Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Jangan Bunuh Demokrasi dengan Isu IKN

Jangan Bunuh Demokrasi dengan Isu IKN

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 19 Mar 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, detak24.com — Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Irwan meminta pemerintah tidak membunuh demokrasi dengan isu pemindahan ibukota negara (IKN) dari Jakarta ke kota di Kalimantan Timur (Kaltim).

Ia mengingatkan, penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) dan pemindahan IKN merupakan dua hal yang berbeda. “Tidak berhubungan sama sekali. Jangan bunuh demokrasi dengan isu IKN,” kata Irwan, Jumat (18/3).

Irwan berkata, harga yang harus dibayar dari tindakan membunuh demokrasi dengan isu IKN terlalu mahal. Bahkan, menurutnya, harga yang harus dibayar itu tidak sebanding dengan kerusakan demokrasi yang akan ditimbulkan.

Ia mengakui, kekuasaan memang membuka keinginan untuk melakukan tindakan yang lebih besar dan leluasa. Namun, Irwan meminta agar semua pihak terkait untuk menghormati konstitusi yang sudah menyepakati bahwa pemilu digelar setiap lima tahun.

“Tapi kita semua kan sudah bersepakat pemilu dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Hormati itu. Tahan nafsu, tahan syahwat politiknya,” ucap dia.

Lebih lanjut, Irwan meminta para elit politik yang mencoba membunuh demokrasi Indonesia, untuk menjadikan bulan Ramadan tahun ini sebagai momentum membersihkan syahwat politik yang ingin berkuasa lebih lama.

Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim itu pun berharap, Ramadan mendatang mampu membuat semua elite politik bersih dari niat-niat jahat. “Semoga Ramadan mampu bawa kita semua kembali fitrah. Kembali bersih dari niat-niat yang jahat,” tuturnya.

Sebelumnya, CEO Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat, menduga wacana penundaan Pemilu 2024 sebagai upaya memastikan proyek pembangunan IKN. Dugaan itu muncul karena berdasarkan kajian sejumlah organisasi masyarakat sipil banyak elit politik dan pengusaha yang berinvestasi di sana.

Ia menyatakan, wacana penundaan Pemilu 2024 muncul setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama DPR sepakat memindahkan IKN. Namun, menurutnya, proses pembangunan dipahami akan memakan waktu lebih lama dari masa pemerintahan Jokowi.

“Publik mengetahui pembangunan tersebut membutuhkan waktu setidaknya empat tahun padahal masa pemerintahan tersisa hanya dua tahun,” kata Achmad dalam keterangannya.

Atas dasar itu, dia memandang, merupakan hal yang logis bila penundaan Pemilu 2024 disampaikan setelah UU IKN disepakati di DPR guna memastikan IKN selesai dan benar-benar pindah ke Nusantara.

“Adalah mudah mengaitkan hubungan pemindahan IKN dengan penundaan pemilu. Pemilu 2024 dapat dipastikan bukan Pak Jokowi, sehingga ada ketakutan tersendiri bahwa pemindahan IKN dapat dibatalkan pemerintahan terpilih di 2024,” tuturnya.(cnn)

Editor : kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • AKTIVIS 98 Desak Jokowi Cuti, Buntut Gibran Maju Pilpres 2024

    AKTIVIS 98 Desak Jokowi Cuti, Buntut Gibran Maju Pilpres 2024

    • calendar_month Jumat, 10 Nov 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, detak24com – Aktivis 98 sepakat mendesak Presiden Jokowi cuti selama tahapan Pemilu pada 14 Februari 2024 mendatang. Sebab, dikhawatirkan Presiden Jokowi tak bersikap netral karena putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka mengikuti ajang Pilpres 2024 sebagai cawapres dari Prabowo Subianto. “Sebaiknya Jokowi cuti selama tahapan Pemilu berlangsung. Agar berjalan bersih, jujur, adil, dan netral,” kata […]

  • JEMBATAN Desa Perigi Raja Inhil Runtuh, Dua Murid SD Jatuh dan Hanyut

    JEMBATAN Desa Perigi Raja Inhil Runtuh, Dua Murid SD Jatuh dan Hanyut

    • calendar_month Minggu, 20 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    INHIL, detak24com – Lantaran dimakan usia, sebuah jembatan di Desa Perigi Raja, Kecamatan Kuindra, Kabupaten Indragiri Hilir runtuh ke sungai dan akibatnya dua murid SD sempat dilarikan ke Puskesmas karena ikut jatuh ke Sungai, Sabtu (19/08/23). Menurut keterangan Kepala Desa Perigi Raja, Sief, Sabtu pagi sekitar pukul 06.40 WIB. Jembatan tersebut tiba-tiba saja runtuh, sementara […]

  • Makin Dekat Lebaran, Tol Pekanbaru-Kampar Kian Sepi, Trafik Turun 17,6 Persen 

    Makin Dekat Lebaran, Tol Pekanbaru-Kampar Kian Sepi, Trafik Turun 17,6 Persen 

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Arus mudik Lebaran 2025 di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) umumnya meningkat. Hanya saja, pada tol Pekanbaru – Kampar trafiknya turun hingga 17,6 persen. PT Hutama Karya (Persero) mencatat sebanyak 96.329 kendaraan melintas di JTTS per 24 Maret 2025, atau naik 26,01 persen dibandingkan trafik normal. EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya, […]

  • Club Brugge Tahan Atletico, Masuk 16 Besar Champions

    Club Brugge Tahan Atletico, Masuk 16 Besar Champions

    • calendar_month Kamis, 13 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    WAKIL Belgia, Club Brugge mengukir prestasi sensasional dengan lolos ke babak 16 besar Liga Champions 2022/23. Kepastian itu didapat usai Club Brugge menahan imbang Atletico Madrid 0-0 di Wanda Metropolitano, Kamis (13/10/2022) malam. Hans Vanaken dan kolega mengoleksi 10 poin dari hasil tiga kali menang dan sekali imbang di Grup B. Raihan poin mereka tak lagi bisa […]

  • Gawat! Pengedar Ini ‘Dagang’ Sabu di Wisma Dayani Kandis – Siak

    Gawat! Pengedar Ini ‘Dagang’ Sabu di Wisma Dayani Kandis – Siak

    • calendar_month Rabu, 26 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    SIAK, detak24.com – Satres Narkoba Polres Siak menggulung tiga pengedar sabu di Jalan Lintas Pekanbaru – Duri Km. 73 Kelurahan Simpang Belutu Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. Tepatnya di Wisma Dayani. Pelaku SS ( 27 ),MAS ( 24 ) dan JG ( 22 ) diamankan Satres narkoba Polres Siak dengan barang bukti 4  paket besar sabu […]

  • JAKSA Pekanbaru Bebaskan Penggasak Uang Mertua dan Motor Kakak, Berikut Kronologinya

    JAKSA Pekanbaru Bebaskan Penggasak Uang Mertua dan Motor Kakak, Berikut Kronologinya

    • calendar_month Selasa, 27 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 12Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Yos Candra dan Nicolaus Valentino Simanjuntak kini bernapas lega. Keduanya tidak lagi berstatus tersangka karena kasusnya dihentikan jaksa melalui mekanisme restorative justice (RJ). Keduanya dikeluarkan dari tahanan setelah terbitnya Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) yang ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pekanbaru Asep Sontani Sunarya, Selasa (26/06/23). Kepala Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Asep […]

expand_less