Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial » Pemda Diminta Lakukan Penanganan Dini Dampak Nataru dan Ancaman Omicron

Pemda Diminta Lakukan Penanganan Dini Dampak Nataru dan Ancaman Omicron

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 7 Jan 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU (DETAK24.C0M) – PasCa periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 dan adanya COVID-19 varian Omicron menjadi ancaman dalam penanganan saat ini. Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito menyayangkan perkembangan tingkat provinsi menunjukkan perkembangan kurang baik. Dikhawatirkan, dampak Nataru pada kenaikan kasus mulai terlihat 2 minggu kemudian.
Dari data terbaru, ada kenaikan kasus aktif ini pada sejumlah provinsi. Terjadi kenaikan selama 4 minggu berturut-turut yaitu di provinsi Ibukota DKI Jakarta dan Kepulauan Riau. Lalu kenaikan dalam 3 minggu berturut-turut yaitu Kalimantan Selatan. Serta kenaikan dalam 2 minggu terakhir diantaranya Aceh, Sumatera Utara, Banten, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara serta Papua.
“Perlu diperhatikan bahwa pada beberapa daerah data kenaikan kasus banyak dikontribusikan oleh pencatatan kasus dari pelaku perjalanan luar negeri yang masuk ke Indonesia,” Wiku dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan COVID-19, Kamis (6/1/2022) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Dalam hal ini, seluruh Pemda diminta mengantisipasi terhadap kemungkinan kenaikan kasus beberapa minggu ke depan. Hal ini merupakan dampak dari periode Natal dan Tahun Baru. Terkait ini, Pemerintah pusat melalui berbagai kementerian dan lembaga juga terus mengupayakan seluruh tahapan pelaksanaan karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri dilaksanakan dengan baik.
Tujuannya mencegah penularan lokal dari orang positif apalagi yang terinfeksi varian Omicron. “Tentunya hal ini hanya dapat berhasil dengan peran serta masyarakat yang patuh menjalankan aturan karantina yang sudah ditetapkan,” lanjutnya.
Yang juga penting, setiap daerah harus berupaya mencegah agar importasi kasus ini tidak lolos ke masyarakat. Serta melakukan langkah pengendalian apabila terjadi indikasi transmisi komunitas sedini mungkin.
“Kedisiplinan protokol kesehatan di tempat umum dan bagi pelaku perjalanan juga perlu untuk selalu diawasi dan ditegakkan untuk mencegah semakin meluasnya penularan,” pungkas Wiku.(mcr/net)

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update Terkini Korban Banjir dan Longsor Sumatra : 1.112 Meninggal, 176 Orang Hilang 

    Update Terkini Korban Banjir dan Longsor Sumatra : 1.112 Meninggal, 176 Orang Hilang 

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – Korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara serta Sumbar bertambah menjadi 1.112 orang. Selain itu, ada 176 orang yang masih hilang. Dilihat dari dashboard penanganan darurat banjir dan longsor Aceh, Sumut, Sumbar BNPB, Selasa (23/12/25) petang, selain korban tewas dan hilang, ada 7.000 orang yang terluka akibat bencana tersebut. […]

  • Pejabat Kuansing Digerebek Saat Indehoy dengan Staf Honorer, Langsung Dipecat

    Pejabat Kuansing Digerebek Saat Indehoy dengan Staf Honorer, Langsung Dipecat

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KUANSING, detak24com – Seorang pejabat eselon III Pemkab Kuansing digerebek warga saat indehoy bersama staf honorer. Ia langsung dipecat dari jabatannya. Bupati Kuansing, Suhardiman Amby menyatakan sudah memberikan sanksi kepada oknum pejabat yang amoral tersebut. Sanksi itu berupa pencopotan dari jabatan. Baca juga : Jalan Hancur, Warga Pangean Setop Truk di Sako Menuju Trans SKP […]

  • Penangkapan Narkoba Terbaru : Baru Keluar Penjara 2 Bulan, Dua Warga Pekanbaru Ditangkap Polisi Pelalawan

    Penangkapan Narkoba Terbaru : Baru Keluar Penjara 2 Bulan, Dua Warga Pekanbaru Ditangkap Polisi Pelalawan

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PELALAWAN, detak24com – Dua pemasok narkoba jenis sabu dari Kota Pekanbaru polisi di Jalan Lintas Timur, Km 55, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Kamis (20/11/2025) dini hari sekitar pukul 00.10 WIB. Kedua tersangka berinisial FAP (32) warga Jalan Cemara, Kecamatan Sail, Kota Pekanbaru dan DA (30) warga Jalan Kelapa, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru yang […]

  • Siap Jadi Penjamin, Ketua DPRD Dumai Minta Status Penahanan Ibu Inong Ditangguhkan 

    Siap Jadi Penjamin, Ketua DPRD Dumai Minta Status Penahanan Ibu Inong Ditangguhkan 

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    DUMAI, detak24com – Ketua DPRD Dumai, Agus Miswandi bersedia jadi penjamin, untuk penangguhan penahanan Ibu Inong yang terjerat kasus dugaan pemalsuan surat tanah lokasi pedagang Jalan Baru. Dia mengaku prihatin atas penahanan Ibu Inong aliase Inong Fitriani tersebut. Pihaknya akan berupaya mengajukan penangguhan penahanan dan siap menjadi penjamin. “Tadi saya sudah menghubungi Pak Kapolres, dan […]

  • Alhamdulillah! Harga Cabe Mulai Turun, Bawang Merah Tetap

    Alhamdulillah! Harga Cabe Mulai Turun, Bawang Merah Tetap

    • calendar_month Sabtu, 23 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Harga cabe merah di Kota Pekanbaru mulai mengalami penurunan, kendati masih cenderung mahal. Sementara, harga bawang masih tetap seperti sebelumnya. Pantauan di Pasar Cipta Karya, Pekanbaru, Sabtu (23/07/22) harga cabe merah saat ini Rp90.000 perkilogramnya. Harga ini mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya yang mencapai Rp130.000 perkilogram. Untuk cabe keriting hijau justru lebih murah […]

  • NGERI! Ada Sayur Lodeh Berisi Potongan Jari Orang, Masih Misterius

    NGERI! Ada Sayur Lodeh Berisi Potongan Jari Orang, Masih Misterius

    • calendar_month Selasa, 13 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    PENEMUAN  jari manusia di dalam sayur lodeh di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah terkonfirmasi berdasar pemeriksaan dokter. Jari manusia dalam sayur lodeh di NTT itu merupakan potongan ibu jari yang masih ada kukunya. “Kita sudah tanya langsung ke dokter juga, dan sudah ada konfirmasi dari dokter bahwa itu benar potongan jari manusia,” kata Kepala Polres Belu, AKBP […]

expand_less