Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Harga TBS Ideal Lima Ribuan per Kilo, Ditarget Rp3000

Harga TBS Ideal Lima Ribuan per Kilo, Ditarget Rp3000

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 8 Jun 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, detak24.com– Pemerintah menargetkan harga tandan buah segar (TBS) sawit petani akan dijaga minimal Rp2.500 hingga Rp3.000 per kg. Hanya saja, target itu dinilai akan sulit tercapai.

Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Institute (PASPI), Tungkot Sipayung mengatakan, target tersebut tergantung pemerintah. Karena itu, dia berharap, pengambilan kebijakan harus dengan pemahaman dinamika industri dan perubahan pasar dunia.

Jika pemerintah ingin memaksimumkan harga TBS petani dan mengekspor semua CPO (minyak sawit mentah/ crude palm oil), maka pungutan bisa dihapus. Sehingga harga TBS petani di Indonesia sama dengan harga TBS petani di Malaysia sekitar Rp5.000 per Kg.

Tapi dampaknya ketersediaan kebutuhan CPO untuk hilirisasi domestik termasuk ketersediaan minyak goreng domestik akan terancam. Dan penerimaan negara baik bea keluar (BK) dan pungutan ekspor (PE) akan hilang,” kata Tungkot dikutip Rabu. (08/06/22).

“Dan karena Indonesia adalah eksportir minyak sawit terbesar dunia, jika Indonesia tidak membatasi ekspor sawitnya, harga CPO dunia akan anjlok,” lanjutnya.

Dia memaparkan, saat ini harga CPO dunia masih sekitar US$1.700 per ton atau Rp24.000 per kg. Dengan harga CPO tersebut seharusnya harga TBS di Indonesia sekitar Rp4.500-5.000 per kg TBS. Sehingga, kurang lebih sama dengan harga TBS di Malasya).

Dengan BK dan pungutan saat ini, (jika tidak ada DMO dan DPO) harga TBS di Indonesia seharusnya sekitar Rp3.000-3.300 per kg. Jika saat ini harga TBS di bawah Rp2.000 per kg, itu dampak larangan ekspor kemarin, dampak DMO dan DPO jilid II dan ketidaksempurnaan pasar,” kata Tungkot.

Hanya saja, dia menambahkan, ke depan tidak mungkin harga bertahan tinggi seperti sekarang. “Semester kedua, harga CPO dunia cenderung turun,” ujarnya.

Indonesia, katanya, yang bisa menentukan apakah harga CPO dunia masih bisa dikendalikan dan menguntungkan Indonesia.

“Tergantung kita. Jika kombinasi tiga pilar, yaitu hilirisasi domestik, pungutan ekspor, dan konsumsi domestik dapat dikelola dan tidak kita rusak, maka kita masih bisa menikmati manfaat sebagai produsen terbesar sawit dunia,” kata Tungkot.

Dia mengakui, akan ada dilema pemerintah dalam menentukan kebijakan. Kebijakan pemenuhan kebutuhan domestik (domestic market obligation/DMO) dan harga domestik (domestic price obligation/ DPO) jilid II, menjaga pasokan untuk memacu hilirisasi di dalam negeri, serta mempertahankan pemasukan negara lewat BK dan PE.

“Pilihan yang realistis saat ini adalah jika kebijakan DMO dan DPO jilid II masih tetap dilakukan, harus ada koreksi pada pungutan ekspor agar tidak terjadi double taxation. Jadi PMK 23/2022 yang saat ini berlaku kembali ke PMK 76/2021. Dengan catatan tidak ada lagi hambatan nontariff barrier seperti birokratisasi atau over regulated izin ekspor,” kata Tungkot.

Pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 76/2021 tentang Perubahan Kedua atas PMK No 57/PMK.05/2020 tenntang Tarif Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BLU BPDPKS) pada Kementerian Keuangan (Kemenkeu), besaran tarif pungutan ekspor adalah maksimal US$175 per ton. Yaitu untuk ekspor CPO dengan harga di atas US$1.000 per ton.

Besaran itu kemudian dinaikan dalam PMK No 23/2022 tentang Perubahan Ketiga Atas PMK No 57/PMK.05/2020 tentang Tarif BLU BPDPKS pada Kemenkeu, menjadi US$375 per ton untuk CPO dengan harga di atas US$1.500 per ton.

“Secara aturan BK itu harus tetap ada karena itu pendapatan negara. Saya yakin Menkeu akan tetap pertahankan itu ada. Soal besaran mungkin bisa diatur ulang. Secara aturan pungutan ekspor bisa ada bisa tidak,” kata Tungkot.

“Dilema ya, tapi itulah seninya membuat kebijakan,” imbuh dia.

Sebelumnya, dalam keterangan pers virtual, Menko bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah akan terus memantau dampak kebijakan ekspor minyak sawit berbasi DMO dan DPO jilid II dan dampaknya bagi harga TBS.

Pemerintah, kata dia, akan mengambil langkah percepatan segera jika harga TBS di petani masih terlalu rendah.

“Kita berharap harga TBS itu nanti tidak kurang dari Rp2.500 dan kita harap juga nanti bisa lebih dari itu,” kata Luhut dalam keterangan pers ditayangkan Youtube Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Minggu (5/6/2022).

Dalam kesempatan sama, Deputi II bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud mengatakan, saat ini proses perubahan atas ketentuan pungutan ekspor tengah dilakukan dan sedang menunggu keputusan dari Kementerian Keuangan.

“Kami dari kantor Menko Perekonomian sudah melakukan penyesuaian terkait pungutan ekspor dan mudah-mudahan dalam jangka waktu tidak terlalu lama,” kata Musdhalifah.(CNBC)

Editor : Kar

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • PENANGKAPAN Narkoba di Bengkalis Terbaru : Polisi Bongkar Sindikat Sabu di Talang Muandau

    PENANGKAPAN Narkoba di Bengkalis Terbaru : Polisi Bongkar Sindikat Sabu di Talang Muandau

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BENGKALIS, detak24com – Polisi membongkar sindikat sabu di Desa Beringin, Talang Muandau dengan menangkap seorang pria berinisial OS (30). Tersangka sindikat sabu itu merupakan  warga Jalan Penghulu Tua, Desa Balai Pungut, Pinggir. Namun, ia sering menjual sabu di Desa Beringin, Talang Muandau. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya 26 paket sabu seberat 7.74 gram, […]

  • Tekan Harga Pangan, Danantara Bangun Tiga Pabrik Pakan di Kampar

    Tekan Harga Pangan, Danantara Bangun Tiga Pabrik Pakan di Kampar

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Danantara bakal membangun tiga pabrik pakan ternak di Kabupaten Kampar. Hal tersebut untuk menekan harga pangan, sehingga ketersediaan ayam dan telur ke depan terjamin dan murah. “Iya, ada rencana pembangunan pabrik pakan ayam oleh Danantara Indonesia di Riau. Infonya lokasinya di Kampar,” kata Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Syahrial Abdi, Senin (24/11/25). […]

  • Kejari Pringsewu Lampung Tak Wajibkan Pemdes Bikin Signboard Anti Korupsi

    Kejari Pringsewu Lampung Tak Wajibkan Pemdes Bikin Signboard Anti Korupsi

    • calendar_month Senin, 21 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    Lampung,detak24.com – Kejaksaan Negeti (Kejari) Pringsewu,Lampung tak mewajibkan pemerintah desa (Pemdes) atau pekon membuat signboard anti korupsi. Ini dibuktikan dengan fakta tidak semua Pemdes di kabupaten tersebut menganggarkan kegiatan itu. Sesuai pers rilis yang diterima redaksi detak24.com, Senin (21/02/22), bahwa Kejari Pringsewu membantah keras dugaan keterlibatan Kasi Intelijen Kejari Pringsewu dalam pengadaan signboard di setiap […]

  • ANGKUT 60 Penumpang, Speedboat Tujuan Tembilahan Tabrakan di Perairan Tanjung Keramat

    ANGKUT 60 Penumpang, Speedboat Tujuan Tembilahan Tabrakan di Perairan Tanjung Keramat

    • calendar_month Selasa, 9 Apr 2024
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    INHIL, detak24com – Speedboat (SB) tujuan Tembilahan tabrakan di Perairan Tanjung Keramat, Mandah. Seorang dikabarkan hilang dalam peristiwa naas tersebut, Selasa (09/04/24). Informasi dirangkum, tabrakan terjadi di perairan Dusun Saka Jalan Desa Bente, Kecamatan Mandah, antara speedvoat 200 PK Diva NH 01 Express dinahkodai Herman (41) dengan speedboat 40 PK Anugrah Ibu dinahkodai Yanto (44). […]

  • Modus Pinjam Jenguk Anak Sakit, Ipda AH Tambak Ringkus Penggelap Motor di Duri 

    Modus Pinjam Jenguk Anak Sakit, Ipda AH Tambak Ringkus Penggelap Motor di Duri 

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Panit I Reskrim Polsek Dumai Barat Ipda Ahmad Harapan Tambak bersama tim opsnal meringkus pelaku penggelapan motor di Duri. Tersangka beralasan jenguk anak sakit, lalu melarikan kendaraan korban. Polsek Dumai Barat Berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana penggelapan sepeda motor, setelah dilakukan serangkaian penyelidikan dan pemanggilan saksi. Baca juga : Terpaksa Lebaran […]

  • Tingkatkan Kontribusi dalam Ekosistem Energi Nasional, PDC Kembangkan Bisnis Specialty Chemical

    Tingkatkan Kontribusi dalam Ekosistem Energi Nasional, PDC Kembangkan Bisnis Specialty Chemical

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24.com – PT Patra Drilling Contractor (PDC), perusahaan yang berada di bawah naungan PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling), terus memperluas cakupan bisnisnya di sektor energi. Setelah selama ini dikenal sebagai penyedia layanan pengeboran migas, PDC mantap mengembangkan lini usaha bahan kimia khusus (specialty chemical) yang diformulasikan secara spesifik untuk kebutuhan industri migas. […]

expand_less