Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » KISRUH BUPATI MERANTI, Ini Sanksi Bakal Diterima M Adil Buntut Berseteru dengan Gubri

KISRUH BUPATI MERANTI, Ini Sanksi Bakal Diterima M Adil Buntut Berseteru dengan Gubri

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 10 Nov 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MERANTI, detak24.com – Sejumlah sanksi bakal diterima Bupati Meranti, M Adil pasca perseteruan dengan Gubri. 

Menurut Pakar Hukum Tata Negara Prof Dr Husnu Abadi,, dalam hukum tata negara, latar belakang persoalan ini adalah, di undang-undang nomor 22 tahun 1999, yang saat itu menyatakan gubernur bukan atasan dari bupati, dan bupati memegang otonomi daerah yang sangat luas.

Pada masa itu, kata Husnu, banyak bupati yang tidak mau menghadiri undangan dari atasannya yakni Gubernur, dan itu terjadi pada semua daerah.

Ia mencontohkan kala itu di tahun 1999 pada masa Gubernur Riau Saleh Djasit sampai tahun 2003, banyak bupati di Riau yang sedikit membangkang, namun tidak seperti memboikot seperti yang dilakukan Bupati Adil saat ini.

“Lalu diperbaiki oleh undang – undang nomor 32 tahun 2004, disebutkan bahwa gubernur merupakan wakil dari pemerintah pusat. Yang artinya bisa mengontrol dan sebagai atasan terhadap bupati dan walikota. Kemudian disempurnakan lagi oleh Undang-Undang nomor 23 tahun 2014, dimana lebih jelas lagi, bahwa gubernur bahkan bisa membatalkan peraturan daerah, karena sebagai wakil pemerintah pusat,” papar Husnu.

“Artinya, atasan itu adalah Gubernur dan Mendagri. Sebetulnya bupati itu mempunyai kewenangan yang lebih konkrit, karenan otonomi itu adalah di kabupaten. Namun provinsi itu fungsinya koordinasi, gubernur adalah atasan bupati. Maka lazimnya, mau tau mau harus tahu duduk soalnya sebagai bupati untuk mentaati panggilan, undangan dari gubernur. Karena hal ini bukan kali ini terjadi, saat Gubernur Rusli Zainal ada Bupati Inhu Thamsir Rachman yang tak mau mentaati,” jelasnya lagi.

Bagaimanapun, dalam sistem hukum tata negara, kata Husnu Abadi, Bupati adalah bawahan, dan gubernur mempunyai instrumen untuk mengontrol dan mengawasi bupati tersebut dalam undang-undang nomor 23.

“Maka, bisa saja gubernur memberikan sanksi. Sanksi itu bukan hanya pada bupati saja, tapi juga pemerintah kabupaten. Misalnya, dalam hal anggaran. Dalam hal kebijakan provinsi ke kabupaten. Mendagri juga mengontrol apasih maunya bupati ini, karena kita masih menekankan negara kesatuan. Negara kesatuan itu bisa sedikit – sedikit sentralistrik. Disinilah mau tak mau bupati harus tunduk pada Mendagri maupun kepada gubernur,” cakapnya lagi.

Lebih jauh, mungkin saja Mendagri juga akan memberikan sanksi terkait sikap Bupati Adil tersebut. Bukan lagi sanksi teguran, tapi lebih kepada dalam pengalokasian program Kemendagri, dan juga dalam hal pemberiaan telaah verifikasi Perda dimana semuanya harus satu pintu melakui Mendagri.

“Bisa jadi kewenangan mengontrolnya bisa lebih serius, maupun lain – lainnya. Sanksi yang demikian itu memang misalnya bupatinya bilang ‘tak ape-ape lah’. Tapi dalam program kesejahtraan rakyat, kan kasian rakyat itu. Mendagri itu leader itu dalam program – program kementrian lain. Maka, kalau sikap dari Bupati Adil itu konfrontatif, itu kan kurang menjunjung tradisi melayu,” cakapnya lagi.

Selain dari sisi hukum tata negara, kata Husnu Abadi, juga bisa dilihat dari sisi budaya melayu yang menyanjung norma kesopanan dalam tradisi melayu.

Dimana, Gubernur maupun Bupati sama – sama mendapat gelar adat dari lembaga adat baik di provinsi maupun kabupaten.

“Ternyata, hal ini sering tak disadari, bahwa dia sebagai pemimpin melayu, bagaimana membangun peradaban kepemimpinan melayu. Apakah sopan santun tradisi kemelayuan tak perlu kita jaga dengan baik? Karena Riau ini sebagai pusat kebudayaan melayu. Maka nilai budaya melayu dalam hal mentaati pemimpin tentu harus kita budayakan, bukan menonjolkan menang – menangan. Memang kita masuk dunia republik yang masuk alam demokrasi, tapi tentu tak lepas dari tunjuk ajar melayu dalam hal menghormati pemimpin,” katanya.

Pemimpin sendiri, dalam hal ini Gubernur juga boleh dikoreksi tapi dengan cara yang baik.

Karena, kata Husnu, bisa jadi pemerintah provinsi tidak memberikan perhatian kepada anak kandung ke-12 tersebut yakni Kabupaten Meranti.

“Maka, gubernur juga harus introspeksi, supaya semua kabupaten memperoleh perhatian, supaya sama-sama daerah Riau ini maju dan dirasakan rakyat,” jelasnya lagi.

“Maka kalau kita lihat, cooling down lah Bupati Meranti. Harusnya begitu. Jadi bupati itu kan perlu kedewasaan, tutur kata bupati itu harus lebih dewasa. Harus adalah tradisi kesopanan melayu bisa ditunjukkan lebih bagus. Kalau dilihat juga Syamsuar tak ada respon yang demikian, bagus juga itu sikapnya,” tukasnya.

Untuk diketahui, perseteruan Adil dengan Syamsuar sudah terjadi beberapa kali. Yakni pertama saat Adil menyatakan diri untuk maju Pilgubri, dan ‘menyenggol’ Syamsuar yang menurutnya Gubernur tidak memperhatikan Meranti.

Kemudian, terkait kunjungan Gubernur Syamsuar ke Meranti yang gagal karena disebut – sebut ditolak Bupati Adil. Dan yang terbaru, Adil tidak menghadiri Rakor Gubernur bersama kepala daerah dan Camat, dan diduga melarang Camat untuk menghadiri agenda tersebut.***

Sumber : CAKAPLAH.com

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Modus Beli Rokok, Scoopy Cewek Cantik di Batutertip Dumai Dilarikan Bapak Bapak Sampai Palembang 

    Modus Beli Rokok, Scoopy Cewek Cantik di Batutertip Dumai Dilarikan Bapak Bapak Sampai Palembang 

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Seorang cewek cantik di Batuteritip Dumai mengalami nasib apes. Honda Scoopy miliknya dibawa kabur bapak bapak sampai Palembang. Padahal, semula pelaku hanya minjam untuk beli rokok. Informasi dirangkum, Selasa (03/02/26), Polsek Sungai Sembilan mengungkap kasus dugaan tindak pidana penggelapan sepeda motor merk Scoopy. Kasus ini dilaporkan pada tanggal 15 Januari 2026, dan tersangka […]

  • Kementan Impor Vaksin PMK Tiga Juta Dosis, Plus Bantuan Asing

    Kementan Impor Vaksin PMK Tiga Juta Dosis, Plus Bantuan Asing

    • calendar_month Rabu, 8 Jun 2022
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    Jakarta, detak24.com – Pemerintah telah mengagendakan vaksinasi massal hewan ternak yang terpapar PMK. Dalam waktu dekat bakal masuk 3 juta dosis vaksin impor dari Perancis. Selain itu, juga ada bantuan dari sejumlah negara. Direktur Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nasrullah menjelaskan pemerintah melakukan impor vaksin darurat sebanyak 3 juta dosis dari Prancis. Vaksin itu ditargetkan […]

  • Gelombang Pasang Terjang Desa Kuala Selat Inhil, 1 Rumah Roboh 5 Rusak, 2500 Ha Kebun Terancam Abrasi

    Gelombang Pasang Terjang Desa Kuala Selat Inhil, 1 Rumah Roboh 5 Rusak, 2500 Ha Kebun Terancam Abrasi

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    INHIL, detak24com – Gelombang pasang terjang daerah pesisir Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Akibatnya 6 rumah warga mengalami kerusakan, dan 2500 hektar kebun masyarakat terancam rusak. Peristiwa ini terjadi Pada Jumat (17/01/25) siang di Desa Kuala Selat Kecamatan Kateman, Inhil . Dari peristiwa ini setidak ada 1 rumah warga roboh dan 5 rumah lainnya rusak […]

  • Begal Bercelurit Rampok Pelajar di Tanahputih Rohil, Uang dan Hp Lesap

    Begal Bercelurit Rampok Pelajar di Tanahputih Rohil, Uang dan Hp Lesap

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2024
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    ROHIL, detak24com – Polres Rohil membekuk begal bercelurit di Kepenghuluan Melayu Besar, Tanahputih. Tersangka dilaporkan merampok uang dan Hp pelajar. Informasi dirangkum, Selasa (16/07/24), begal berinisial  RK alias Roni Pedaw (23) ditangkap di Jalan Tugu, Desa Melayu Besar, Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, pada Sabtu 13 Juli 2024 sekitar pukul 21.00 WIB. “Begal tersebut ditangkap […]

  • PETUGAS TPS Riau Bertumbangan, 87 Orang Dirawat di Rumah Sakit

    PETUGAS TPS Riau Bertumbangan, 87 Orang Dirawat di Rumah Sakit

    • calendar_month Jumat, 16 Feb 2024
    • account_circle Redaksi
    • 3Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Petugas TPS Pemilu serentak 2024 yang dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas di Provinsi Riau terus bertambah. Sebanyak 87 orang hingga kini masih diopname. Sedikitnya sudah 209 petugas yang dibawa ke rumah sakit maupun puskesmas akibat kelelahan menghitung suara pemilihan selama dua hari berturut-turut. Pasalnya, para petugas harus menghitung suara pemilihan Presiden, […]

  • LIMA Kali Beraksi, Warga Simpang Martabak Rohil Keok di Tangan Polisi

    LIMA Kali Beraksi, Warga Simpang Martabak Rohil Keok di Tangan Polisi

    • calendar_month Selasa, 14 Mei 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    ROHIL, detak24com – Polisi meringkus BY (31), warga Simpang Martabak Rohil dalam kasus pencurian. Diketahui, residivis itu sudah lima kali beraksi. Informasi dirangkum, Selasa (14/05/24), BY merupakan warga Dusun Simpang Martabak Kepenghuluan Bagan Batu Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rohil. Ia ditangkap pada, Selasa 7 Mei 2024 pukul 12.00 WIB. Tidak dapat berkutik, BY yang mengaku […]

expand_less