Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » JADI SAKSI AHLI, Ini Tanggapan Romo Franz Magnis Suseno Tentang Pembunuhan Brigadir J

JADI SAKSI AHLI, Ini Tanggapan Romo Franz Magnis Suseno Tentang Pembunuhan Brigadir J

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 27 Des 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24.com – JPU ajukan pertanyaan kepada Romo Franz Magnis Suseno terkait terdakwa Eliezer yang rajin beribadah, namun tidak mengingat ayat yang melarang membunuh. 

Hal itu diungkap Romo Franz Magnis Suseno saat menjadi saksi ahli meringankan untuk terdakwa Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu terkait kasus pembunuhan Yosua di PN Jaksel, Senin (26/12/22). Romo Franz Magnis Suseno dihadirkan sebagai saksi ahli etika filsafat moral.

Mulanya, jaksa Paris Manalu mengulang kembali pengakuan Eliezer yang menyebut tidak ada dendam terhadap Yosua. Tetapi, kata jaksa Paris, Eliezer tetap melakukan penembakan terhadap Yosua.

“Di sini terdakwa disumpah berdasarkan keyakinannya agama Kristen. Dalam ajaran agama, kita tidak boleh menghilangkan nyawa. Pertanyaan saya, sebagaimana fakta-fakta yang muncul di persidangan, tidak ada gambaran antara terdakwa Richard dengan korban Yosua dendam. Bahkan itu pengakuan terdakwa sendiri, tetapi terdakwa mau melakukan penembakan,” kata Paris.

Paris lalu bertanya bagaimana pendapat Romo terkait perilaku moral etika Eliezer dari sisi moralitas agama. Sementara, kata Paris, dalam ajaran Agama Kristen yang dianut Eliezer, ada ayat yang berbunyi melarang untuk membunuh dan yang membunuh harus dihukum.

“Bagaimana pendapat ahli terkait perilaku moral etis darimana dari sisi moralitas bersumber dari agama seperti karena dia berkeyakinan. Agama Kristen di dalami Matius 5 ayat 21a berbunyi demikian kamu telah mendengar dari ajaran agama kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyangmu kita, jangan membunuh, siapa membunuh harus dihukum. Tolong prof dikaitkan dengan hukum moralitas agama?” tanya Paris.

Sebelum dijawab Romo Magnis, Paris kembali menerangkan keterangan ahli yang menyebut Eliezer adalah orang yang rajin beribadah. Karena itulah, Paris meminta penjelasan Romo terkait sikap Eliezer yang seharusnya sebagai orang yang taat ibadah tahu akan ayat tersebut.

“Jadi terdakwa ini orang yang banget rajin spiritualnya sebagaimana hasil penelitian para ahli dia rajin termasuk dalam beribadah. Di dalam kegiatan beribadah tentu ada hal-hal yang didapat harusnya kalau menurut pendapat tadi bahwa dia orang yang rajin seharusnya artinya taat dalam spiritual harusnya dia tahu ayat itu, tolong dijelaskan Prof?” tanya Paris.

Romo Magnis mengatakan sejatinya orang yang beragama tentu tahu soal larangan membunuh tersebut. Namun, kata Romo Magnis, apa yang dilakukan Eliezer pada saat itu karena ada yang memberi perintah.

Ya tentu saja bahwa orang beragama itu tahu bahwa ia tidak boleh membunuh dan sebagainya, tetapi di dalam agama kita juga tahu bahwa orang tidak menaati yang menjadi perintah agama, jadi masalahnya di situ pun tidak ada dendam, karena itu cukup jelas motivasi perbuatan itu bukan suatu motivasi pribadi sama sekali, tetapi pelaksana perintah yang diberikan oleh yang berhak memberi perintah, ” kata Romo Magnis.

“Di mana seharusnya dia tahu perintah seperti itu tidak dilaksanakan akan tetapi itu mungkin saja di dalam budayanya sendiri di dalam budaya polisi apalagi tekanan pada waktu itu yang tegang,” sambung.

Romo Magnis menilai dalam situasi pada saat itu, Eliezer berada di dalam tekanan yang membuat tidak memikirkan sikap Tuhan. Kendati demikian, kata Romo Magnis, Tuhan juga melihat orang yang tengah mengalami kebingungan.

“Dari sudut agama itu sebenarnya tidak berbeda dengan sudut etika, kita bertanya sejauh mana dia bertanggung jawab mungkin bertanggung jawab sangat sedikit. Itulah karena di dalam situasi di bawah pressurenya dia juga tidak akan memikirkan sikap Yesus tadi dikatakan Yesus tadi, dia hanya ‘aku harus melakukan apa?’ Saya oleh orang yang di atas kuasa bener disuruh itu, lalu dia tembak tentu orang ketiga seperti saya bisa mengatakan seharusnya setiap orang di polisi dididik supaya tahu ada perintah yang tidak polisi laksanakan tapi itu jarang sekali,” papar Romo.

“Jadi menurut saya ya segi agama tidak menambah banyak sekali, dia itu bingung, Tuhan juga melihat yang bingung, manusia mempunyai sistem hukum dia harus dalam rangka hukum, ditangani adil berarti memperhatikan sejauh mana dia bertanggung jawab,” imbuhnya.

Eliezer Didakwa Lakukan Pembunuhan Berencana
Eliezer didakwa bersama-sama dengan Ferdy Sambo melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat. Eliezer disebut dengan sadar dan tanpa ragu menembak Yosua.

“Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain,” ucap jaksa saat membacakan surat dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (18/10).

Eliezer didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.(dtc)

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • INNALILAHI, Balita Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan Meninggal Dunia

    INNALILAHI, Balita Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan Meninggal Dunia

    • calendar_month Sabtu, 25 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    KAMPAR, detak24com – Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban balita yang tenggelam di Sungai Kampar pada Jumat (24/03/23) sekitar pukul 01.55 WIB dini hari. Kepala Basarnas Pekanbaru, I Nyoman Sidakarya mengatakan, korban ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam keadaan terapung dan meninggal dunia. “Jarak ditemukan kurang lebih 6 km dari lokasi kejadian ke arah hilir […]

  • Dihadiri Ratusan Kader, NasDem Meranti Gelar Konsolidasi Partai

    Dihadiri Ratusan Kader, NasDem Meranti Gelar Konsolidasi Partai

    • calendar_month Minggu, 30 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    MERANTI, detak24.com – DPD Partai NasDem menggelar workshop konsolidasi dan pendidikan politik (Dikpol) se-Kabupaten Kepulauan Meranti. Acara digelar di Ballroom Grand Meranti Hotel, Selatpanjang, Sabtu (29/10/22) ini dihadiri ratusan orang terdiri dari pengurus tingkat DPD dan DPC serta organisasi sayap (underbouw) Partai NasDem. Terlihat kegiatan tersebut dibuka Sekretaris DPW Partai NasDem Riau Jhony Charles itu […]

  • Kapal Roro Tenggelam di Selat Bali : Enam Meninggal-Puluhan Orang Hilang, Begini Faktanya!

    Kapal Roro Tenggelam di Selat Bali : Enam Meninggal-Puluhan Orang Hilang, Begini Faktanya!

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali pada Rabu (02/07/25) malam. Kapal nahas ini berlayar dari Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk Bali pukul 22.56 WIB, Rabu (02/07/25). Beberapa menit setelahnya, pukul 23.35 WIB tengah malam, kapal tenggelam terlihat dari petugas jaga Syahbandar. Posisi terakhir kapal terlihat di perairan Selat Bali pada koordinat […]

  • ALHAMDULILLAH, Harga TBS Sawit Plasma dan Swadaya di Riau Naik

    ALHAMDULILLAH, Harga TBS Sawit Plasma dan Swadaya di Riau Naik

    • calendar_month Selasa, 20 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 10Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Harga TBS sawit plasma maupun swadaya di Riau pekan ini sama-sama naik. Kabid Pengolahan dan Pemasaran Disbun Provinsi Riau, Defris Hatmaja mengatakan, untuk harga tertinggi berada di kelompok umur 9 tahun yaitu sebesar Rp 2.319,07/Kg dan berlaku untuk periode satu minggu ke depan, dengan harga cangkang berlaku untuk satu bulan ke depan […]

  • SEBELUM Meninggal, Adan Mahasiswa UIR Selamatkan Tiga Nyawa Teman di Puncak Marapi

    SEBELUM Meninggal, Adan Mahasiswa UIR Selamatkan Tiga Nyawa Teman di Puncak Marapi

    • calendar_month Selasa, 5 Des 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Aksi heroik dan tragis M Adan, mahasiswa UIR yang jadi korban erupsi Marapi, terungkap. Sebelum meninggal, almarhum berhasil selamatkan tiga nyawa rekannya. Salah satu warga Pekanbaru bernama Muhammad Adan, menjadi korban letusan Gunung Marapi di Sumatera Barat, Ahad (03/12/23). Korban yang juga merupakan mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) itu kini telah dibawa […]

  • Hindari Lubang Jalan dan Terjatuh, Cewek Cantik Dilindas Truk di Purnama Dumai

    Hindari Lubang Jalan dan Terjatuh, Cewek Cantik Dilindas Truk di Purnama Dumai

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Seorang wanita dilaporkan tergilas truk saat jatuh usai menghindari lubang Jalan Inpres, Purnama, Dumai, Kamis (10/09/26) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Dilansir dari laman Facebook Sorot Dumai, kecelakaan terjadi di Jalan Inpres, Purnama, Dumai. Seorang wanita dilaporkan terjatuh setelah berusaha mengelak lubang di badan jalan. Naas, saat terjatuh, kaki korban tergilas truk […]

expand_less