Satgas PKH Obrak-abrik Tambang Ilegal di Hutan Sarang Ikan dan Nadi Bangka Tengah
Aktifitas tambang ilegal di Hutan Sarang Ikan dan Nadi, Bangka Tengah. f : ist
BANGKA TENGAH, detak24com – Operasi udara Satgas Penertiban Kawasan Hutan dan Pertambangan (PKH) di kawasan Sarang Ikan dan Nadi, Lubuk Besar, Bangka Tengah mengungkap jaringan raksasa tambang ilegal, Sabtu (08/11/25).
Dari hasil penyisiran dua titik utama, Satgas berhasil mengamankan 14 unit alat berat jenis ekskavator dan buldoser yang diduga kuat milik jaringan Herman Fu, sosok yang disebut langsung oleh para operator alat berat saat diperiksa di lokasi.
Nama Herman Fu mencuat setelah 9 operator yang ditangkap blak-blakan menyebut keterlibatan pihak pemodal besar di balik aktivitas tambang di kawasan hutan lindung dan produksi tersebut.
“Ada 10 orang yang kami amankan, sembilan operator dan satu pemilik alat berat,” ujar Kasatgas PKH Mayjen Febriel di lokasi Nadi, didampingi Dankorwil Babel Kolonel Amrul Huda.
Namun, penyelidikan Satgas tak berhenti di situ. Dari hasil pengembangan, tiga nama lain kini ikut terseret. Mereka diduga berperan sebagai penyuplai dana, logistik, dan pengatur lapangan di dua kawasan tambang yang selama ini menjadi “ladang emas” bagi cukong tambang ilegal.
Sumber internal menyebut, tim tengah menelusuri aliran dana dan keterlibatan oknum aparat yang diduga ikut bermain dalam jaringan ini. Jejak uang dan kontrak sewa alat berat disebut mengarah ke beberapa nama di luar Bangka Tengah.
Foto udara yang beredar memperlihatkan helikopter Satgas PKH melayang di atas deretan alat berat oranye di tengah bentang pasir luas. Hal tersebut bukti nyata skala operasi tambang ilegal yang selama ini diduga “tak tersentuh hukum”.
Publik kini menuntut transparansi dan ketegasan hukum. Jangan sampai operasi penertiban ini hanya menyasar pekerja lapangan, sementara otak besar di balik bisnis gelap timah dibiarkan lolos.
“Kalau hukum diam, publik akan bertanya tentang siapa yang melindungi mereka,” tegas tim investigasi dalam pernyataannya. (Red)
Reporter : Tama
Editor : kar
