Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Meranti » Gaji Tujuh Bulan Nunggak, Aparat Desa Mogok Massal di Meranti, Layanan Publik Lumpuh

Gaji Tujuh Bulan Nunggak, Aparat Desa Mogok Massal di Meranti, Layanan Publik Lumpuh

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MERANTI, detak24com – Kantor desa di beberapa wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti sepi. Pegawai memilih mogok lantaran gaji mereka tidak dibayar 7 bulan.

Tunggakan gaji pegawai di kantor desa tersebut, yakni lima bulan di tahun 2024 dan dua bulan di tahun 2025. Kondisi ini tentu berdampak pada pelayanan publik di tingkat desa.

Banyak warga yang mengeluhkan kesulitan dalam mengurus administrasi, sementara para perangkat desa merasa tak lagi mampu bertahan tanpa kepastian pembayaran hak mereka.

Di Desa Centai, Kecamatan Pulau Merbau, Kepala Desa Muhammad Allatif mengungkapkan bahwa saat ini seluruh staf desa sudah mogok. Hanya dia sendiri yang masuk.

“Saat ini di kantor desa kosong, para staf tak mau masuk kantor lagi. Hanya saya sendiri yang hadir dan melayani masyarakat yang meminta diuruskan administrasinya. Ini bukan kondisi yang disengaja. Mau melarang juga tidak bisa karena ini berhubungan dengan kebutuhan hidup sehari-hari. Apalagi sudah akan menghadapi Lebaran,” ujar Allatif, Rabu (26/03/25).

Dia menambahkan bahwa masalah ini terjadi hampir di semua desa di Kepulauan Meranti. Pada tahun sebelumnya, meskipun gaji mereka juga tertunda, masih ada semangat dari para perangkat desa untuk tetap bekerja. Namun, kali ini kesabaran mereka telah habis.

“Sepertinya saya sudah tak bisa meminta mereka untuk harus masuk kantor. Mau bagaimana lagi, gaji sudah hampir setengah tahun tidak didapatkan. Masalah ini sepertinya terjadi di seluruh desa di Kabupaten Kepulauan Meranti. Masalahnya tetap sama, gaji para staf desa yang belum terbayarkan,” katanya.

Komunikasi dengan Pemkab Buntu

Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Kepulauan Meranti ini sudah berusaha menjalin komunikasi dengan Pemkab Kepulauan Meranti melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), terkait keterlambatan pembayaran ini. Namun, hasilnya nihil.

Bahkan, saat Apdesi meminta surat pernyataan mengenai kepastian pencairan gaji perangkat desa, Pemkab tidak memberikan jawaban yang memuaskan. Hal ini semakin membuat para aparat desa kesal dan merasa diabaikan.

“Para staf desa sudah tak ingin lagi mendengar alasan Pemkab Kepulauan Meranti terkait tidak dicairkannya anggaran desa. Karena gaji para staf desa itu sudah ada juknis yang mengatur. Dana desa untuk pembayaran Siltap dan segala macam itu anggarannya dari pusat. Ketika uang itu sudah dicairkan, Pemkab hanya tinggal menyalurkannya saja,” tegasnya.

Dampak Besar bagi Masyarakat

Mogok kerja perangkat desa ini tentu berdampak luas bagi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan layanan administrasi kependudukan, pengurusan izin, dan berbagai dokumen penting lainnya.

Bagi warga desa yang hendak mengurus keperluan administratif menjelang Lebaran, situasi ini menjadi semakin sulit. Tanpa pelayanan desa, banyak urusan yang terhambat, mulai dari pengajuan surat keterangan usaha, surat nikah, hingga administrasi kependudukan lainnya.

Sementara itu, bagi perangkat desa, kondisi ini menjadi pukulan berat. Mereka harus bertahan hidup tanpa kepastian gaji, sementara kebutuhan sehari-hari terus meningkat.

Harapan Segera Ada Solusi

Masyarakat dan perangkat desa berharap agar Pemkab Kepulauan Meranti segera memberikan kepastian mengenai pembayaran gaji yang tertunda. Jika tidak, bukan hanya layanan desa yang lumpuh, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan daerah bisa semakin tergerus.

Dengan semakin dekatnya Hari Raya Idul Fitri, banyak perangkat desa yang mengandalkan gaji mereka untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tanpa kepastian pencairan, situasi ini akan semakin sulit bagi mereka.

Dalam hal ini, Allatif berharap Pemkab Kepulauan Meranti  segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan masalah ini. Dia tak ingin para perangkat desa harus terus bertahan dalam ketidakpastian.

“Kami sebagai perangkat desa hanya bisa berharap agar kebijakan yang lebih berpihak segera diterapkan, demi keberlangsungan pelayanan publik di tingkat desa,” harapnya dikutip detak24com dari sabang-meraukenews. (*)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • BOCAH Lima Tahun Boleh Daftar SD di Pekanbaru, Ini Syaratnya

    BOCAH Lima Tahun Boleh Daftar SD di Pekanbaru, Ini Syaratnya

    • calendar_month Rabu, 14 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Penerimaan Peserta Didik Baru jenjang SD di Kota Pekanbaru segera dibuka. Pendaftaran dimulai tanggal 26 Juni hingga 1 Juli 2023 mendatang. “Waktu pendaftaran dimulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal, dikutip detak24com,  Rabu (14/60/23). Ia mengatakan, ada beberapa persyaratan yang mesti dilengkapi orang […]

  • Modern essentials: Navigating work , play , and connectivity for a better creativity

    Modern essentials: Navigating work , play , and connectivity for a better creativity

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Mium dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Adipiscing ullamcorper senectus turpis amet. Mauris semper id ut pulvinar massa facilisi. Faucibus faucibus diam fringilla non, consequat. In ultrices non purus vitae risus, dictum nunc. Nisl, elementum viverra sodales euismod convallis nullam porttitor. Ligula enim nisi varius ultrices nunc aenean lorem eget. Feugiat orci risus sed consectetur […]

  • PMII Kecam Aksi Tak Pantas di Laksamana Muda Coffee, Desak Evaluasi Izin dan Pengawasan Ketat

    PMII Kecam Aksi Tak Pantas di Laksamana Muda Coffee, Desak Evaluasi Izin dan Pengawasan Ketat

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Pekanbaru mengecam keras dugaan aktivitas tak pantas yang terekam dalam video viral di media sosial dan dikaitkan dengan Laksamana Muda Coffee & Live Space. PC PMII mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (APH) untuk segera melakukan pemeriksaan secara objektif, menyeluruh, dan transparan […]

  • Belasan Sekolah di Riau Keciprat Bantuan Laptop Nadiem Makarim 

    Belasan Sekolah di Riau Keciprat Bantuan Laptop Nadiem Makarim 

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Sebanyak 14 SMA dan SMK di Riau menerima bantuan laptop dari pemerintah pusat melalui program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) periode 2019–2024. Bantuan ini ditujukan untuk memperkuat pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di sekolah. Sekretaris Disdik Riau, Arden Sumeru menyampaikan distribusi laptop berlangsung sesuai petunjuk teknis dari pemerintah […]

  • FSPPB: PDSI Harus Diperkuat Menjadi National Drilling Champion Indonesia

    FSPPB: PDSI Harus Diperkuat Menjadi National Drilling Champion Indonesia

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    INDRAMAYU, detak24.com – Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menegaskan bahwa transformasi dan streamlining di lingkungan Pertamina Subholding Upstream harus menjadi momentum untuk memperkuat kapabilitas strategis Pertamina, termasuk kemampuan pengeboran nasional. Dalam konteks tersebut, PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) dinilai memiliki modal, kompetensi, pengalaman, sumber daya manusia, teknologi, serta skala operasi yang kuat untuk […]

  • DITINGGAL Ibu Tidur, Bocah 13 Tahun di Pelalawan Digagahi Pria Cabul

    DITINGGAL Ibu Tidur, Bocah 13 Tahun di Pelalawan Digagahi Pria Cabul

    • calendar_month Sabtu, 11 Mei 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PELALAWAN, detak24com – Unit Reskrim Polsek Pangkalan Kuras cokok seorang pria cabul warga Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan. Data dirangkum di Mapolsek Pangkalan Kuras, Sabtu (11/05/24), pria cabul berinisial R (19) itu merudapksa anak usia 13 tahun. Kapolres Pelalawan AKBP Suwinto SIK melalui Pejabat pelaksana tugas (Plt) Kapolsek Pangkalan Kuras AKP Jhonson H. Sitompul, S.H mengatakan, […]

expand_less