DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Kalah Segalanya, Pemain Lapis Dua Jepang Hajar Skuad Garuda 6-0

Timnas Indonesia menghadapi Jepang di Kualifikasi PD 2026 Zona Asia. f : ist

DETAK24COM –  Meski hanya turunkan pemain lapis dua, Timnas Jepang kembali menunjukkan dominasinya atas skuad Garuda dengan kemenangan telak 6-0 di Suita City Stadium, Selasa (10/06/25).

Pada babak pertama, Jepang sudah unggul tiga gol berkat brace Daichi Kamada dan satu gol dari Takefusa Kubo.

Pada babak kedua, Jepang terus menekan dan menambah tiga gol lagi melalui Ryoya Morishita pada menit ke-55, Machino pada menit ke-58, dan Mao Hosoya pada menit ke-80. Kekalahan telak ini menunjukkan bahwa Timnas Indonesia masih perlu banyak perbaikan untuk bisa bersaing dengan Jepang.

Seperti dikutip dari detikcom, pertandingan ini juga menunjukkan bahwa pertahanan Indonesia masih rentan, terutama pada sisi kanan yang gagal ditutup dengan baik oleh Mees Hilgers, sehingga memungkinkan pemain Jepang untuk mengirim bola dengan matang.

Dengan hasil ini, Jepang semakin menunjukkan kekuatan mereka di lapangan, sementara Indonesia harus segera bangkit dan melakukan evaluasi untuk pertandingan berikutnya.

Kalah Segalanya 

Timnas Indonesia memang kalah segalanya dan harus menelan kekalahan dengan skor telak 0-6 melawan Jepang dalam laga matchday ke-10 dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran ketiga grup C di Stadion Suita City, Suita, Selasa (10/6/2025).

Jepang menunjukkan kelasnya yang jauh di Indonesia dalam pertandingan ini dan statistik menunjukkan hal itu. Dari data statistik terlihat Jepang membuat 22 tendangan dan 11 di antaranya tepat ke gawang. Mereka berhasil membuat enam gol dari peluang tersebut.

Statistis ini unggul jauh dibanding Indonesia. Pasukan Patrick Kluivert dibuat tak berdaya dan sama sekali membuat tendangan ke arah pertahanan apalagi tepat ke gawang Jepang. Kiper Jepang Keisuke Osako sama sekali tak pernah dibuat kesulitan dalam pertandingan ini.

Gol-gol Jepang dilesakkan Daichi Kamada yang mencetak dua gol, Takefusa Kubo, Ryoya Morishita, Shuto Machino, dan Hao Mosoya. Tekanan yang dibuat Jepang membuat Indonesia tak mampu mengembangkan permainan.

Jepang memang unggul segalanya dalam pertandingan ini. Meski hanya menurunkan pemain lapis kedua, tetapi tampil dominan dan membuat Indonesia keteteran. Mereka juga sempat beberapa kali membuat peluang setelah terus-menerus menekan Indonesia.

Permainan kompak yang ditunjukkan Jepang membuat pemain Indonesia kalang kabut. Setiap kesempatan Indonesia membuat tekanan langsung bisa diredam para pemain Jepang. Ole Romeny yang mampu selalu mencetak gol dalam tiga laga sebelumnya juga dibuat tak berdaya dan mandul dalam laga ini.

Jepang juga unggul dalam hal operan. Pasukan Hajime Moriyasu membuat 645 operan, sedangkan Indonesia cuma membuat 267. Para pemain Jepang juga menunjukkan permainan kompaknya dengan tercatat membuat 97% akurasi operan atau nyaris sempurna. Sodoran bola nyaris selalu tepat sampai ke rekannya. Sementara akurasi operan para pemain Indonesia tercatat hanya 75%.

Untuk meredam serangan Jepang, para pemain Indonesia tercatat melakukan enam pelanggaran. Jumlah yang sama dilakukan para pemain Jepang.

Para pemain Indonesia juga sempat tiga kali terjebak offside. Sementara Jepang sama sekali tidak pernah melakukannya. Dominasi Jepang juga ditunjukkan dengan delapan tendangan sudut yang mereka lakukan. Sementara Jay Idzes dan kawan-kawan sama sekali tak pernah mendapat kesempatan melakukan sepak pojok. (Red)

Editor : Kar