Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » JALAN RUSAK PARAH, Perekonomian Warga Buluhala Dumai Mati Suri

JALAN RUSAK PARAH, Perekonomian Warga Buluhala Dumai Mati Suri

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 22 Des 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUMAI, detak24.com – Masyarakat Kelurahan Sungai Geniot dan Batu Teritip Buluhala, Dumai menjerit. Pasalnya, kondisi jalan di wilayah mereka hancur dan berlumpur pasca musim hujan akhir-akhir ini.

Selain membahayakan pengguna jalan, yang terparah berdampak terhadap perekonomian. Masyarakat tak bisa memasarkan hasil pertanian, dan terpaksa dibiarkan membusuk di kebun.

Kawasan Buluhala Kecamatan Sungaisembilan terdiri dari 2 kelurahan. Yakni, Sungai Geniot dan Batu Teritip yang dihuni sekitar 7000 KK. Sumber pendapatan mereka sebagian besar dari hasil perkebunan dan pertanian. Diantaranya kebun sawit, pisang, cabai, sayur mayur dan lainnya.

Sejak beberapa waktu belakangan ini, perekomian mereka makin sulit dan terjepit. Lebih-lebih dalam 1 bulan belakangan. Kondisi jalan yang rusak parah ditambah tingginya curah hujan, membuat mata pencarian masyarakat lumpuh.

Warga kesulitan mengeluarkan dan memasarkan hasil perkebunan maupun pertanian. Karena akses jalan satu-satunya tak bisa dilewati. 

Seorang pemuka masyarakat Buluhala, Darmawan kepada kupasberita.com di Dumai mengeluhkan kondisi jalan di daerahnya yang banyak rusak parah.

” Kami masyarakat di sana sudah mengeluh semua, karena jalannya sudah parah kali. Dampak jalan ini sangat berpengaruh ke ekonomi masyarakat, mayoritas masyarakat di sana itu pekebun, jadi bawa hasil pertanian itu makin susah,” ungkap Darmawan, yang juga ketua salah satu Gapoktan di Buluhala, Kamis (22/11/22).

Darmawan memaparkan, salah satu jalan dengan kerusakan terparah berada di AS 7 hingga Trans 100. Panjang jalan yang rusak sekitar 6500 meter. Kemudian Jalan Geniot sepanjang 5500 meter. Setelah itu Jalan PU Lama sepanjang 4000 meter. Akses itu merupakan urat nadi jalur transportasi untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.

” Terdapat potensi 5000 ton Tandan Buah Sawit (TBS)/Bulan yang melintasi akses jalan itu. Belum lagi pisang, cabe, sayur mayur dan lainnya. Akibat rusak parahnya akses jalan, hasil pertanian dan perkebunan banyak yang membusuk karena tidak bisa dipasarkan. Kami mohon pemerintah agar memberikan perhatian,” harap Darmawan.

Darmawan menambahkan, masyarakat telah lelah mengeluh dan juga pernah melakukan aksi demo. Namun hingga kini belum menemukan titik terang dari pemerintah setempat.

” Kami berharap kepada Pak Wali agar bisa memperhatikan kondisi kami yang berada di daerah pinggiran ini,” harap Darmawan.

Pada sisi lain, lubang menganga dengan diameter cukup lebar dan dalam menjadi pemandangan yang setiap hari dinikmati oleh masyarakat. Lebih parahnya lagi ketika cuaca hujan. Ruas jalan yang seyogyanya menjadi akses utama masyarakat berubah menjadi kolam buatan.

Sopir pick up Rancung mengatakan, pihaknya sering terperosok ketika mengangkut hasil perkebunan. Soalnya, jalan sulit dilalui oleh kendaraan sehingga sering terperosok dan mobil sering mengalami kerusakan.

“ Akibat jalan yang rusak parah, biaya kita makin besar. Saat memasuki musim penghujan seperti saat ini, jalan semakin parah dan semakin sulit untuk di lalui,” kata Rancung, Kamis (22/12/22).

Dengan kondisi tersebut,  pihaknya harus mengeluarkan bajet lebih. Karena harus menggunakan jasa orang lain saat kendaraan terperosok.

“ Kami juga harus mengeluarkan ongkos lebih besar, ditambah lagi mobil juga sering mengalami kerusakan akibat jalan rusak tersebut,” tuturnya.

Sementara Rizal pemilik kebun sawit mengatakan rusaknya kondisi jalan menyebabkan harga sawit menjadi murah.

“ Sawit terpaksa kita jual dengan harga murah karena kondisi jalannya rusak. Kalau kita langsir keluar ongkosnya juga akan lebih besar lagi. Kalau kami hitung-hitung tidak cukup untuk ongkos garap dan pupuk,” ujarnya.

Dirinya berharap pemerintah tergerak hatinya untuk membantu masyarakat menyelesaikan persoalan yang selama ini dikeluhkan.

” Harapan kami hanya satu, jalan ini diperbaiki dengan serius. Kami memanfaatkan jalan ini untuk mencari nafkah. Apakah selamanya kami harus menikmati akses jalan seperti ini. Kami berharap pihak terkait bisa terketuk hatinya mendengarkan harapan kecil kami ini,” harapnya***

Sumber : kupasberita.com

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Parah! Gadis ABG Dihekhok Empat Kali dalam Semalam di Hotel Gundaling II Kulim, Pemilik Tempat Kecolongan 

    Parah! Gadis ABG Dihekhok Empat Kali dalam Semalam di Hotel Gundaling II Kulim, Pemilik Tempat Kecolongan 

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    DURI, detak24.com – Seorang gadis ABG sebut saja Bunga kehilangan mahkota saat menginap di Hotel Gundaling II Kulim. Ia harus melayani kebejatan pria yang mengajaknya sebanyak empat kali dalam semalam. Tim Opsnal Polsek Mandau mengamankan seorang pria berinisial IIM (26), yang diduga terlibat dalam kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Pria tersebut diamankan pada Sabtu […]

  • Polisi Bekuk Pengedar di Desa Mekar Jaya Pangkalan Kerinci 

    Polisi Bekuk Pengedar di Desa Mekar Jaya Pangkalan Kerinci 

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PELALAWAN, detak24com – Satuan Reserse Narkoba Polres Pelalawan berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika di wilayah Desa Mekar Jaya, Kecamatan Pangkalan Kerinci. Informasi dirangkum, Rabu (11/12/24), dalam operasi yang berlangsung Kamis (5/12), petugas mengamankan seorang tersangka bernama AS (35) bersama sejumlah barang bukti narkotika jenis sabu dan ekstasi. Kasat Narkoba Polres Pelalawan, AKP Ferlando Oktora SIK […]

  • INFO BMKG : Hujan Lebat Berpotensi Turun di Sebagian Wilayah Riau

    INFO BMKG : Hujan Lebat Berpotensi Turun di Sebagian Wilayah Riau

    • calendar_month Jumat, 25 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 12Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat diprediksi turun di sejumlah wilayah Riau. Warga juga diminta waspadai angin kencang dan petir, Jumat (25/11/22). Menurut Forecaster on Duty BMKG stasiun Pekanbaru Yudhistira Mawaddah mengatakan hujan sudah mengguyur Riau sejak pagi hari dan masih akan berlangsung hingga dini hari. “Hujan bersifat tidak merata hanya terjadi […]

  • Diduga Pengaruh Video Bokep, Kakek Ajak Cucu Kandung ‘Bercocok Tanam’ di Kubu, Terungkap dari Diary Korban 

    Diduga Pengaruh Video Bokep, Kakek Ajak Cucu Kandung ‘Bercocok Tanam’ di Kubu, Terungkap dari Diary Korban 

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    ROHIL, detak24com – Diduga berpengaruh tayangan video bokep, seorang kakek tega merudapaksa cucu kandung di Kubu Rohil. Aksi durjana itu terungkap dari buku diary korban. Informasi dirangkum, Senin (06/04/26), tersangka berinisial SY 54), warga Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir. Ia ditangkap aparat kepolisian setelah diduga mencabuli cucu kandungnya yang masih berusia 14 tahun. Penangkapan […]

  • KEMERIAHAN Pesta Bonataon Parsahutaon Sahata Saoloan di Jalan Terikat Dumai

    KEMERIAHAN Pesta Bonataon Parsahutaon Sahata Saoloan di Jalan Terikat Dumai

    • calendar_month Senin, 6 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 21Komentar

    DUMAI, detak24.com – Acara syukuran pesta bonataon Parsahutaon Sahata Saoloan diikuti 56 KK digelar di rumah Bapak A Siagian / Br. Juntak Jalan Terikat Dumai,, Minggu (05/03/23). Dilaksanakan penuh semangat persaudaraan. Parsahutaon Sahata Saoloan atau sarikat tolong menolong anggotanya meliputi wilayah Jalan Sutomo, Terikat, Sriyakin, Srilanggam dan Jalan Inpres Kota Dumai. Kegiatan biasanya digelar pada […]

  • Trauma Ancaman Tambang Pasir, Nelayan Rupat Surati Kemen-KKP

    Trauma Ancaman Tambang Pasir, Nelayan Rupat Surati Kemen-KKP

    • calendar_month Kamis, 4 Jul 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    RUPAT, detak24com – Nelayan Suka Damai, Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis surati Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kemen-KKP) terkait wilayah konservasi perairan. Masyarakat nelayan trauma terhadap ancaman usaha penambangan pasir yang merusak lokasi penangkapan mereka. Sehingga, perlu secepatnya ditetapkan wilayah konservasi perairan tersebut. Menurut nelayan, Pemerintah Provinsi Riau tak kunjung menindaklanjuti penetapan konservasi perairan pasca lima tahun […]

expand_less