DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Dendam Asmara Berdarah, Cinta Segitiga Renggut Dua Nyawa di Dumai 

Ilustrasi cinta segitiga. f : ist

DUMAI, detak24com – Entah apa yang merasukinya, usai menghabisi Tika dengan belasan tusukan, Beni langsung mengakhiri hidup dengan minum racun rumput dicampur bensin.

Warga Kelurahan Bukit Datuk Dumai gempar atas peristiwa pembunuhan di Gang Horas, Jalan Tegalega, Kamis (12/03/26) pagi.

Korbannya seorang guru perempuan atau bu guru yang mengajar di sekolah Santo Tarcisius Dumai. Ia dihabisi oleh mantan pacar dengan belasan luka tusukan di sekujur tubuh.

Baca juga : Pembunuh Guru SD Santo Dumai Akhiri Hidup Minum Racun Rumput

Mantan pacar yang menghabisi nyawa bu guru SD Santo Tarcisius Dumai, akhirnya bunuh diri dengan minum racun rumput.

Usai membunuh Tika Plorentina Simanjuntak, guru SD Santo Tarcisius pada Kamis (12/03/26), pelaku kabur ke arah Rokanhilir. Di sana, ia mencoba bunuh diri dengan menenggak racun rumput dicampur BBM jenis Pertalite.

Baca juga : Gempar Pembunuhan di Gang Horas Dumai: Nyawa Bu Guru Dihabisi Mantan Pacar, Terdapat Sejumlah Luka Tusukan 

Saat diamankan posisi korban sedang keracunan, setelah tiba di Dumai langsung menjalani perawatan di RSUD dr Suhatman yang pada akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (13/03/26) pagi sekitar pukul 08.06 WIB.

Kapolres Dumai AKBP Angga Febrian Herlambang, membenarkan bahwa pelaku pembunuhan Tika Plorentina Simanjuntak, seorang guru SD swasta di Kota Dumai telah meninggal di RSUD Dumai pada Jumat (13/3/26) Pukul 08.06 WIB.

“Pelaku sempat dirawat di RSUD Dumai, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggalkan pada Jumat Jam 08.06 WIB,” katanya, Jumat.

Kapolres menambahkan, bahwa pelaku BM sendiri sempat melarikan diri ke Kabupaten Rokan Hilir setelah melakukan pembunuhan terhadap Guru muda tersebut.

“Pelaku kita amankan di Rokan Hilir selanjutnya kita bawa ke Polres Dumai. Namum, kondisi pelaku sudah drop atau mulai kehilangan kesadaran dampak dari meminum racun rumput ditambah Pertalite,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama menjalani pemeriksaan dan penanganan medis, pelaku sudah didampingi pihak keluarga dan rencananya jenazah pelaku akan dibawa oleh pihak keluarga ke Peranap, Indragiri Hulu.

Diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan guru wali kelas III F SD Santo Dumai menyisakan luka mendalam bagi rekan sejawat dan para guru sekolah Santo dari tingkat TK hingga SLTA. Mereka merasa tak yakin akan kejadian tersebut, sebab selama ini menilai korban sangat baik dan sopan santun dalam bertutur kata.

Korban Tika Plorentina Boru Simanjuntak (26) baru mengajar di SD Santo Dumai sekitar setahunan. Dalam kehidupan sehari-hari selalu ceria. Korban tewas dibunuh mantan pacar di rumah kontrakannya Gg Horas, Kelurahan Bukit Datuk, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai,l, Kamis (12/03/26) sekira pukul 08.00 WIB.

Sementara, pelaku yang merupakan mantan pacar korban telan menjalin asmara selama 8 tahun ketika mereka sama sama duduk di bangku SLTA diamankan di daerah Rokanhilir.

Kasubsi Humas Polres Dumai Ipda Risky Wahyudi ketika dikonfirmasi menerangkan kronologis kejadian pada Rabu, 11 Maret 2026 sekitar pukul 15.56 WIB, pelapor dihubungi korban Tika Plorentina Simanjuntak untuk menemaninya di rumah kontrakan beralamat di Gang Horas, Kelurahan Bukit Datuk, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai.

Korban meminta pelapor datang karena mantan pacarnya BM berencana datang menemui korban di Dumai. Sekitar pukul 17.10 WIB, pelapor tiba di rumah kontrakan korban.

Saat itu korban sedang bersiap untuk pergi keluar bersama pelapor guna menganalisis nilai ujian murid, sehingga korban masuk ke kamar mandi untuk mandi sementara pelapor menunggu di ruang tamu.Tidak lama kemudian mantan pacar korban BM datang ke rumah kontrakan korban dan langsung masuk ke dalam rumah. Ia kemudian menanyakan kepada pelapor mengenai status hubungan pelapor dengan korban.

Pelapor menjelaskan bahwa dirinya sedang menjalin hubungan pacaran dengan korban. Mendengar hal tersebut, BM tidak terima dan menyatakan bahwa dirinya masih memiliki hubungan dengan korban.Selanjutnya korban keluar dari kamar mandi dan menemui BM untuk mengklarifikasi hubungan tersebut.

Dalam percakapan tersebut korban menyampaikan bahwa dirinya memang sedang berpacaran dengan pelapor serta meminta BM untuk pulang. Setelah pembicaraan tersebut selesai, korban bersama pelapor keluar dari rumah kontrakan. Sementara itu BM menuju mobilnya terparkir di area masjid yang berada tidak jauh dari lokasi.

Keesokan harinya, Kamis 12 Maret 2026 sekitar pukul 06.30 WIB pelapor kembali mendatangi rumah kontrakan korban untuk mengecek keadaan korban sebelum berangkat mengajar di sekolah. Setelah sempat bertemu dan berpamitan, pelapor kemudian pergi menuju tempat kerjanya.

Selanjutnya, sekitar pukul 08.37 WIB, pelapor memperoleh informasi bahwa Tika Plorentina Simanjuntak ditemukan meninggal dunia dengan luka tusuk.

Kontroversial Warganet 

Tragedi dendam asmara berdarah itu menuai sorotan tajam warganet. Akun Facebook Beni pun diburu netizen yang meninggalkan berbagai komentar di kolom postingan.

Ada yang sangat menyayangkan kejadian brutal itu terjadi. Adapula yang merasa kehilangan mereka berdua.

“Ya b*g*slah kalau udh meninggal,jangan sampai ada korban lagi untuk ke depannya,” tulis akun Kevin Saputra.

“Mukak nya standar nya bukan ganteng ganteng x, tapi kelakuan kayak b*b***,” tambah akun Boru Pudann.

“Ngga usah klen bilang si pembunuh lagi, krna diapun sudah tidak bisa baca komen mu ini. Krna dia sudah meninggal juga kabarnya, bundir dia dalam sel,” imbuh akun Holong Debataraja.

Bijaksana di Usia Muda

Berkaca dari tragedi maut itu, sudah seharusnya menjadi pelajaran kita semua. Khususnya anak muda yang masih usia pacaran haruslah berpikiran jernih, menyikapi suatu kejadian dengan bijaksana. Kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah.

Berikut sejumlah trik bijaksana di usia muda, seperti dilansir dari idn.times, Sabtu (14/03/26) :

– Mau mendengarkan orang lain, tapi tak serta-merta terpengaruh.

Mengurangi sifat mudah marah.

– Tak merasa lebih hebat dari orang lain, tapi juga tidak minder.

– Latihan berpikir jangka pendek dan panjang.

– Memilih kata-kata sebelum bicara atau menulis pesan.

– Menambah ilmu.

Demikian sejumlah trik agar dapat bijaksana di usia muda. Semoga artikel ini bermanfaat. (*)

Editor : Kar

 

 

1 thought on “Dendam Asmara Berdarah, Cinta Segitiga Renggut Dua Nyawa di Dumai 

Comments are closed.