DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Apes! PLN Cabut Meteran Rumah Wartawan Gegara Rp83 Ribu, Korban Sedang Mandi

DUMAI, detak24.com –  Gegara telat beberapa hari menbayar tagihan listrik, petugas PLN Kota Dumai langsung mencabut meteran rumah seorang wartawan. Naifnya, saat kejadian pelanggan sedang mandi.

Pelanggan yang bernama Abdul Rahman beralamat, di Jalan Caltex Lama, Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai. Sehari-harinya, ia berkecimpung sebagai wartawan di sebuah media online.

Ironisnya lagi, oknum petugas PLN yang mengaku bernama Syafrizal juga mengeluarkan bahasa tidak patut disampaikannya kepada pelanggan. “Silahkan panggil dan kumpulkan wartawan kalau tidak senang,” kata Syafrizal saat itu.

Kejadian ini bermula, pada Kamis, (29/09/22) sekira pukul 17:00 WIB, petugas PLN mendatangi rumah pelanggan dengan nama Abdul Rachman. Rumah tersebut menjadi tempat tinggal anaknya Braem dan istri.

Pada saat itu petugas melakukan pencabutan meteran lengkap dengan MCB. Kondisi ini tentulah membuat seluruh aliran listrik rumah padam. Padahal istri sedang mandi di kamar belakang. “Isteri saya sempat mengatakan tunggu sebentar lagi, sampai saya pulang kerja,” ungkap Braem yang juga merupakan  wartawan salah satu media online.

Namun, lanjutnya, tanpa mengindahkan ucapan pelanggan, petugas PLN langsung pergi begitu saja membawa perangkat listrik yang sudah diputuskan.

Tidak terima dengan sikap petugas tersebut, kemudian bersama istrinya mewakili pelanggan mendatangi Kantor PLN Cabang Dumai yang terletak di Jalan Sudirman.

Saat itu seorang  petugas PLN yang bernama Syafrizal selaku koordinator administrasi penerima keluhan pelanggan mengatakan agar dibayar dulu tunggakan tagihan listrik yang besarnya hanya Rp. 83.000. Setelah itu, baru kemudian meteran dipasang kembali.

Sayangnya, ketika tunggakan sudah dibayar, Syafrizal justru menyebutkan kalau mau dipasang kembali harus melakukan migrasi ke token.

Ia tidak terima dengan keputusan sepihak dari petugas PLN. Apalagi surat pemberitahuan pemutusan listrik tidak ada.

”Cara yang dilakukan petugas PLN di lapangan sangatlah arogan. Bahkan seperti maling mengambil barang milik orang lain tanpa izin. Tanpa mengindahkan dan sepengetahuan pemilik rumah,” ucap Braem.

Selain itu kata Braem sewaktu dirinya berada di Kantor PLN Cabang Dumai, sempat menyebut dirinya orang media. Tapi, bahasa yang dikeluarkan Syafrizal tidak pantas. Dan terkesan arogan sekali. (nadariau.com)

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

 

18 thoughts on “Apes! PLN Cabut Meteran Rumah Wartawan Gegara Rp83 Ribu, Korban Sedang Mandi

  1. Ping-balik: ufabtb
  2. Ping-balik: check here
  3. Ping-balik: nude models
  4. Ping-balik: deepseek
  5. Ping-balik: ufa777
  6. Ping-balik: Las Vegas SEO
  7. Ping-balik: Alexander Debelov
  8. Ping-balik: สิว

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *