DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Bebas dari Penjara Malaysia, Puluhan TKI Dideportasi Lewat Pelabuhan Dumai, Ini Nama dan Daerah Asalnya!

Para TKI didata di P4MI Dumai sebelum dipulangkan ke daerah asal. f : ist

DUMAI, detak24com Sebanyak 38 Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural dideportasi dari Malaysia dan tiba di Pelabuhan Internasional Dumai, Sabtu (23/8/2025) sekitar pukul 15.55 WIB.

Para TKI tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia itu dipulangkan usai menjalani tahanan Imigrasi Kemayan, Pahang, Malaysia. Di antaranya ada anak-anak dan seorang dengan gangguan jiwa.

Mereka dipulangkan oleh Pemerintah Malaysia melalui koordinasi antara Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Riau.

Kepulangan mereka difasilitasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan melalui BP2MI Riau dan P4MI Kota Dumai, serta didukung sejumlah pemangku kepentingan lintas sektor di Pelabuhan Dumai.

Sebanyak 38 PMI tersebut berasal dari berbagai provinsi yakni Jawa Timur: 26 orang, Aceh: 4 orang, Sumatera Utara: 2 orang, Nusa Tenggara Barat (NTB): 3 orang, Jambi, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Riau masing-masing 1 orang.

Kepala BP2MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, menyampaikan bahwa proses pemulangan ini merupakan bagian dari komitmen negara dalam memberikan pelindungan kepada PMI, termasuk mereka yang berada dalam kondisi rentan.

“Negara hadir untuk setiap PMI, termasuk yang dalam kondisi rentan. Hari ini, kami menerima 38 PMI yang dideportasi, terdiri dari laki-laki, perempuan, dan anak-anak,” ujar Fanny, Sabtu malam.

Setibanya di pelabuhan, seluruh PMI menjalani pemeriksaan dokumen oleh Imigrasi Kota Dumai serta pemeriksaan kesehatan awal oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan Pelabuhan.

Hasil pemeriksaan mengungkapkan bahwa satu orang PMI bernama Siti Ramayanti mengalami gangguan jiwa dan langsung dirujuk ke Dinas Sosial Kota Dumai untuk penanganan lebih lanjut.

Selain itu, terdapat lima anak-anak yang turut dideportasi, terdiri dari tiga anak perempuan dan dua anak laki-laki. “Semua anak dalam kondisi fisik yang stabil,” kata Fanny.

Para PMI kemudian didampingi oleh P4MI Dumai untuk proses registrasi IMEI di Bea Cukai. Setelahnya, mereka dibawa ke Rumah Ramah PMI P4MI Kota Dumai guna pendataan, layanan dasar, serta fasilitasi pemulangan ke daerah asal.

Fanny menambahkan, edukasi terus diberikan agar masyarakat tidak tergiur bekerja ke luar negeri secara ilegal.

“Kami terus melakukan edukasi tentang bahaya bekerja secara nonprosedural. Banyak dari mereka tidak menyadari risikonya hingga berakhir dideportasi. Kehadiran kami bukan hanya menjemput, tapi juga memulihkan dan menyampaikan bahwa negara tidak diam,” jelasnya.

Kegiatan pemulangan ini juga didampingi oleh Tim Direktorat Kepulangan BP2MI, yakni Fadzar Alimin dan Mulsyafah, yang turut terlibat langsung di lapangan.

Fanny mengingatkan, bekerja ke luar negeri harus melalui jalur resmi dan prosedural agar mendapatkan hak perlindungan hukum, kesehatan, dan keselamatan kerja. BP2MI terus membuka layanan informasi dan edukasi bagi calon pekerja migran di seluruh Indonesia.

Daftar Nama dan Asal Daerah PMI Dideportasi di Pelabuhan Dumai, seperti dikutip dari cakaplah :

1. Abdul – Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur

2. Adin – Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur

3. Ahmad Hidayat – Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

4. Arik – Kabupaten Situbondo, Prov. Jawa Timur

5. Aulia Muzammil Lhokseumawe, Aceh

6. Azmi Al Fatih (Anak Baitiyah) – Bangkalan, Jawa Timur

7. Baitiyah – Bangkalan, Jawa Timur

8. Dandi – Bondowoso, Jawa Timur

9. Dedi Purwanto – Jember, Jawa Timur

10. Fadullah – Ds. Balee, Meureubo, Aceh Barat, Aceh

11. Falisya (Anak Farihah) – Bangkalan, Jawa Timur

12. Farihah – Bangkalan, Jawa Timur

13. Fatimatus Sakdiya – Bondowoso, Jawa Timur

14. Harun Al Rosyid – Pamekasan, Jawa Timur

15. Imam Riyadi – Bondowoso, Jawa Timur

16. Irvan Ananda Manurung – Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara

17. Ita Nuraini – Jember, Jawa Timur

18. Kholis – Pamekasan, Jawa Timur

19. Mahyudi – Bondowoso, Jawa Timur

20. Manito – Jember, Jawa Timur

21. Maryono – Bondowoso, Jawa Timur

22. Miati – Bangkalan, Jawa Timur

23. Mohd Iman (Anak Ita Nuraini, Jember, Jawa Timur

24. Muhammad Dian Wahyudi – Indragiri Hilir, Riau

25. Muhammad Firman (Anak Fatimatus Sakdiya) – Bondowoso. Jawa Timur

26. Muhammad Syahrul – Lhokseumawe, Aceh

27. Mujtahidin Umam – Ds. Lendang Lantan, Lombok Tengah, NTB

28. Petrus Jegaut – Manggarai, Nusa Tenggara Timur

29. Pusiyatun – Pamekasan, Jawa Timur

30. Putra Kelana – Asahan (Kisaran), Sumatera Utara

31. Sarmih – Lombok, Nusa Tenggara Barat

32. Siti Ramayanti – Ds. Seleman, Kerinci, Jambi

33. Suali – Pamekasan, Prov. Jawa Timur

34. Syafrizal – Pandrah, Bireuen, Aceh

35. Tohari – Pamekasan, Jawa Timur

36. Very Vikri Irawan – Kediri, Jawa Timur

37. Zharish Hassan (Anak Sarmih) – Lombok, P Nusa Tenggara Barat

38. Zurain Siyah – Kediri, Jawa Timur.

(Red)

Editor : Kar