Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Siak » Bejat, Buruh Tani Garap Gadis 13 Tahun di Kebun Sawit Minas

Bejat, Buruh Tani Garap Gadis 13 Tahun di Kebun Sawit Minas

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 10 Jul 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIAK, detak24com – Tergoda bujuk rayu, seorang gadis 13 tahun jadi korban asusila oleh buruh tani inisial DS (18) di Minas, Siak.

Tersangka merupakan warga Muara Fajar, Pekanbaru. Pelaku melancarkan aksinya di kebun sawit tempatnya bekerja

Kapolres Siak AKBP Asep Sujarwadi melalui Kapolsek Minas Kompol Wan Mantazakka menceritakan, peristiwa itu diketahui pada Senin (08/07/24) malam.

Lokasi kejadian dalam kebun sawit di sekitaran Jalan KH Dewantara, Kelurahan Minas Jaya, Kecamatan Minas. 

“Kasus ini terungkap karena laporan orangtua korban pada Senin (08/07/24) malam,” kata Kompol Wan, Rabu (10/07/24).

Sekitar pukul 21.00 WIB, orangtua korban cemas karena anaknya belum pulang. Tiap sebentar ia mengecek ke kamar anaknya tidak menemukan siapa-siapa.  

“Awalnya orangtua korban tahu anaknya keluar pukul 19.30 WIB,” katanya.

Namun orangtua korban menganggap anaknya keluar sebentar saja. Biasanya sebelum pukul 21.00 WIB anak gadisnya tersebut sudah berada dalam kamarnya. 

“Saat itu orangtua korban gusar dan mencari-cari korban. Ia menghubungi teman-teman korban namun tidak ada yang tahu keberadaan korban,” katanya.

Orangtua korban terus mencari korban ke tiap-tiap kebiasaan korban pergi. Bahkan sampai mencari di seputaran masjid Raya Kecamatan Minas. Namun sang anak tidak juga ditemukan. 

“Orangtua korban juga meminta sejumlah keluarganya untuk membantu mencari, namun tidak juga ketemu,” katanya. 

Pada pukul 23.00 WIB korban tiba-tiba pulang sendiri. Orangtua korban terkejut dan menanyakan kemana ia pergi selama berjam-jam. Sebab, selama ini korban tidak biasa pulang di atas pukul 21.00 WIB. 

“Orangtua korban terus menanyakan kemana korban pergi, sama siapa dan apa saja yang dilakukan,” katanya. 

Akhirnya, korban mengaku telah termakan dibujuk rayu si buruh tani bernama DS itu. Korban mengaku telah melakukan hubungan layaknya suami istri dengan DS di dalam kebun sawit.

Pada orangtuanya korban mengaku, awalnya ia menolakm Namun buruh tani itu terus merayu akhirnya membuat korban menjadi pasrah. 

Mendengar pengakuan anaknya, orang tua korban merasakan getir bak disambar petir di siang bolong. Mereka tidak terima anak dinodai. Mereka langsung menuju Mapolsek Minas untuk membuat laporan. 

“Berdasarkan laporan itu kami melakukan penyelidikan,” katanya. 

Besoknya, Selasa (09/07/24), personel Polsek Minas berhasil menangkap DS di rumahnya di Jalan Pekanbaru-Minas, Kelurahan Muara Fajar, Kota Pekanbaru. DS dibawa ke Mapolsek Minas untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Saat ini pelaku sudah ditahan di Mapolsek Minas,” katanya. 

Kompol Wan mejelaskan, pelaku telah melanggar Pasal 81 ayat (1) dan atau Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang jo Pasal 76E Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. 

Kompol Wan Mantazakka sangat menyayangkan terjadinya kasus ini, sebab sudah berulang kali terjadi kasus serupa di wilayah Kecamatan Minas. 

Ia mengingatkan kepada para orangtua agar lebih memperhatikan dan mengawasi anak-anaknya, khususnya anak-anak perempuan. 

“Terapkan aturan ketat dalam pergaulan sehari-hari, adakan batas waktu keluar rumah dan wajibkan untuk izin kepada orangtua. Yang tak kalah penting, periksa selalu HP anak-anak jangan biarkan anak asyik dengan HP-nya,” kata Kapolsek Minas itu. 

Dikatakan Kapolsek, perbuatan cabul atau persetubuhan terhadap anak di bawah umur selain merusak mental korban, juga bisa merusak masa depannya. Demikian juga terhadap pelaku, akan mendapat hukuman berat, tentunya merusak keluarga, bisa hilang pekerjaan dan kedepannya akan tercatat sebagai narapidana. 

“Mungkin anak akan benci dengan para orangtua yang keras dalam mendidik anak, namun menjaga pertumbuhan anak menjadi dewasa jauh lebih penting,” pungkasnya, dikutip detak24com dari cakaplah. (*)

Editor : Kar

 

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terekam CCTV, Bayi 15 Bulan di Garuda Sakti Pekanbaru Diculik OTK 

    Terekam CCTV, Bayi 15 Bulan di Garuda Sakti Pekanbaru Diculik OTK 

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Seorang bayi berusia 15 bulan di Pekanbaru, bernama Ahmad Syafri Attalah hilang. Dia diduga diculik OTK. Dari rekaman CCTV yang beredar, tampak korban yang tengah bermain di depan rumahnya di Jalan Garuda Sakti KM 2, Kelurahan Air Putih, Pekanbaru dibawa kabur oleh tiga orang tak dikenal menggunakan motor. Tampak seorang pria menggendong […]

  • Disembunyikan dalam CD, Petugas Gagalkan Penyelundupan Sabu 2,2 Kilo di Bandara SSK II 

    Disembunyikan dalam CD, Petugas Gagalkan Penyelundupan Sabu 2,2 Kilo di Bandara SSK II 

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Ditresnarkoba Polda Riau menggagalkan upaya penyelundupan sabu sekitar 2,2 kilogram di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru. Pria berinisial AR ditangkap setelah kedapatan menyembunyikan sabu di bagian selangkangannya saat menjalani pemeriksaan keamanan bandara. Informasi dirangkum Ahad (26/07/26), pengungkapan berawal dari kecurigaan petugas Aviation Security (Avsec) Bandara SSK II saat melakukan body […]

  • BANTU Korban Banjir Bandang Simalungun, AWAS Segera Surati Bupati Radiapoh

    BANTU Korban Banjir Bandang Simalungun, AWAS Segera Surati Bupati Radiapoh

    • calendar_month Jumat, 19 Apr 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SIMALUNGUN, detak24com – Banjir bandang Simalungun menyisakan duka mendalam bagi masyarakat. AWAS segera surati bupati setempat untuk mencarikan solusinya. Aliansi Wartawan Asal Simalungun (AWAS) dapat kuasa mewakili korban banjir bandang Simalungun. AWAS minta Pemkab Simalungun jangan hanya diam, tindak pelaku penyebab banjir serta mencarikan solusinya untuk masyarakat. “Pemkab Simalungun jangan hanya diam tanpa peduli terhadap […]

  • Razia PETI di Logas Hilir, Polsek Singingi Bekuk Seorang Warga 

    Razia PETI di Logas Hilir, Polsek Singingi Bekuk Seorang Warga 

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    KUANSING, detak24com – Polsek Singingi menangkap seorang penambang emas PETI di Desa Logas Hilir, Kecamatan Singingi. Sementara, dua rekannya kabur saat petugas datang. Penindakan ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menegakkan hukum dan menjaga kelestarian lingkungan. Pelaku berinisial T (33), warga Desa Logas Hilir, ditangkap pada Jumat (30/05/25) saat beraktivitas di area bekas PT […]

  • BALAS Surat Ketua DPRD Bengkalis, Kemendagri Berharap Pemda-Parpol Rekonsiliasi

    BALAS Surat Ketua DPRD Bengkalis, Kemendagri Berharap Pemda-Parpol Rekonsiliasi

    • calendar_month Minggu, 29 Okt 2023
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    BENGKALIS, detak24.com — Kemendagri membalas surat Ketua DPRD Bengkalis Nomor 100.4.2/298/DPRD tanggal 25 September 2023, perihal tindak lanjut pertemuan konsultasi.  Dalam surat Kemendagri RI bernomor 100.2.1.4/6975/OTDA, tanggal 16 Oktober 2023, dengan tegas mengatakan, tindakan hukum berupa mosi tidak percaya dari 37 anggota DPRD Bengkalis terhadap Ketua DPRD Bengkalis dari PKS H Khairul Umam dan Wakil […]

  • ALHAMDULILLAH! Harga TBS Sawit Riau Terus Naik, Berikut Rinciannya

    ALHAMDULILLAH! Harga TBS Sawit Riau Terus Naik, Berikut Rinciannya

    • calendar_month Selasa, 11 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • 26Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Harga TBS sawit untuk kemitraan plasma dan swadaya di Riau mengalami kenaikan untuk periode 12 – 18 Juli 2023. Dari hasil rapat yang dilakukan oleh tim penetapan Disbun Riau, kenaikan harga tertinggi berada di kelompok umur 9 tahun, yakni naik sebesar Rp 50,81/Kg atau mencapai 2,08% dari harga pekan lalu. “Sehingga harga […]

expand_less