Lautan Api di Ponpes Syekh Burhanuddin Kuntu Kampar Kiri, Ratusan Asrama Ludes Terbakar
- account_circle Redaksi
- calendar_month 39 menit yang lalu
- print Cetak

Kebakaran hebat melanda Ponpes Syekh Burhanuddin Kuntu di Kampar Kiri. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KAMPAR, detak24com – Kebakaran hebat melanda Pondok Pesantren (Ponpes) Syekh Burhanuddin Kuntu, Desa Kuntu Darussalam, Kecamatan Kampar Kiri, Senin (10/08/26) malam.
Pemandangan di TKP bak lautan api. Sebanyak 290 asrama dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB tersebut.
Kapolsek Kampar Kiri Kompol Rusyandi Zuhri Siregar, mengatakan bahwa kebakaran pertama kali diketahui oleh dua santri, yakni Furqon (14) dan Wahid (14). Saat itu, kedua santri tersebut kebetulan melintas di sekitar kompleks asrama.
“Saat kejadian ada santri melihat asrama di kompleks pondok sudah terbakar. Mereka ini melihat api muncul di salah satu asrama,” katanya, Selasa (11/08/26).
Melihat kobaran api, kedua santri tersebut langsung berlari memanggil pengurus pondok dan warga sekitar untuk meminta bantuan. Warga bersama para santri kemudian berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, seperti ember dan gayung.
Namun, api dengan cepat merambat ke bangunan asrama lainnya. Kondisi bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat kobaran api sulit dikendalikan. Api membesar.
“Kondisi pondok memang terbuat dari kayu, api cepat menjalar dan sulit dipadamkan di lokasi,” ujar Rusyandi.
Tak lama berselang, petugas pemadam kebakaran dari perusahaan sekitar bersama dinas terkait kemudian turut membantu proses pemadaman.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.10 WIB dini hari. Setelah dilakukan pendataan, tercatat sebanyak 290 asrama hangus terbakar.
“Total ada 290 asrama hangus terbakar di Ponpes Syekh Burhanuddin tadi malam,” kata dia.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Saat kebakaran terjadi, para santri diketahui sedang melaksanakan salat Isya di masjid sehingga tidak berada di dalam asrama.
Rusyandi menyebut, kebakaran itu menyebabkan kerugian cukup besar.
“Kalau kerugian materil diperkirakan Rp 3.045.000.000,” jelasnya.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Polsek Kampar Kiri. Polisi telah mengamankan lokasi serta sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Berdasarkan data dihimpun, Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu didirikan pertama kali oleh KH Dr Angku Mudo Djamarkn pada tanggal 1 Februari 1973.
Ponpes tersebut terus berkembang, dengan penambahan berbagai fasilitas yang dibutuhkan oleh para santri, seperti diwartakan cakaplah. (*)
Editor : Kar












