Diduga Proyek Siluman, Lurah Tak Tahu Pengerjaan Parit di RT 017 Jayamukti Dumai
- account_circle Redaksi
- calendar_month 6 menit yang lalu
- print Cetak

Pengerjaan parit di RT 017 Jayamukti, Dumai tanpa plang kegiatan. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DUMAI, detak24com – Lurah Jayamukti Dumai Rudi Pandapotan, mengaku tak tahu proyek pengerjaan parit di RT 017. Pasalnya, kegiatan tersebut tanpa adanya plang dan pihak kontraktor belum melapor.
“Saya justeru dapat laporan dari masyarakat yang heran dengan proyek tersebut. Pasalnya, tak ada plang kegiatan terpasang,” ungkap Rudi kepada sejumlah awak media, Selasa (01/09/26).
Lurah Jayamukti yang ditemui di ruang kerjanya, hingga kini juga mengaku tidak tahu-menahu perihal sumber anggaran pengerjaan parit di RT 017 tersebut.
“Karena tak ada plang proyek serta pihak kontraktor belum melapor ke kelurahan, ya saya tidak tahu apa tentang proyek parit tersebut,” ucapnya.
Berdasarkan pantauan tim wartawan di lapangan, terdapat tiga titik area kerja parit drainase di wilayah RT 017 Kelurahan Jaya Mukti. Antara lain, di Gg Nusa Indah, Gg Gotong Royong dan Gg Melur. Sementara, saat ini Gg Nusa indah parit tersebut masih dalam pengerjaan terus berlangsung.
Sedangkan di Gg Gotong Royong, parit dalam tahap penggalian dan sebagian parit tersebut sudah ditanam cerocok kayu yang berukuran kecil dan panjang 1 meter sudah dimasukkan ke dalam galian. Pada Gg Melur hingga saat ini belum ada aktivitas pengerjaan fisik di lokasi.
Dugaan proyek siluman ini menguat karena sejak awal pengerjaan dimulai dari Gang Nusa Indah hingga Gang Gotong Royong dan ke titik lainnya, pelaksana proyek sama sekali tidak memasang papan nama atau plang informasi pekerjaan.
Hal ini dinilai mengabaikan prinsip transparansi publik terkait berapa anggaran, volume kerja, hingga kontraktor pelaksana bermain dugaan untuk mengurangi volume bestek kerja.
Terkait tidak adanya plang nama proyek drainase tersebut, serta minimnya koordinasi pihak pelaksana dengan pihak kelurahan setempat menimbulkan pertanyaan besar dari warga dan insan pers terkait transparansi pelaksanaan anggaran pembangunan infrastruktur parit tersebut.
Warga sekitar kawasan pemukiman mengeluhkan pengerjaan proyek pembangunan parit yang dinilai asal-asalan dan tidak transparan. Pasalnya, sejak awal pengerjaan hingga saat ini, tidak ditemukan adanya plang informasi proyek di sekitar lokasi pembangunan.
Erwin, salah seorang warga setempat, menyuarakan kekecewaannya terkait proyek yang sedang berlangsung tersebut. Menurutnya, ketiadaan plang nama membuat warga tidak tahu mengenai asal-usul anggaran, kontraktor pelaksana, maupun batas waktu pengerjaan parit tersebut.
”Kami sebagai warga tentu mempertanyakan transparansi proyek ini. Dari awal kerja sampai sekarang, tidak ada plang informasi yang dipasang. Kita tidak tahu ini proyek dari mana, anggarannya berapa, dan siapa yang bertanggung jawab,” ucap Erwin saat ditemui di lokasi, Selasa (1/9/2026).
Selain masalah transparansi, Erwin juga menyoroti kualitas fisik pengerjaan parit yang terkesan terburu-buru dan tidak sesuai standar. Ia khawatir daya tahan konstruksi tersebut tidak akan bertahan lama dan justru berpotensi memicu masalah baru saat curah hujan tinggi.
”Hasil pengerjaannya terkesan asal selesai saja. Dinding parit kelihatan tidak rapi dan materialnya diragukan tidak tahan lama. Kalau mutunya seperti ini, takutnya saat hujan deras parit malah cepat rusak dan bikin banjir lagi,” tambahnya.
Ia meminta, pihak-pihak terkait diharapkan terbuka guna menghindari spekulasi negatif di tengah masyarakat.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Dumai Riau Satrya Alamsyah, belum berhasil dikonfirmasi media ini. Begitu juga Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum Kota Dumai Taqwa Saili, hingga berita ini dirilis belum berhasil dikonfirmasi. (Tim)
Editor : Kar













