Hilang Sehari, Nelayan Ditemukan dalam Mulut Buaya di Reteh Inhil
- account_circle Redaksi
- calendar_month 4 menit yang lalu
- print Cetak

Evakuasi jasad nelayan yang diterkam buaya di Reteh, Inhil. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INHIL, detak24com – Seorang nelayan di Desa Sungai Undan, Kecamatan Reteh, Inhil ditemukan meninggal dunia setelah diserang seekor buaya.
Tragisnya, jasad korban ditemukan masih berada dalam mulut buaya dengan panjang diperkirakan mencapai empat meter tersebut.
Korban diketahui bernama Hamsar (27). Jasadnya ditemukan warga pada Sabtu (07/11/26) siang sekitar pukul 11.00 WIB di kawasan Parit Baru, Dusun Mayang Sari, Desa Sungai Undan.
Saat ditemukan, tubuh korban masih berada dalam mulut buaya yang diperkirakan memiliki berat hingga 400 kilogram.
Peristiwa nahas tersebut bermula pada Jumat (06/11/26) petang sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, masyarakat menerima informasi mengenai hilangnya Hamsar.
Warga bersama pemerintah desa dan aparat kepolisian kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi yang diduga menjadi tempat korban terakhir beraktivitas.
Kapolsek Reteh Iptu Rozi Dhasa Prima, mengatakan bahwa pencarian melibatkan Kepala Desa Sungai Undan Anton Abdurrahman, staf desa Hambali Khumaidi, Bhabinkamtibmas Aipda Budiyanto, serta masyarakat setempat.
“Pencarian yang berlangsung hingga keesokan harinya akhirnya membuahkan hasil. Namun, warga justru menemukan korban dalam kondisi mengenaskan, berada di dalam mulut seekor buaya berukuran besar,” ujar Kapolsek, Ahad (08/11/26).
Melihat kondisi tersebut, warga berupaya menghalau buaya agar melepaskan tubuh korban. Setelah berhasil, jasad Hamsar kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah keluarganya.
Berdasarkan keterangan kepolisian, korban mengalami luka berat akibat serangan hewan predator tersebut. Tangan dan kaki bagian kanan dilaporkan putus, sementara sejumlah bagian tubuh lainnya mengalami luka serius.
Seperti dikutip dari MCRiau, Kapolsek Reteh menyampaikan bahwa kepolisian bersama pemerintah desa telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari membantu proses pencarian hingga evakuasi korban. Petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar perairan.
“Warga, khususnya nelayan dan masyarakat yang sehari-hari beraktivitas di sungai maupun parit, diminta meningkatkan kewaspadaan karena kawasan tersebut diduga menjadi habitat buaya,” ingat Kapolsek.
Selain itu, polisi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan melawan hukum terhadap satwa yang diduga menyerang korban. Penanganan terhadap satwa tersebut harus dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Sementara itu, petugas kesehatan Pustu Desa Sungai Undan, Nur Ihsan, telah melakukan pemeriksaan terhadap korban.
Kepala Desa Sungai Undan Anton Abdurrahman, juga membenarkan bahwa Hamsar meninggal dunia akibat serangan buaya di lokasi kejadian.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir dan bantaran sungai di Kabupaten Indragiri Hilir. Warga diimbau tidak lengah ketika beraktivitas di perairan, terutama di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya. (Dion)
Editor : Kar

















