tulis keterangan unggahan tersebut.

Dalam video, terlihat pria itu bertelanjang dada sambil duduk di tengah jalan. Lalu, ia menebar dan menumpuk sejumlah uang pecahan Rp100.000 layaknya sedang bermain monopoli.

“Ayo bertanding, siapa yang kaya itu. Di atas langit, masih ada langit, artinya apa? Kalau kita kaya, ada yang lebih kaya,” sambungnya sambil mengacungkan tangan ke atas.

Sementara itu, pengendara yang melintas di jalan tersebut membunyikan klakson karena pria itu menghalangi jalan. Tetapi, suara-suara klakson itu tidak dihiraukan oleh pria tersebut. Ia pun tetap mengoceh seperti menasehati orang-orang di sekitarnya. 

Bintara Seksi Humas Polres Tapteng Briptu Poniton membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pria yang ada dalam video viral tersebut bernama Tambok Hamonangan Hutabarat (52) yang merupakan warga sekitar. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (04/11/23) sekitar pukul 07.15 WIB.

“Polisi langsung mengambil tindakan dengan mengamankan pria itu dan menyerahkan kepada pihak keluarga,” jelas Poniton, dikutip dari Kompas.com, Kamis (09/11/23).

Paniton mengatakan, Tambok mengalami depresi. Sebelum peristiwa dalam video terjadi, Tambok sempat mengambil uang 350 juta di rekening miliknya.

“Lalu dia (Tambok) duduk di tengah jalan sambil meletakkan sejumlah uang pecahan Rp 100 ribu dan berteriak dengan suara besar,” ujar Poniton.

Kendati demikian, Poniton tidak merinci alasan Tambok bisa mengalami depresi. “Kami tidak punya kapasitas mengkonfirmasi (penyebab depresinya),” ungkap Poniton.

“Di sini kami (hanya), mengamankan pria tersebut sehingga tidak menimbulkan kemacetan arus lalu lintas dan mengganggu aktivitas masyarakat,” imbuhnya. ***

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • SEMPAT Viral Usai Cor Jalan, Ternyata Rumah Dermawan Pekanbaru Dilempar Orang Gila

    SEMPAT Viral Usai Cor Jalan, Ternyata Rumah Dermawan Pekanbaru Dilempar Orang Gila

    • calendar_month Jumat, 7 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Pelaku pelemparan rumah toko (ruko) milik pemuda yang viral setelah mengecor jalan rusak di Pekanbaru pakai dana pribadi telah ditangkap. Pelaku ternyata diketahui adalah ODGJ. Pemuda pemilik ruko itu bernama Bambang. Ia mengaku telah bertemu dengan pelaku pelemparan bernama Geri Amanda. Mereka bertemu dengan Geri dan keluarga di Polsek Bukit Raya siang […]

  • BERITA VIRAL DUMAI, Video Jalan Rusak Parah Ramai Komentar Pedas

    BERITA VIRAL DUMAI, Video Jalan Rusak Parah Ramai Komentar Pedas

    • calendar_month Kamis, 17 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 9Komentar

    DUMAI, detak24.com – Satu cuplikan video jalan rusak parah di Dumai menjadi viral. Komentar pedas pun mewarnai tayang berdurasi singkat itu. Video jalan rusak parah diduga di daerah Kota Dumai menjadi sorotan warganet di media sosial. Video  itu diunggah warganet melalui akun Facebook (FB) Coboy Labu yang meneruskan postingan Facebook Jay Anu, Rabu (16/11/22). Dikutip […]

  • Emak emak Tewas Dirampok di Desa Tambang Kampar, Perhiasan dan Uang Lesap 

    Emak emak Tewas Dirampok di Desa Tambang Kampar, Perhiasan dan Uang Lesap 

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAMPAR, detak24com – Teka teki pembunuhan emak emak warga Desa Tambang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar terungkap. Dua pelaku terciduk polisi. Setelah empat bulan penyelidikan, Satuan Reserse Kriminal Polres Kampar bersama Polda Riau mengungkap kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap emak emak bernama Lisma Donna Riasta (43). Korban ditemukan tewas di dapur rumahnya Dusun Kampung Lintang RT/RW […]

  • Ilustrasi

    Alamak! Dua Jambret di Pekanbaru Ditangkap Setelah 20 Kali Beraksi, Terakhir Korbannya Tewas

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Aparat kepolisian Pekanbaru membekuk dua kawanan jambret yang sudah puluhan kali beraksi. Korban terakhir mereka, seorang pria tewas setelah terjatuh dari sepeda motor. Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Andrie Setiawan menjelaskan, dua orang pelaku tersebut bernama Hary dan Eko. Mereka melakukan jambret pada Senin (1/8/2022) lalu di Jalan Hangtuah Ujung, Tenayan Raya, […]

  • MAHAR NIKAH Kaesang – Erina 64 Gram Emas Logam Mulia, Berapa Rupiah kah?

    MAHAR NIKAH Kaesang – Erina 64 Gram Emas Logam Mulia, Berapa Rupiah kah?

    • calendar_month Sabtu, 10 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 12Komentar

    JAKARTA, detak24.com – Jumlah mahar pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono  diperlihatkan di lokasi akad nikah, Pendopo Royal Ambarrukmo. Mahar tersebut adalah uang senilai Rp300 ribu dan 64 gram emas mulia. Dilansir detikJateng, Sabtu (10/12/22), mahar itu dikemas dalam bingkai berwarna emas dan bermotif bunga. Bingkai mahar itu mulai dipasang di dekat meja akad nikah Kaesang dan Erina. […]

  • Kampar Dilanda Banjir Besar, Ketinggian Air Sampai Atap Bangunan 

    Kampar Dilanda Banjir Besar, Ketinggian Air Sampai Atap Bangunan 

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAMPAR, detak24com – Kabupaten Kampar dilanda banjir besar akibat meluapnya Sungai Kampar pasca dibukanya pintu waduk PLTA Koto Panjang. Ratusan rumah di Desa Teluk Jering terendam air banjir besar dengan ketinggian mencapai atap pondok-pondok wisata yang biasanya kokoh berdiri di sepanjang pinggiran sungai. Kondisi ini tidak hanya merusak pemukiman, tetapi juga melumpuhkan aktivitas warga setempat. […]

expand_less