DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Kapal Tanker Terbakar di Batam, 10 Orang Tewas Belasan Kritis 

Kapal tanker terbakar dan meledak di Batam. f : ist

BATAM, detak24com – Kapal tanker MT Federal II yang tengah menjalani perbaikan di galangan kapal PT ASL Shipyard Indonesia, Batu Aji, Batam terbakar.

Kapolda Kepri, Irjen Asep Safrudin menyebutkan sebanyak 10 pekerja tewas serta belasan lainnya terluka dan masih dalam perawatan medis.

“Sementara korban yang sudah diketahui yaitu sebanyak 28 orang. Sepuluh orang di antaranya meninggal dunia, 18 masih dalam perawatan intensif” kata Irjen Asep, Rabu (15/10/25).

Asep mengatakan 18 orang korban lainnya saat ini tengah mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Para korban dirawat di beberapa rumah sakit.

“Mudah-mudahan yang 18 korban ini bisa selamat dan masih dalam perawatan intensif di beberapa rumah sakit,” ujarnya saat mengunjungi korban di RS Mutiara Aini.

Ia menambahkan, terdapat empat orang korban luka berat yang tengah dirawat di ruang ICU RS Mutiara Aini. Pihaknya juga masih memastikan kondisi korban lainnya.

“Luka berat di rumah sakit ini ada empat yang dalam perawatan di ruang ICU. Tempat lain kami masih mengecek juga, sementara di tiga rumah sakit,” ujarnya.

Terkait penyebab kecelakaan, Asep menyebutkan saat ini masih dalam penyelidikan pihaknya. Ia menegaskan akan menindak tegas apabila ditemukan pelanggaran hukum.

“Sementara penyebabnya sedang dalam proses penyelidikan dari tim Reskrim, baik Polresta Barelang maupun Polda. Inafis kita sedang bekerja di TKP. Nanti kita akan ketahui penyebabnya apa dari kecelakaan kerja tersebut,” jelasnya.

“Tentu saja dari hasil penyelidikan nanti kita bisa lihat apakah ada unsur kelalaian yang mengakibatkan orang meninggal dunia. Apabila itu ditemukan, maka akan kita proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tambahnya.

11 Korban Kritis 

Sebanyak 21 korban ledakan kapal tanker MT Federal 11 masih berjuang untuk pulih di ruang perawatan intensif sejumlah rumah sakit Kota Batam, Kepulauan Riau.

Para korban sebagian besar mengalami luka bakar berat hingga sedang, akibat ledakan yang terjadi di galangan kapal PT ASL Tanjung Uncang, Rabu (15/10/25) dini hari.

Salah satu korban selamat, Jefry Agusto mengaku masih syok saat mengenang detik-detik sebelum kapal tempatnya bekerja berubah menjadi lautan api.

“Itu cepat sekali, begitu api muncul dari bawah kapal, kami langsung lari ke atas. Dalam rombongan saya ada tujuh orang, tapi tidak semua bisa selamat,” tuturnya dengan suara bergetar, dikutip dari Newsline Metro TV, Kamis (16/10/25).

 

 

Ledakan keras yang terjadi sekitar pukul 05.00 pagi itu menewaskan 10 pekerja dan melukai 21 orang lainnya. Api besar yang membakar badan kapal membuat proses evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu cukup lama.

Tim gabungan dari Polresta Barelang, Polda Kepulauan Riau, dan Basarnas Batam masih terus melakukan penyelidikan di lokasi kejadian untuk memastikan penyebab pasti ledakan

“Tim Inafis masih bekerja di TKP untuk mengumpulkan bukti forensik. Kami juga menelusuri kemungkinan adanya kelalaian dalam prosedur keselamatan kerja,” ujar salah satu perwira penyidik di lokasi.

Sementara itu, korban luka berat masih menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit seperti RSUD Embung Fatimah, RS Bhayangkara Batam, dan RS Elisabeth. Tim medis menyebut kondisi sebagian korban masih kritis akibat luka bakar di atas 40 persen.

“Kami terus memantau kondisi para korban. Luka bakar mereka cukup parah, terutama di bagian wajah, tangan, dan dada,” kata salah satu dokter jaga RSUD Embung Fatimah.

 

 

Keluarga korban yang menunggu di rumah sakit tampak cemas menanti kabar. Beberapa di antaranya mengaku belum mendapat kepastian apakah anggota keluarga mereka termasuk korban tewas atau masih dirawat.

“Kami cuma ingin tahu kondisi adik saya, dia kerja di kapal itu sudah tiga bulan. Katanya baru seminggu pulang ke Batam,” ungkap Desi, salah satu kerabat korban.

Ledakan di kapal tanker MT Federal 11 ini menjadi salah satu insiden industri terburuk di Batam dalam beberapa tahun terakhir. Insiden tersebut menyoroti kembali lemahnya pengawasan keselamatan kerja di sektor perkapalan.

 

 

Pemerintah daerah bersama Kementerian Ketenagakerjaan disebut akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan kerja di kawasan galangan kapal Tanjung Uncang yang dikenal sebagai salah satu pusat industri maritim terbesar di Indonesia.

“Keselamatan kerja harus menjadi prioritas. Kita tidak boleh menunggu korban jatuh baru bertindak,” kata salah satu pejabat dari Dinas Tenaga Kerja Kepri.

Hingga kini, proses identifikasi korban tewas masih berlangsung di RS Bhayangkara Batam, sementara lokasi ledakan telah dipasangi garis polisi untuk keperluan penyelidikan lanjutan. (Red)

Editor : Kar