Satu Tewas Seorang Hilang, Pompong Tenggelam di Perairan Desa Mengkikip Kepulauan Meranti
- account_circle Redaksi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Evakuasi korban pompong tenggelam di perairan Desa Mengkikip, Kepulauan Meranti. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MERANTI, detak24com – Operasi pencarian korban kapal pompong yang tenggelam di perairan Desa Mengkikip, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti memasuki hari ketiga dengan perkembangan penting.
Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu dari dua korban yang sebelumnya dilaporkan hilang dalam kondisi meninggal dunia. Sementara, satu korban lainnya masih belum ditemukan hingga Rabu (05/08/26) petang.
Keberhasilan evakuasi tersebut menjadi hasil pertama sejak operasi pencarian dimulai usai insiden kapal karam yang terjadi pada Ahad (02/08/26) pagi. Tim SAR memastikan pencarian akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban ditemukan.
Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti Prima Harrie Saputra, menjelaskan kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat kapal pompong melintasi perairan Desa Mengkikip.
“Berdasarkan informasi yang diterima dari Kanit Polair Meranti, kapal pompong berangkat dari Kampung Balak sekitar pukul 08.00 WIB menuju Sungai Metas untuk mengambil dan menebang pohon sagu,” ujar Prima, Rabu (05/08/26).
“Kapal membawa empat orang penumpang. Saat berada di perairan Desa Mengkikip, kapal dilaporkan karam,” sambungnya.
Dalam insiden tersebut, dua penumpang berhasil menyelamatkan diri, yakni Iv (30) dan B (30) merupakan warga Desa Kampung Balak.
Sementara itu, dua penumpang lainnya, Ibl (25), warga Desa Kampung Balak, serta Am (50), warga Desa Teluk Belitung, dinyatakan hilang sehingga memicu operasi pencarian oleh Tim SAR Gabungan.
Prima menjelaskan, operasi SAR dimulai sejak Minggu sore dengan mengerahkan tujuh personel Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti ke lokasi kejadian.
“Tim langsung berkoordinasi dengan unsur SAR lainnya dan melakukan penyisiran di sekitar lokasi, namun belum menemukan korban,” sebutnya.
Memasuki hari kedua, Selasa (04/08/26), area pencarian diperluas hingga lima mil laut persegi. Namun hingga operasi dihentikan sementara pada sore hari, belum ada tanda-tanda keberadaan korban.
Perkembangan baru terjadi pada hari ketiga operasi. Setelah briefing pagi dan perluasan area pencarian menjadi tujuh mil laut persegi, Tim SAR menerima laporan masyarakat sekitar pukul 12.25 WIB mengenai penemuan satu korban.
“Korban diketahui bernama Am (50), warga Desa Teluk Belitung. Jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka,” ungkapnya.
Setelah proses evakuasi selesai, Tim SAR Gabungan kembali menyisir lokasi hingga pukul 18.00 WIB.
Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil untuk menemukan Ibl (25), yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Operasi pencarian kemudian dihentikan sementara pada Rabu sore dan dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Kamis (6/8/2026) mulai pukul 07.00 WIB dengan melibatkan seluruh unsur SAR Gabungan sesuai rencana operasi.
Tim berharap kondisi cuaca dan perairan mendukung proses pencarian sehingga korban terakhir dapat segera ditemukan. (MCR)
Editor : Kar












