DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Begini Reaksi Menteri Bahlil Sikapi Kilang Pertamina Dumai Meledak

Menteri Bahlil buka suara terkait kilang Pertamina Dumai meledak. f : ist

JAKARTA, detak24com – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia buka suara terkait ledakan yang terjadi di Kilang Dumai, Rabu (01/10/25) malam.

Menurutnya, tim Kementerian ESDM telah diluncurkan ke lapangan untuk mencari tahu penyebab dari kebakaran tersebut. Saat ini, ia masih menunggu laporan dari timnya yang masih berada di Riau.

Baca juga : Iyeth Bustami Desak Percepat Perluasan Buffer Zone, Buntut Kilang Pertamina Dumai Meledak 

“Tim saya belum pulang dari lokasi (kebakaran),” ujar Bahlil usai peluncuran Logo Baru BPH Migas, Kamis (2/1).

Sementara, Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas), Laode Sulaeman mengatakan timnya baru berangkat tadi pagi ke Kilang Dumai usai mendengar kabar kebakaran yang terjadi malam sebelumnya.

Baca juga : Turunkan Tim Gabungan, Polda Riau Usut Ledakan Kilang Pertamina Dumai

Meski belum ada laporan dari timnya, Laode menyebutkan sudah menerima laporan dari PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit II Dumai yang memastikan bahwa kebakaran tidak mengganggu produksi.

“Kalau laporan semalam yang saya dapat dari GM-nya, tidak ada gangguan. Tetap berproduksi, tetap beroperasi,” ujar Laode ketika ditemui saat mendampingi Bahlil.

Kilang minyak PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit II Dumai, Provinsi Riau, dikabarkan terbakar sekitar pukul 20.30 WIB, Rabu malam (1/10).

Namun, Area Manager Communication, Relation & CSR Kilang Dumai, Agustiawan mengatakan situasi dalam kondisi aman dan berhasil terkendali pada pukul 23.20 WIB.

Pasalnya, begitu terdeteksi kebakaran, tim penanggulangan keadaan darurat langsung melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur keselamatan.

Penanganan dapat dilakukan dalam waktu singkat sehingga tidak meluas ke area lain dan tidak menimbulkan korban jiwa.

“Sebagai bagian dari langkah mitigasi, Kilang Pertamina Dumai juga melakukan pengamanan area kejadian untuk memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan,” imbuh dia, dikutip dari cnnindonesia. (Red)

Editor : Kar