SEEKOR Kerbau di Kampar Batal Jadi Hewan Kurban, Ternyata Ini Sebabnya
KAMPAR, detak24com – Seekor kerbau batal dijadikan hewan kurban Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah di Kampar. Sebab kerbau mati mendadak sebelum disembelih petugas.
Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) Kampar, Ali Sabri. Ia mengatakan kematian itu terjadi di Desa Ridan Permai Kecamatan Bangkinang Kota.
Sabri menyebut, dokter hewan telah melakukan pemeriksaan terhadap bangkai kerbau. Hasilnya bukan karena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Septicaemia Epizootia (SE) atau penyakit ngorok.
“Kerbau itu mati karena kembung. Bukan karena PMK atau ngorok,” ujar Sabri dikutip Tribunpekanbaru, Ahad (02/07/23).
Ia menambahkan, kasus lain yaitu cacing hati yang ditemukan di beberapa lokasi. Pihaknya sudah memberi imbauan agar ternak yang terkena hati jangan dikonsumsi.
Sementara, Kepala Bidang Kesehatan Hewan, drh Deyus Herman menambahkan, kerbau mati itu didatangkan dari Kecamatan XIII Koto Kampar. Pemilik telah ikhlas sebab kerbau tersebut batal dijadikan kurban.
Menurut Deyus, kembung disebabkan berbagai faktor. Misalnya karena perut kosong dalam beberapa jam selama pengiriman dan dapat karena embun. “Kalau di manusia seperti angin duduk. Efeknya sampai ke kematian, prosesnya cepat,” ungkapnya.
Sementara terkait penyakit cacing hati, menurut dia, sudah lazim ditemukan. Pada Hari Raya Kurban tahun ini, cacing hati ditemukan di Bangkinang Kota, Salo, Tapung, dan Tambang. Panitia kurban sudah diminta untuk menjalankan prosedur terhadap kasus cacing hati. (halloriau)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

15 thoughts on “SEEKOR Kerbau di Kampar Batal Jadi Hewan Kurban, Ternyata Ini Sebabnya”