Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » GEGER! Mahasiswa UNS Bunuh Wanita Hamil, Gegara Korban Tolak Aborsi

GEGER! Mahasiswa UNS Bunuh Wanita Hamil, Gegara Korban Tolak Aborsi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 18 Nov 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SESOSOK mayat wanita telanjang ditemukan di Pantai Ngrawe, Gunungkidul awal pekan ini. Saat diperiksa, wanita yang diperkirakan berusia 25 tahun itu dalam kondisi hamil.

Polisi juga menemukan tanda-tanda bahwa wanita itu merupakan korban pembunuhan. Dalam waktu beberapa hari, polisi berhasil menangkap dua pembunuhnya.

Berikut ini beberapa fakta terkait kasus pembunuhan tersebut.

Korban Warga Purworejo

Korban pembunuhan itu diketahui bernama RN, warga Kecamatan Banyu Urip, Kabupaten Purworejo. Saat ini korban sudah dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya itu.

Menurut ayah korban, Sumarso, RN sudah 2,5 bulan tidak pulang ke rumah. Selama ini RN tinggal di Kota Solo.

“Dulu kuliah di Solo terus kerja di Solo, ini baru training 2,5 bulan,” kata Sumarso.

Dibunuh di Pantai Kukup

Polisi juga sudah menemukan lokasi pembunuhan RN. Diduga RN dihabisi oleh dua pria yang membunuhnya di Pantai Kukup, Gunungkidul.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Mahardian Dewo Negoro menjelaskan pelaku sempat mencoba mendorong korban dari tebing namun usaha itu gagal.

Kemudian, mereka berusaha membunuh korban dengan cara membekapnya. AA bertugas memegangi tubuh korban, sedangkan ERW membekapnya hingga lemas.

“Karena pada saat dibunuh belum sepenuhnya meninggal, lalu ada upaya pelaku saat mengangkat itu ada tangga dan sengaja badan korban diturunkan agar terbentur-bentur lalu digulingkan (dari tebing Pantai Kukup),” kata Dewo.

Korban Menolak Aborsi

Polisi juga mengungkap motif dari pembunuhan itu. Menurut polisi, ERW melakukan pembunuhan lantaran korban tidak bersedia menggugurkan kandungannya.

Kapolres Gunungkidul AKBP Edy Bagus Sumantri mengatakan bahwa korban hamil akibat hubungannya dengan ERW.

“Betul (anak yang dikandung RN hasil hubungan dengan ERW),” ujarnya.

Bukan Pacaran

Meski korban hamil akibat hubungannya dengan ERW, namun ternyata keduanya bukan pasangan kekasih alias pacar. Dalam pemeriksaan polisi, ERW mengaku hanya berteman dengan RN.

“Berteman sejak 2019, jumpa saat magang. Jadi bertemu saat magang di salah satu SMK semester 7 dan menjalin hubungan teman dekat menurut pengakuannya,” ucapnya.

Edy mengaku tidak bisa memastikan jika keduanya merupakan sepasang kekasih. Mengingat ERW mengaku jika RN hanya teman dekatnya.

“Tidak ada (kekasih), TTM (teman tapi mesra), tidak ada hubungan percintaan. Tapi saat dimintai keterangan, pelaku mengaku kalau RN ada rasa terhadapnya,” katanya.

Berdalih Ajak Ritual

Saat berada di Pantai Kukup, ERW mengaku ingin melakukan ritual kepada korbannya. Ritual itu dilakukan untuk keselamatan janin yang dikandung korban.

Dalam ritual tersebut, ERW mengajak korban melakukannya sambil telanjang bulat. Setelah itu, pelaku berusaha mendorong korban ke tebing, namun gagal. Baru kemudian ERW mengajak AA untuk membunuh korban.

Pelaku Mahasiswa UNS

Polisi menyebut pelaku pembunuhan berinisial ERW (24) yang menghabisi wanita hamil RN (25) adalah mahasiswa UNS. Keduanya disebut memiliki hubungan khusus.

“ERW mahasiswa UNS, kalau RN sudah lulus,” kata Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Mahardian Dewo Negoro kepada detikJateng, Kamis (17/11/2022).

Kapolres Gunungkidul AKBP Edy Bagus Sumantri menambahkan pelaku dan korban saling mengenal saat magang di salah satu sekolah tingkat menengah.

Korban Dilecehkan Sebelum Dibunuh
ERW dan AA membunuh korbannya dengan cara dibekap sampai lemas. Setelah itu korban digulingkan ke tangga tebing yang ada di Pantai Kukup.

Dalam aksi tersebut, AA bertugas memegangi tubuh korban, sedangkan ERW membekap mulut dan hidung korban. Saat itu, AA sempat melakukan pelecehan terhadap korban yang saat itu dalam kondisi telanjang.

“Dan ada pelecehan dulu dari AA sebelum pembunuhan,” kata Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Mahardian Dewo Negoro .

“Karena pada saat dibunuh belum sepenuhnya meninggal, lalu ada upaya pelaku saat mengangkat itu ada tangga dan sengaja badan korban diturunkan agar terbentur-bentur lalu digulingkan (dari tebing Pantai Kukup),” lanjut Dewo.(dtc)

Editor : kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • PDIP Pemenang Pemilu 2024, Berikut Hasil Pileg Tingkat Nasional

    PDIP Pemenang Pemilu 2024, Berikut Hasil Pileg Tingkat Nasional

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com – KPU menetapkan PDIP sebagai partai pemenang Pemilu 2024. Sementara, sejumlah parpol besar tak berhasil meloloskan caleg ke Senayan. KPU resmi mengumumkan hasil pemilihan legislatif (Pileg) 2024 dalam rapat pleno penetapan Pemilu 2024 di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (20/03/24) malam. Hasilnya, PDI Perjuangan (PDIP) meraih suara terbanyak pada Pemilu 2024 dengan […]

  • Berani Pasang Badan Lindungi Warganya, Kades di TNTN Pelalawan Diperiksa Satgas PKH

    Berani Pasang Badan Lindungi Warganya, Kades di TNTN Pelalawan Diperiksa Satgas PKH

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PELALAWAN, detak24com – Satgas PKH terus bergerak menertibkan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dari kawasan pemukiman serta perkebunan di Kabupaten Pelalawan. Sejumlah Kades di sekitar kawasan TNTN telah dipanggil dan diperiksa oleh Satgas PKH di kantor Kejari Pelalawan sejak 18 Juni 2025. Langkah ini merupakan lanjutan dari penyitaan lebih dari 50 ribu hektare kebun […]

  • Emak emak dan Pria Muda Terpergok Berduaan di Sebuah Warung Daerah Tapung, Ternyata..

    Emak emak dan Pria Muda Terpergok Berduaan di Sebuah Warung Daerah Tapung, Ternyata..

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    TAPUNG, detak24com – Polisi memergoki emak emak dan pria muda di sebuah warung Jalan Lintas Petapahan Dusun II Kota Batak, Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tapung. Informasi dirangkum Kamis (24/04/25), saat ketahuan menyimpan narkotika, kedua tersangka berinisial RM (49) dan laki-laki JP (23) langsung diangkut ke kantor polisi. Mereka diduga sebagai pengedar narkoba jenis sabu di […]

  • SATRESKRIM Polres Rohil Geledah Kantor Satpol-PP, Ada Apa Ya?

    SATRESKRIM Polres Rohil Geledah Kantor Satpol-PP, Ada Apa Ya?

    • calendar_month Rabu, 15 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 22Komentar

    ROHIL, detak24com – Sejumlah polisi datang tiba-tiba lalu geledah kantor Satpol-PP Rohil. Saat pulang, aparat terlihat membawa beberapa dokumen yang disita dari institusi penegak Perda tersebut. Pada Selasa (14/03/23) petang, Kantor Satpol PP Rohil digeledah tim Tipikor Polres setempat. Penggeledahan berlangsung beberapa jam itu, tim Tipikor menyita beberapa dokumen penting. Informasi diperoleh, penggeledahan ini terkait […]

  • VIRAL Siak : Horor, Harimau Terkam Anjing di Teras Rumah Kampung Penyengat Sei Apit

    VIRAL Siak : Horor, Harimau Terkam Anjing di Teras Rumah Kampung Penyengat Sei Apit

    • calendar_month Selasa, 12 Mar 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SIAK, detak24com – Video viral harimau terkam anjing di teras rumah warga Kampung Penyengat, Sri Apit Siak gegerkan warga. Dua video viral yang berdurasi 24 detik dan 44 detik itu diambil di posisi yang sama, dengan waktu berbeda. Video 24 detik itu diambil 8 Maret dan video 44 detik diambil 10 Maret. Setidaknya, dua video […]

  • TIM Pemenang Anies Baswedan Bernama Baja Amin, Ini Anggotanya!

    TIM Pemenang Anies Baswedan Bernama Baja Amin, Ini Anggotanya!

    • calendar_month Sabtu, 23 Sep 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, detak24com – Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) membentuk Badan Pekerja Anies-Imin (BAJA AMIN), yang akan menggantikan tim delapan untuk memenangkan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar di Pilpres 2024. Menurut Bacapres KPP Anies Baswedan, ada 15 orang anggota yang tergabung dalam BAJA AMIN dan 3 orang penasihat. “Ini (BAJA AMIN) menggantikan peran yang kemarin dikerjakan […]

expand_less