Diguyur Hujan Lebat, Pekanbaru Dikepung Banjir
- account_circle Redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Kondisi banjir Pekanbaru usai diguyur hujan lebat, Rabu (10/06/26). f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PEKANBARU, detak24com – Intensitas hujan yang tinggi mengguyur Pekanbaru pada Selasa malam (9/6/2026), menyebabkan sejumlah kawasan kembali terendam banjir.
Genangan air tidak hanya masuk ke area permukiman warga, tetapi juga mengganggu aktivitas lalu lintas di beberapa ruas jalan utama.
Beberapa titik yang terdampak banjir di antaranya berada di Jalan Jenderal Sudirman depan Rumah Sakit Awal Bros, Jalan Puyuh Mas Kecamatan Marpoyan Damai, serta Jalan Unggas Kecamatan Bukit Raya.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat mengingat musim hujan masih berpotensi berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Menanggapi situasi tersebut, Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar menegaskan, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus memperkuat langkah mitigasi dan penanganan banjir melalui berbagai program yang telah berjalan.
Menurut Markarius, salah satu fokus utama saat ini adalah mempercepat pembersihan dan perbaikan sistem drainase yang menjadi jalur aliran air saat hujan deras terjadi.
“Kemarin juga sudah kita gerakkan tenaga OP (operasional dan pemeliharaan) di setiap kecamatan untuk membersihkan saluran parit. Memang lagi fokus ke antisipasi banjir, sekarang lagi memperbaiki saluran-saluran,” ujar Markarius, Rabu (10/06/26).
Selain melakukan pembersihan drainase, Pemko Pekanbaru juga melakukan pemetaan ulang kawasan yang kerap menjadi langganan banjir.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan lebih cepat dan tepat sasaran saat curah hujan meningkat.
Markarius mengatakan, seluruh perangkat daerah terkait diminta menyiapkan kebutuhan teknis, termasuk alat berat yang akan ditempatkan di wilayah-wilayah rawan genangan.
“Misalnya, alat berat kita siapkan di daerah rawan. Kemudian apa saja kebutuhan untuk penanganan banjir itu. Lalu berkoordinasi dengan dinas terkait,” jelasnya.
Pemetaan tersebut diharapkan mampu menjadi dasar dalam menentukan prioritas pembangunan dan perbaikan infrastruktur pengendalian banjir di masa mendatang.
Sebagai bentuk keseriusan dalam menekan risiko banjir, Pemko Pekanbaru telah menempatkan masing-masing 10 petugas OP di setiap kecamatan.
Para petugas tersebut dibekali kendaraan operasional serta peralatan pendukung untuk mempercepat pembersihan saluran air.
Tidak hanya itu, setiap tim OP juga diberikan target kerja membersihkan sedikitnya 20 meter saluran drainase setiap hari guna memastikan aliran air tetap lancar saat hujan turun.
Upaya lain yang tengah dilakukan adalah normalisasi sungai dan anak sungai yang melintasi wilayah Kota Pekanbaru.
Kegiatan tersebut dikerjakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengurangan risiko banjir.
Banjir yang berulang saat hujan deras menunjukkan pentingnya pembenahan sistem drainase perkotaan secara berkelanjutan.
Pemerintah daerah kini memfokuskan perhatian pada perbaikan saluran, pengerukan sedimentasi, hingga normalisasi aliran sungai agar kapasitas tampung air meningkat, seperti dikutip dari halloriau. (*)
Editor : kar











