Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hukrim » Gulung Enam Tersangka, Polda Riau Sita 12 Kg Sabu di Lubuk Muda Bengkalis 

Gulung Enam Tersangka, Polda Riau Sita 12 Kg Sabu di Lubuk Muda Bengkalis 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 25 Agt 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Polda Riau tangkap 6 pengedar narkotika jaringan internasional, dengan barang bukti 12 kg sabu serta 10 ribu butir ekstasi di Lubuk Muda Bengkalis.

Dirreserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Manang Soebeti mengatakan, pengungkapan dilakukan Subdit III melalui serangkaian operasi penyamaran yang dipimpin oleh AKBP Edi Munawar, Kamis (22/08/24)

“Disita 12 Kg sabu dan 10 ribu butir pil ekstasi. Tersangkanya ada enam orang,” ujar Kombes Pol Manang Soebeti dirilis Ahad (25/08/24).

Keenam tersangka adalah Harianto warga Dumai, Erwin Syahputra dan Irwan alamat Pekanbaru, Dodi Iskandar serta Adi Saputra berdomisili di Siak. Sementara, tersangka Robi Mahendra asal Kampar.

Pengungkapan berawal ketika tim Subdit III Dirreserse Polda Riau mendapatkan Informasi ada mobil Honda Jazz berwarna merah BM 1608 ZN akan membawa narkoba di sekitaran pelabuhan tikus Lubuk Muda, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis.

Aparat langsung menindaklanjuti laporan tersebut dan membagi beberapa tim untuk berpencar di sekitaran lokasi. Lalu tim melihat mobil yang dimaksud masuk ke lokasi dan berhenti di pinggiran pelabuhan.

Tidak lama kemudian, tim yang memantau, melihat seorang lelaki keluar dari mobil tersebut dan turun ke sebuah kapal. Tak lama berselang, lelaki itu keluar dari kapal sambil membawa goni yang dimasukkan ke mobil Honda Jazz tersebut.

Tidak ingin membuang waktu, tim melakukan pengepungan dan menangkap dua orang yang di mobil tersebut.

“Kedua orang itu, tersangka Harianto dan Erwin Syahputra. Setelah dicek, goni tersebut berisikan 12 Kg sabu dan 10 ribu butir pil ekstasi,” ucap Manang.

Manang menyebut, sabu itu berasal dari Malaysia. “Jadi kapal itu dari Malaysia yang baru bersandar,” ucap Manang.

Setelah berhasil menangkap Harianto dan Erwin, tim Subdit III langsung melakukan pengembangan. Pihak kepolisian kemudian menuju ke Kecamatan Perawang, Kabupaten Siak.

Berdasarkan keterangan tersangka Harianto dan Erwin Syahputra, 12 Kg sabu dan 10 ribu butir pil ekstasi itu akan diserahkan ke tersangka Dodi Iskandar dan Adi Saputra di toilet SPBU KM 5 Perawang, Kabupaten Siak.

“Tim melakukan undercover (penyamaran) untuk menyerahkan narkoba itu kepada tersangka Dodi dan Adi. Penyerahan itu dilakukan di toilet SPBU KM 5 Perawang. Setibanya di lokasi yang dijanjikan, tim undercover awalnya menunggu tersangka Dodi dan Adi. Tak berapa lama, kedua tersangka tiba menggunakan sepeda motor Yamaha NMax,” jelas Manang.

Setelah itu pihak kepolisian langsung menuju ke Kota Pekanbaru. Disini, mereka kembali melakukan pengembangan dengan cara undercover. Berdasarkan keterangan tersangka Dodi, 10 ribu butir pil ekstasi itu akan diserahkan ke tersangka Irwan. 

Diserahkannya 10 ribu butir pil ekstasi tersebut ke tersangka Irwan, dikatakan tersangka Dodi, atas perintah seseorang yang bernama Baron, yang berada di Malaysia.

“Tim undercover kemudian menuju ke Gang Amaliah, Kelurahan Perintis, Kecamatan Limapuluh (Kota Pekanbaru) untuk mengantarkan ekstasi itu kepada tersangka Irwan. Setelah bertemu, tim undercover langsung melakukan penangkapan,” ucapnya.

Usai berhasil Irwan, polisi kembali melakukan undercover. Kali ini, tim bergerak ke Jalan Imam Munandar, Kelurahan Tangerang Utara, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, tepatnya di KFC Harapan Raya.

“Berdasarkan pesanan, di sana dilakukan penyerahan dua bungkus besar sabu, yang diterima oleh tersangka Robi Mahendra. Kemudian tim undercover tiba lebih dulu di KFC Harapan Raya, lokasi transaksinya. Setelah tim (undercover) menunggu, tersangka Robi tiba dengan menggunakan sepeda motor. Saat mau menyerahkan dua bungkus besar (sabu) itu, tim langsung melakukan penangkapan (terhadap tersangka Robi),” lanjut Kombes Pol Manang Soebeti.

Dijelaskan Manang, para tersangka merupakan jaringan Internasional. “Mereka ini (para tersangka) jaringan internasional, yang dikendalikan dari Malaysia,” jelasnya.

Sabu dan ekstasi itu, rencananya akan diedarkan di Kota Pekanbaru dan Medan, Provinsi Sumatra Utara (Sumut). “Pengakuan para tersangka seperti itu. Mau diedarkan di Pekanbaru dan Medan,” jelasnya. (Rls)

Editor : Kar 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • NEKAT! Kawanan Maling Gasak Aset Polisi Polresta Pekanbaru

    NEKAT! Kawanan Maling Gasak Aset Polisi Polresta Pekanbaru

    • calendar_month Senin, 22 Apr 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Aparat menangkap kawanan pencuri aset polisi Polresta Pekanbaru. Kini, mereka terpaksa mendekam dalam penjara. Polsek Senapelan Pekanbaru berhasil mengamankan enam tersangka dari empat kasus yang berbeda. Empat kasus tersebut adalah, dua kasus pencurian motor, satu kasus jambret, dan satu kasus pencurian alat berat aset polisi. “Para pelaku ini melakukan aksinya di berbagai […]

  • KORUPTOR Jembatan Selat Rengit Meranti Rp 28 M Dihukum 2 Tahun

    KORUPTOR Jembatan Selat Rengit Meranti Rp 28 M Dihukum 2 Tahun

    • calendar_month Selasa, 5 Des 2023
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Majelis hakim Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru menghukum dua koruptor Jembatan Selat Rengit (JSR) Kepulauan Meranti sebesar Rp 28 miliar, selama 2 tahun, Selasa (05/12/23) petang. Kedua koruptor Jembatan Selat Rengit tersebut adalah Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2012 selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Dupil […]

  • JEMAAH Haji Jadi Korban Pungli, Bayar 200 Riyal untuk Pakai Kursi Roda

    JEMAAH Haji Jadi Korban Pungli, Bayar 200 Riyal untuk Pakai Kursi Roda

    • calendar_month Sabtu, 3 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 25Komentar

    MADINAH, detak24com – Seorang jemaah calon haji dari kloter 26 embarkasi Solo, dikabarkan menjadi korban pungutan liar saat tiba di bandara Prince Muhammad Bin Abdul Aziz (MBAA), Madinah. Jemaah dimintai uang 200 riyal oleh diduga petugas yang mendorongnya dengan kursi roda. Kepala Seksi Perlindungan Jemaah Daerah Kerja Bandara, Maskat mengaku sudah mendengar kabar itu. “Cuma […]

  • Israel ‘Tembak Mati’ Prajurit TNI di Lebanon, Tiga Luka-luka 

    Israel ‘Tembak Mati’ Prajurit TNI di Lebanon, Tiga Luka-luka 

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – Seorang prajurit TNI gugur diketahui bernama Praka Farizal Romadhon serta tiga rekannya luka-luka akibat terkena artileri pasukan Israel di Lebanon. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya seorang prajurit penjaga perdamaian Indonesia dan tiga prajurit lainnya yang mengalami luka saat bertugas dalam Pasukan Sementara PBB (UNIFIL) […]

  • Digelar Mulai Lusa, Ini Tujuh Lokasi Ujian Mandiri Seleksi PPPK Tahap II Pemprov Riau 

    Digelar Mulai Lusa, Ini Tujuh Lokasi Ujian Mandiri Seleksi PPPK Tahap II Pemprov Riau 

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Pemprov Riau melalui BKD resmi mengumumkan jadwal dan tujuh titik lokasi ujian mandiri seleksi PPPK tahap II. Pengumuman ini disampaikan menyusul Surat Edaran Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 6155/B-KS.04.01/SD/E/2025 tanggal 11 April 2025, terkait penyampaian jadwal seleksi kompetensi PPPK. Plt Kepala BKD Riau, Zulkifli Syukur mengatakan, bahwa seleksi PPPK Tahap II Pemprov […]

  • Gubri Temui Presiden serta Kumpulkan Pengusaha, Terkait Harga TBS

    Gubri Temui Presiden serta Kumpulkan Pengusaha, Terkait Harga TBS

    • calendar_month Minggu, 15 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • 21Komentar

    Pekanbaru, detak24.com – Pasca penutupan kran ekspor CPO dan turunannya, harga sawit di tingkat petani kian anjlok. Gubri segera laporkan kondisi ini kepada presiden, serta rapat bersama pengusaha.  berdasarkan pantauan langsung di lapangan serta laporan dari pemerintah kabupaten/kota, ditemukan fakta bahwa tangki timbun perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) maupun di tangki penampungan akhir diperkirakan hanya […]

expand_less